Pemira = (bukan lagi) pesta mahasiswa

Kalo pemilu disebut sebagai pesta rakyat, maka pemira harusnya juga disebut sebagai pesta mahasiswa.. Idealnya, seluruh mahasiswa dengan penuh suka cita dan semangat menyambut kegiatan ini. Tapi kenyataan pahit yang aku lihat pada pemira kali ini, mulai dari tingkat universitas, fakultas, hingga tingkat jurusan, semuanya memberikan gambaran yang sama: sepi..kurang greget..ga seru!!
Pemira yang telah berjalan sejak awal November lalu masih kurang terasa. Hal itu terlihat dari publikasi yang kurang gencar hingga acara kampanye dialogis yang sepi penonton.

Dan kenyataan itu tak terbantahkan saat aku menghadiri debat kandidat caka BEM MIPA sore tadi. Acara itu dihadiri tak lebih dari 150 mahasiswa MIPA. Ke mana yang lain? Ada yang asyik main bola..nge-net di jurusannya..atau lebih memilih pulang daripada menonton acara tersebut. Panelis yang kritis dan semangat ditanggapi kandidat dengan datar, entah apa yang menahan potensi mereka. Padahal aku tahu dua kandidat itu cukup punya bekalan untuk maju sebagai ketua BEM selanjutnya. Mungkin karena kurang dukungan dan sorak sorai tim sukses yang menghidupkan suasana. Dan mungkin tim sukses terlalu malu untuk menjual calonnya (upz!). Tak lagi ku dengar lagu2 yang dinyanyikan untuk penonton ataupun calon. Tak juga ku lihat drum, galon, atau botol-botol air mineral dibunyikan saat kandidat menjawab pertanyaan. Hanya beberapa kali yel-yel terdengar dan sisanya berupa tepukan tangan atau suara-suara dari mulut tim sukses.

Hmm, sungguh miris yaa?! Terhitung sudah 3 kali aku mengikuti debat kandidat SM/BEM. Dan sore tadi adalah yang ke-4. Akan tetapi, ku rasakan ada penurunan kualitas n kuantitas pemira dari tahun ke tahun. Lalu, bagaimana dengan abang2 angk 2003 yang menyempatkan hadir sore tadi? Mereka pastinya lebih lama lagi melihat perkembangan ini. Dan mereka kecewa dengan kondisi ini. Bahkan ada salah satu orang yang berkomentar bahwa debat kandidat kali ini adalah yang terburuk. Sadis…!
Lalu, siapa yang salah? Panitia bisa jadi bersalah karena kurang publikasi. Para kandidat dan tim suksesnya juga layak disalahkan karena tidak bisa menarik massa sebanyak mungkin. Mahasiswa mipa juga harusnya tak lepas dari kepedulian mereka akan calon pemimpin yang akan membantu mengakomodir kebutuhan mereka. Tetapi, aku lebih memilih menyalahkan diriku sendiri. Aku pun memiliki andil dalam hal ini. Aku harusnya bisa lebih membimbing, menemani, dan memberikan solusi atas permasalahan yang dirasakan adik-adikku. Dan aku sadari bahwa usahaku terlalu minim untuk mendinamiskan mipaku tersayang.

Masa kampanye telah berakhir. Evaluasi besar telah terekam dengan baik. Dan solusi telah terpikirkan. Tinggal berbuat untuk esok yang lebih baik!
Semangka..!
Semangat Kawan..!

50 responses

  1. Parameter pemira bukan pada meriah atau gaknya hal-hal yang tadi…bisa saja karakter jaman ini memang sangat intelek dan cerdas…yang akhirnya mereka lebih meneliti para calon ketimbang rame-rame….akhirnya yaa bisa dilihat dari berapa banyak jumlah pencoblosnya…kalo memang ternyata pencoblosnya tidak jauh berbeda, berarti benar karakter yang berbeda yang harus disikapi kedepannya…kalo menurun, maka memang ada sesuatu yang harus kita benahi… Janganlah selalu menyalahkan diri atas apa yang belum pasti benar sebuah keburukan…setiap jama itu tidak pernah sama…dan sekali lagi, tiap jaman pasti ada sebuah solusi yang selalu berbeda

  2. ini bukan masalah dominan atau tidak sih sebetulnya…andaikan dominan maka itu sebuah kebaikan juga seharusnya….jika orang memahami proses ini, maka seharusnya banyak yang ingin disampaikan kepada para kandidat melalui semua media yang sudah difasilitasi

  3. cahaya03 said: setiap jama itu tidak pernah sama…dan sekali lagi, tiap jaman pasti ada sebuah solusi yang selalu berbeda

    jangan terbiasa menyalahkan “zaman” dengan berdalih setiap zaman punya punya anu, setiap zaman punya anu…….akui saja jika memang ada masalah, jika ada yang tidak “beres”salam

  4. pemira …pesta…..apaan sih….kini saatnya berfikir tuk tinggalkan pemira dan demokrasi….heran ……pada nyela-nyela demokrasi tapi tetep aja betah ma demokrasi…beralihlah ke sistem yang lebih soluiif dan efektif…..Syuro…..gak butuh dana jutaan…gak perlu repot-repot…cukup kasih 5 ribu buat beli gorengan tuk anggota syuro…….dan calon pun terpilih..gitu aja kok Repot……!!!

