Sejarah Racun pada Rantai Makanan

masih ingatkah kamu dengan pelajaran Biologi tentang rantai makanan?? pelajaran ini kalo ga salah dah dibahas sejak SD..nah, ada satu cerita menarik neh tentang rantai makanan..ku dapat dari milis lingkungan..silakan di baca sampe abis..dijamin seru!

Suatu waktu ada 16 ekor kumbang kecil yang hidup di kebun sayur, terbang
pergi ke dekat sungai. Kumbang tidak makan dalam jumlah banyak, tetapi
pemilik kebun tidak rela membagi sayurnya dengan serangga tersebut. Sehingga
ia membeli sekaleng racun dari toko. Racun ini berupa tepung putih yang di
taburkan pada semua tanaman di kebunnya. Racun itu bernama pestisida.

Setiap kumbang mempunyai mulut sangat kecil yang hanya dapat mengakibatkan
satu gigitan kecil. Bagaimanapun tiap gigitan kecil pada sayuran, satu tetes
kecil racun turut terbawa ke dalam tubuh kumbang. Pada saat kumbang-kumbang
masih kecil, satu tetes racun ini cukup untuk membunuh mereka dan mereka
semua akan mati.

Baru-baru ini, ada satu kelompok serangga terdiri dari 8 serangga besar.
Mereka suka memakan serangga lainnya. Kawanan serangga besar tersebut
terkejut dan riang saat melihat ada 16 kumbang yang mereka sukai berada di
tanah. “Saatnya berpesta !”, pikir mereka.

Setiap serangga besar memakan 2 serangga yang kecil. Kumbang kecil yang
pertama dilahapnya. Selain memakan kumbang, ia juga memakan setetes racun.
Karena tubuhnya yang besar, tetesan racun tersebut tidak membunuhnya.
Mungkin mereka sedikit sakit, tetapi tidak menghentikannya untuk memakan
kumbang kecil yang kedua, yang tentu saja juga mengandung tetesan racun.
Setelah memakan kumbang kedua, serangga merasakan kesakitan yang dasyat dan
akhirnya mati. Tetapi serangga lainnya ada yang masih mampu bertahan hidup
dan terbang ke sungai untuk minum.

Kemudian hembusan angin yang keras bertiup di kebun. Tiupan angin
menerbangkan serangga-serangga yang mati untuk masuk ke sungai. Di bawah
permukaan sungai, terdapat 4 ikan kecil yang sedang mencari makan.
Dilihatnya ada serangga yang sedang minum dan serangga yang telah mati.
“Makanan lezat!!”, teriak 4 ikan kecil tersebut. Setiap ikan memakan seekor
serangga yang sedang minum dan seekor serangga yang mati. Jangan lupa, tiap
ekor mempunyai 2 tetes racun. Ini berarti setiap ikan yang kecil memakan 4
tetes racun.

Sekarang beberapa tetes racun tidak cukup untuk membunuh 4 ekor ikan, tetapi
cukup membuat mereka sakit perut dan berenang sedikit lambat. Ketika ikan
kecil berenang lambat, memudahkan 2 ekor ikan besar untuk memakannya. Ikan
besar jantan dan betina mendekati mereka dan memakannya. Tiap ikan besar
memakan 2 ikan kecil, sekarang tiap ikan kecil didapati 4 tetes racun di
dalamnya dan tiap ikan yang besar memakan 2 ikan yang kecil. Jadi setiap
ikan yang besar di dapatkan 8 tetes racun. Ini tidak cukup untuk membunuh
ikan yang besar tetapi dapat membuat ikan-ikan tersebut tidak dapat tumbuh
besar seperti teman-temannya. Bagi ikan betina mulai merasakan sulit
memiliki banyak anak seperti teman-temannya.

Suatu hari, seorang pria pemilik kebun sayur pergi ke tempat pemancingan. Ia
melemparkan tali pancingnya ke dalam sungai. Seakan-akan seperti nelayan
yang pandai, dengan cepat ia menangkap kedua ikan besar tersebut. “Alangkah
nikmatnya ikan ini untuk makan malam nanti”. Sambil berpikir untuk dirinya
sendiri, ia mempersiapkan dan memasak ikan.

Dan benar-benar lezat!. Tetapi, tiap ikan mempunyai 8 tetes racun di
dalamnya, laki-laki tersebut menghabiskan makanannya dengan disertai 16
tetes racun. Dan, itu semua dimulai dari racun yang ia taruh di kebun
beberapa waktu yang lalu.

Sekarang, 16 tetes racun cukup membuat laki-laki tersebut mati atau
membuatnya sakit atau membuat pertumbuhannya sangat lambat. Tetapi apa yang
akan terjadi jika ia memakan lebih banyak ikan?. Atau jika ia pergi
memancing setiap hari dan makan ikan yang mengandung racun?. Dapatkah ia
berakhir seperti kumbang-kumbang atau ikan tadi?**

tulisan dikopas langsung dari situs dipepi free food
gang<http://www.freewebs.com/freefoodgang>

ternyata penulisnya ngopast juga.hihi..

9 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s