Cinderella dan Sendal Jepit

Belum pernah kan baca atau dengar kisah Cinderella dan sendal jepit? Baiklah, akan aku ceritakan. Jangan harap akan mencium bau2 cerita yang romantis. Karena cerita ini aseli gokil abieez..! Begini ceritanya:

alkisah, hiduplah seorang putri yang manis nan sholehah *Subhanallah,,jarang2 kan nemu putri sholehah di cerita dongeng?!* Sang putri hendak pergi ke UI-kampus rakyat untuk menuntut ilmu *lebih tepatnya menagih utang: utang pulsa n tempat minum, secara hari itu gada kuliah* maklumlah, sang putri memiliki jiwa enterpreneur *apa tukang kredit yaa?xixi..* Maka, iapun turun di kober *tapi bukan buat ziarah loh!*

Beruntunglah ia, tak perlu berlama-lama menunggu, kereta kuda telah datang menghampiri *kereta kuda dari Hongkong? Yang ada mah bis kuning alias bikun UI* Sang putri pun langsung menuju pintu bikun tersebut. Ternyata, bukan putri saja yang ingin menaiki bikun itu. Rakyatpun berbondong-bondong menghampiri pintu bikun *hyaa,,rupanya pake fasilitas umum* Satu hal yang sangat disukai sang putri yaitu saat para pria menomorduakan dirinya untuk masuk bikun tersebut. Wah,wah.. Sopan santun mereka masih ada ternyata. Ladies first-lah.. Jadi merasa begitu dimuliakan *dan sang putri bersyukur karena dianggap wanita*

Lalu, moment penting dari cerita Cinderella ini pun terjadi. Saat itu sang putri hendak menaiki tangga bikun. Tiba-tiba sendal jepit sang putri terlepas dari kakinya *BSB=Bukan Sendaljepit Biasa.hehe..* Sang putri kebingungan. Bagaimana ia harus mengambil sendal jepitnya tersebut? *haha, lebay! Padahal tinggal turun dan ambil lagi sendal itu* Dan di saat itu pula muncul seorang ksatria *memilih menggunakan kata ini daripada kata pangeran* yang mengambilkan sendal jepit sang putri yang jatuh. Diberikannya sendal itu pada sang putri. Iapun langsung memakainya. Waah,,ternyata pas di kaki!! *yaiyalah, sendal dia gitu loh!* Akhirnya, sang putri dan ksatria hidup bahagia selamanya..

Eh,,
Cut! Cut! Cut!
Ending kaya’ gitu mah ga ada dalam kenyataannya.. Beginilah cerita sebenarnya:

Setelah memakai kembali sendal jepitnya, sang putri buru2 masuk ke dalam bikun. Bergerak menjauh. Jauh dari orang-orang yang melihat insiden itu. Tapi, sudahkah sang putri mengucapkan trima kasih pada ksatria itu? Entahlah.. Penulis sulit mendapat gambarannya. Yang jelas sang putri merasa malu. Bawaannya mau buru2 pergi. Gimana enggak? Masa’ ketinggalan sendal jepit! Ga keren banget yaa?! Tapi begitulah, cerita yang sungguh anneeh..!

PS: pake sepatu kets ato sendal gunung lebih nyaman euy! ^^v

26 responses

  1. Aaaaaaaaaiiiiiiiiiiiii….aku ngakka parah bacanyaaaaaaaaaaaaa!!!berniat bikin versi panjangnyaaa…Rabbi… Ai.. kau bener2 menginspirasikuu…ksatria yang baik budi.. sedal jepit yang ga punya akal budi..wakkakka….

  2. pandakeadilan said: btw, saya juga pernah gitu…hihihitapi bukan sendal jepit yang saya ambilin…wah…jangan2 dia itu juga mengangap saya kesatria..???? ^^!@!…jadi malu…🙂

    WAAAAAAHHH…kerjaan kstaria sekarang ga hanya memberantas ketidakadilan dimuka bumi. tapi merangkap ngambilin sendal jepit dan benda2 lainnya yang tercecer di jalan… *angguk2*

  3. Hehe.. Ga tau mba.. Ga sempat nanya nama/fak/jur/ank-nya *keburu kabur saia!* mukanya aja udah lupa2 inget *banyakan lupanya*apa dibikin sayembara aja?wakaka..

  4. Jyaah.. ksatria itu buat lebih menggambarkan cerita cinderella aja.. Kan kalo ditulis “orang yang menolong” kurang keren..Jadi sebenernya biasa aja Dan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s