  5. wah sibuk2gak bisa komen panjang….inilah karena MIPA terlalu dinamis…ada yang maen bola…ada yang di bengkel lagi ngebubut gara2 alat deadline bentar lagi *saya banget*ada yang pulang,tampang lemas,gara2 TA bentar lagi tapi badan drop *cape banget saya*terlalu banyak tuntutan bagi anak MIPA…mabit MII lah, sosjam jam 6.30 lah -cupu yang gak dateng-. my locq MII, KA, TA, ngebubut, kuliah pengganti-malah ada niatan nandingin extensi,kuliah malem-MIPA memang…-manusia idola para aktivis-tetap keren…PEMIRA nyok……

  6. pohonpakis said: pemira …pesta…..apaan sih….kini saatnya berfikir tuk tinggalkan pemira dan demokrasi….heran ……pada nyela-nyela demokrasi tapi tetep aja betah ma demokrasi…beralihlah ke sistem yang lebih soluiif dan efektif…..Syuro…..gak butuh dana jutaan…gak perlu repot-repot…cukup kasih 5 ribu buat beli gorengan tuk anggota syuro…….dan calon pun terpilih..gitu aja kok Repot……!!!

    klo orangnya kayak om zulifan……bisa kayak gini…..(gorengannya kurang kalo cuma 5 ribu……paling ngga gorengan 10 rb, yang dateng syuro kan banyak)

  7. empireoffaith said: Mungkin kerena dah bisa ditebak kali yg menang yg man..

    yakin?? udah dapet info sebanyak apa hingga bisa menyimpulkan seperti itu?? andai kau tahu ghi..

  8. cahaya03 said: Janganlah selalu menyalahkan diri atas apa yang belum pasti benar sebuah keburukan…setiap jama itu tidak pernah sama…dan sekali lagi, tiap jaman pasti ada sebuah solusi yang selalu berbeda

    dah ketebak neh jawabannya..makasih ka..

  9. pohonpakis said: beralihlah ke sistem yang lebih soluiif dan efektif…..Syuro…..gak butuh dana jutaan…gak perlu repot-repot…cukup kasih 5 ribu buat beli gorengan tuk anggota syuro…….dan calon pun terpilih..gitu aja kok Repot……!!!

    haha,,andai kenyataan segampang comment yang anda tulis!!

  10. cantigicientaku said: dah dapet tentiran ya?

    bukan..yang satu ade kelas saya di jurusan..yang satu lagi ade kelas saya di samping jurusan..cukup tau lah perkembangan mereka gimana..

  11. cantigicientaku said: kalo orang mo maen di kampus (parpolma) dah dijegal duluan di jalan masuk (musma IKM UI)…mengurangi beberapa persen kemungkinan akan ramainya PEMIRA……..

    wah, situ sempat ikut musma ikm UI yaa??kenapa gada parpolma?? buang2 duit!!

  12. arvishahumaira said: Wah Ai,,, Cha gak bisa comment nie soal beginian, Cha juga gak nonton,,, maaf ya,,, yang pasti Cha mendukung Ai deh pokoknya!!! Gimana sekarang persiapannya say??? kangen deh udah lama gak ketemu Ai,,,

    makasih atas dukungannya cha..saatnya masa tenang..

  13. Bandingin aja semuanya ama yang lain…bandingin aja MIPA ama FIB…bandingin aja yang sekarang ama yang kemarin..bandingin aja sistem ini dengan sistem itu…kalo kalian sudah merasakan di semua tempat dan semua kondisi, tidak apa-apa buat dibandingin…kalo belum, lebih baik tidak perlu berkomentar…Lebih baik tidak usah dibandingkan jika akhirnya hanya menjadikan sebuah penyesalan dan perdebatan…..faham…….jalani saja yang sedang terjadi sekarang, jika merasa itu permasalahan…maka segera benahi…simple kan…

  14. cahaya03 said: Bandingin aja semuanya ama yang lain…bandingin aja MIPA ama FIB…bandingin aja yang sekarang ama yang kemarin..bandingin aja sistem ini dengan sistem itu…kalo kalian sudah merasakan di semua tempat dan semua kondisi, tidak apa-apa buat dibandingin…kalo belum, lebih baik tidak perlu berkomentar…Lebih baik tidak usah dibandingkan jika akhirnya hanya menjadikan sebuah penyesalan dan perdebatan…..faham…….jalani saja yang sedang terjadi sekarang, jika merasa itu permasalahan…maka segera benahi…simple kan…

    betul….terkadang kita gak paham..mengapa begini-mengapa begitu…hemmmah kak dodo gak ikut acara KA sich..menyenangkan pengisinya…apa lagi kalo sebelumnya ikut acara ILMY…ketemu sama ADKP, pak budi dari dept fisika…

  15. cahaya03 said: kalo kalian sudah merasakan di semua tempat dan semua kondisi, tidak apa-apa buat dibandingin…kalo belum, lebih baik tidak perlu berkomentar…

    ha…ha….ha….1.mahasiswa Ui juga belom ada yang jadi anggota DPR, or masuk ke pemerintah, tapi sering koar-koar ngeritik ini-itu. Tanya kenapa???2. klo harus ngerasain semua tempat dan kondisi baru boleh komentar, lalu pertanyaan bodohnya: enakkan masuk surga apa neraka???? Khan kita sama2 belom ngerasain….ha….ha…..haa

  16. devilbatdive said: ha…ha….ha….1.mahasiswa Ui juga belom ada yang jadi anggota DPR, or masuk ke pemerintah, tapi sering koar-koar ngeritik ini-itu. Tanya kenapa???2. klo harus ngerasain semua tempat dan kondisi baru boleh komentar, lalu pertanyaan bodohnya: enakkan masuk surga apa neraka???? Khan kita sama2 belom ngerasain….ha….ha…..haa

    tapi koq pertanyaan ini gak da yg jawab yach ?

  17. akuai said: Yawda jo,nt aja yang jawab!!

    sabar mbak ! btidur lah, kan pagi2 jam 7 harus kumpulJika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.Lagi dengerin Holy Qur’an dan kebetulan lagi: At-Taubah ayat 39

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s