tak ingin tergantikan oleh yang lain

Malam kian larut. Gemericik air di akuarium itu menemani dirinya yang masih terjaga. Ingatannya kembali ke masa ketika sebutan anak rohis melekat dalam dirinya. Saat itu, ia kesal sekali jika para alumni mulai terlibat dalam rapat2 kepanitiaan rohis atau ketika para alumni itu mengutak-atik ide pengurus rohis. Itulah pemikiran sempitnya kala itu.

Pernah suatu kali, ia “dijebak” untuk menghadiri sebuah acara rohis-yang katanya penting-yang bertempat di masjid sekolahnya. Ternyata, ia hanya mendapat ceramah dari seorang alumni. Satu perkataan alumni yang sangat ia ingat, “Dakwah ga butuh antum, tapi antum yang butuh dakwah!” Hah? Bagaimana mungkin dakwah tak membutuhkanku? Lalu, siapa yang akan menggerakkan dakwah? Ia sama sekali tak percaya, hanya mencibir pernyataan itu. Padahal, sudah jelas ia tergantikan oleh temannya yang lain. Yang siap berjuang di jalan dakwah.

Dunia kampus lalu membentuknya, menjawab arti dari setiap hal yang ia dapatkan saat menjadi anak rohis dulu, tentang ukhuwah, amal jama’i, tsiqoh, amanah, juga tentang sebuah pernyataan yang masih diingatnya. “dakwah ga butuh antum, tapi antumlah yang butuh dakwah.” huff, benarlah apa yang dulu kau kata, ka!, batinnya kembali bicara.

“Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang lebih pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikanNya sedikitpun. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Potongan ayat Surat At Taubah itu telah menjadi salah satu sumber motivasinya. Ia tak ingin tergantikan. Ia ingin terus berada di jalan dakwah itu, jalan yang juga dilalui Rasulullah dan sahabat. Meski ia sadari bahwa jalan itu penuh kerikil. Maka, biarlah yang lain memilih pergi, atau tak mau ikut lagi dalam rombongan itu, ia ingin tetap bertahan.

Aahh,,rasa kantuk membuyarkan lamunannya. Kenangan masa lalu yang indah. Hei,, bukankah perasaan itu harus terus muncul. Ia tak ingin tergantikan. Ia ingin terus bertahan. Ia ingin berada di barisan para pejuang, yang hidupnya dalam kemuliaan, atau wafatnya dalam keadaan syahid. Dan seuntai doa akan menutup harinya yang kelabu. Allahumma amin..

29 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s