One year ago.. [part 2]

Satu kawan pergi, datang lagi kawan yang lain. Dua orang kawan datang untuk sekadar menanyakan kabar. Sama saja. Kehadiran mereka tak dibutuhkan sang gadis. Tidakkah mereka bisa sedikit memberinya ruang untuk sendiri? Emosi sang gadis memang tidak stabil hari ini. Beruntung satu orang pergi. Tapi tidak dengan yang seorang lagi. “Hei, kenapa kau tak pergi juga sih?!”, batin gadis itu. Ia tak mau sang kawan mendapati dirinya dalam keadaan seperti ini. Tapi toh sang kawan memilih untuk tetap tinggal. Menemani gadis itu yang terdiam di sudut ruangan sambil membaca tulisan tangan berisi curahan hati sang gadis.

Hampir memasuki waktu maghrib. Bunda bereaksi lagi. Pernafasannya kembali terganggu. Sebenarnya bukan hanya karena pernafasannya yang bermasalah. Komplikasi jantung-paru2-ginjal pasti telah mengganggu sistem tubuhnya. Dan dokter sehebat apapun tak dapat mengubah ketentuan Allah Yang Maha Memiliki setiap nyawa. Kecupan lembut di pipi dan tangan bunda mengantarkan bunda yang pergi untuk selamanya. Tak banyak airmata yang dikeluarkan sang gadis meski suasana RS cukup penuh dengan tangis haru. Saat ia mengabari kawan2nya pun seolah ia mengabarkan berita biasa. Datar. Bahkan ketika kawan2 melayat ke rumahnya, tak sedikitpun airmata tampak di wajahnya. Membuat mereka bingung, heran, bahkan mengira sang gadis ga normal.

Entahlah. Sang gadis pun bingung dengan kondisi kejiwaannya. Ia sempat khawatir bahwa ia mania. Tapi satu pelajaran lagi yang sangat berharga, bahwa kematian begitu dekat. Dan kini menjemput orang terdekatnya. Tak ada yang boleh mengelak dengan ketentuan-Nya. Bahkan Rasulullah mengajarkan umatnya agar tidak meratapi kematian seseorang. Karena kematian adalah sesuatu yang pasti. Ingat mati! Dan persiapkan segala bekalan untuk menghadapinya. Semoga bukan sekadar retorika. Amin.

~the end~

*Makasih, ma. Kau telah banyak menginspirasiku dalam membuat tulisan. Love you..

10 responses

  1. setahun yang lalu ya,,pernah ngalamin hal yang sama,tp bukan ke ibu kandung,ke tante yg krena kanker rahim jd g bs punya anak,dan udh nganggep aku n kakak2 sbgai anaknya..Tapi aku blum bs setabah kk wkt it

  2. jadi inget pernah 2 kali nengokin orangtua temen yg di ICU..keesokan harinya setelah saya tengok, orangtuanya meninggal…dan itu terjadi 2 kali!!!hiks, apakah kehadiran seorang teman yang mencoba menemani dan berempati itu mengganggu dan merugikan ya?

  3. inget waktu nenekku meninggal waktu aku msh smp, malam sebelumnya aku malah mimpi nenekku itu plg ke rmh dalam keadaan sehat, tp pgnya dpt kabar menyedihkan itu… mgkn maksudnya plg itu….

  4. aishachan said: setahun yang lalu ya,,pernah ngalamin hal yang sama,tp bukan ke ibu kandung,ke tante yg krena kanker rahim jd g bs punya anak,dan udh nganggep aku n kakak2 sbgai anaknya..Tapi aku blum bs setabah kk wkt it

    aku juga blum bisa setabah mereka..ini masih terlalu kecil ujiannya..

  5. carrotsoup said: hiks, apakah kehadiran seorang teman yang mencoba menemani dan berempati itu mengganggu dan merugikan ya?

    hmmm,,ga juga pak..cuma.. duh,,sulit menjelaskannya..

  6. syatianee said: inget waktu nenekku meninggal waktu aku msh smp, malam sebelumnya aku malah mimpi nenekku itu plg ke rmh dalam keadaan sehat, tp pgnya dpt kabar menyedihkan itu… mgkn maksudnya plg itu….

    slama di rumah sakit *sebelum masuk R.ICU* ibuku juga suka ngomong yang aneh2 kok ti..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s