Supersemar=SeUntai PERsembahan di SEbelas MARet ^^v

Mungkin sudah menjadi sunnatullah bahwa yang tua akan menasehati yang muda. Seperti padi, makin merunduk, makin berisi. Aku ngerasain betul, kalo ke kampus, bawaannya ngasih wejangan ke adik2 di jurusan atau di fakultas. Maklum, udah jadi angkatan paling tua neh (walau masih ada beberapa angkatan 2004, bahkan 2003!). Secara ga sadar, nasehat2 itu keluar dari obrolan2 santai. Dan begitu pulalah yang terjadi saat aku chatting dengan seorang senior. Padahal kalo dilihat, obrolannya tuh ringan banget. Namun tanpa diminta, dia telah memberikan nasehatanya yang sederhana, tapi bermakna dalam.

Ada 3 hal yang senior sampaikan padaku:
1. kamu adalah generasi pengganti yang harus lebih baik dari sebelumnya.
Sekilas, kata2 ini biasa saja. Tapi jika aku boleh menangkap maksud kata2 tersebut, maka itu bermakna sangat dalam. Fenomena yang terjadi saat ini adalah penerus2 yang tidak lebih baik dari sebelumnya *dengan bahasa yang sangat halus*. Hal ini terjadi hampir di setiap lini, bukan hanya pada aktivitas dakwah yang katanya jauh dari assholah, tapi juga dari sisi lain. Contoh terdekat ku ambil dari jurusanku. Asisten lab sekarang kurang greget kalo lagi praktikum. Info2 yang mereka punya seadanya. Beda banget sama asisten2ku dulu. Hmm, ga bermaksud membeda2kan sebenarnya. Secara, akupun termasuk ke dalam generasi yang tadi disebutkan. Tapi kalo kita bisa mengambil hikmah dari kata senior tadi itu bagus banget, ‘orang2dulu’ berharap sekali agar ‘orang2sekarang’ bisa lebih baik dari mereka. Jangan sampe celaka lah..Astaghfirullah. Ayoo evaluasi diri!

2. Jangan sia2kan waktu kita.
Ga mau menjelaskan banyak. Karena aku bukan orang yang juga udah jago dalam hal manajemen waktu. Pun nasehat yang satu ini udah berat sebelum dijelaskan. Semuanya pasti udah tau hakikat waktu itu sendiri. Jadi, ga perlu banyak penjelasan, tinggal memanfaatkan waktu kita sebaik2nya. Quote of the day kuberikan untuk melengkapi point ke 2 ini.

3. Hati2 dengan amanahmu di sekolah & kampus ai.. Ingat amanah keluarga.
Sungguh pengingatan yang luar biasa! Bahkan tanggapan pertamaku adalah helaan nafas panjang. Entah senior sadari atau tidak, tapi ia mengawali nasehatnya dengan kata hati2. Yang ku tahu, kata itu menunjukkan kewaspadaan, penjagaan, dan kesiapan diri akan hal2 yang akan terjadi terkait amanahku itu. Jika mengingat keluargaku: mama, ayah, ayus, k’irma, anuy, lisdha, eceu’.. Hwaaa, hiks2.. Apa yang sudah ku lakukan untuk kalian? Maafin ai yaa yang masih belum jadi anak sholehah seperti Fatimah azZahra.

Saudara/iku, hikmah itu bertebaran di mana2, seperti daun2 yang berserakan di jalan. So, tiap moment yang ada, alangkah baiknya jika kita bisa mengambil hikmah darinya.

Akuai, nulis-makan mie-nulis-minum air es-nulis-sholat subuh-nulis-siap2 mo ke Bogor-masih nulis juga-dst
*Jalan ini masih panjang, ka.. Bukan bertabur bunga2 cantik lagi harum, tapi onak dan duri yang siap melukai jika kita tidak berhati-hati!

3 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s