Tanpa judul

Ujian kedua..
Masih dengan situasi yang sama..
Panggilan itu..
Permintaan itu..
Semuanya..
Seolah terulang kembali..
Ataukah ini yang disebut kesempatan kedua?
Mengingat aku mendapat nilai rendah pada ujian pertama..
Hingga aku harus membayarnya dengan airmata..
Oh, tidak!
Tidak untuk kali ini..
Ketegaran itu tlah tertanam..
Tinggal aku menopangnya dengan nilai2 keimanan..
Hingga nantinya ku rasakan betapa indah kemudahan dalam bingkai kesulitan..
Rabbi, cukuplah Engkau tempatku berserah diri..!

10 responses

  1. tiada kata lagikita harus kembali…smaragadh ai….nikmat mempunyai nilai tinggi akan lebih terasa kalau dah melewati yang rendah… lagipula kan gak ada noda, gak belajar… hehehe

  2. Ai…Alloh pasti bakalan ngasih yg terbaik…smangat yaak say….Alloh makin sayang ama Ai, klo Ai berhasil ngelewatin ujian ini…”Bersabarlah wahai saudariku…..”*jalan juang mode on..Luv U..

  3. Makasih yaa saudara-saudariku..Padahal tulisan ini begitu abstrak..Tapi masih juga dikomentarin..Entah ini disebut ujian kedua atau kesempatan kedua,,yang jelas aku harus memperbaiki kesalahan yang lalu..Sebuah persembahan untuknya..nun jauh disana..*masihtetapabstrak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s