Ketika aku mengabstrakkan diriku..

Jyaah,,pagi2 udah nulis tentang keabstrakan. Katanya mau berusaha mengubah tulisan dari gaya abstrak n ga penting menjadi layak n patut untuk dibaca, setajam silet..?! *duh, ngaco kan!

Tengah malam tadi, aku kembali mengabstrakkan diri. Menulis absrak memang sesuatu yang ku senangi. Tak perlu banyak beretorika. Cukup menggambarkannya dengan beberapa bait kata. Tak berharap orang lain memahami tulisanku juga. Aku cukup puas telah berkarya, walau abstrak tentunya. Heheu.. Tapi aku merasa tulisanku yang ku buat tadi malam itu terlalu dipaksakan. Abstraknya siy dapet, tapi feelnya kurang. Maklum, keabstrakanku biasanya lahir di saat yang luar biasa. Harus pas moodnya. Jadi kata2 mengalir begitu saja. Nah, tadi tuh cuma mau melepas kerinduan pada tulisan abstrakku. Mungkin karena dah lama juga ga nulis gaya itu. Jadi canggung deh..

Jika ai itu cinta dan cinta itu abstrak, maka berarti ai itu abstrak dunk! Hehe.. Begitulah, aku memang abstrak. Aku suka mengabstrakkan tulisanku. Dan aku senang karena punya sobat2 abstrak. Salah satunya neoraja. Aku baru jadi sobatnya saat dia tlah menulis tapak ke-99. Bahkan dia mengabstrakkan judulnya. Semua berawalan TAPAK. Keren banget kan? *bikin neo GR ah..hihi..* apalagi karena dia bisa menulis abstrak kapan aja. Ga kaya aku yang harus nunggu moment dulu. Dan aku senang kalo ada yang ikutan nulis abstrak. Setidaknya aku punya sobat2 yang bisa memahami tulisanku. Eheuheu..

Met mengabstrakkan diri, sob! SEMANGKA..! ^o^

12 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s