Softener

Sesampainya di rumah, seorang anak tergesa-gesa menuju dapur. Dengan nafas yang masih naik turun, ia menghampiri lemari tiga pintu yang ada di dekat kamar mandi. Matanya fokus mencari sesuatu hingga tak dihiraukannya sang ibu yang kebingungan dengan aksinya.

“Kamu cari apa, nak?”

“Eh, ibu.. Mengagetkan saja!” si anak baru sadar ibunya telah sejak tadi berada di dapur.

“Aku mencari softener, Bu..” lanjutnya.

Sang ibu langsung menuju lemari yang telah diobrak-abrik oleh si anak. “Makanya, jangan terburu-buru dalam mencari.” Ibu menyodorkan sebotol softener kepada si anak.

Segera isinya dituangkan si anak ke dalam ember. Lalu, diambilnya pisau bekas sang ibu memotong bawang. Dirobeklah tubuhnya. Ia ambil hatinya dengan tangannya. Kemudian, ia masukkan hatinya ke dalam ember.

“Apa yang sedang kau lakukan, nak?” Sang ibu semakin heran.

“Aku keras hati, Bu…” jawab si anak.

***

Tulisan ini dibuat untuk meramaikan kampung MP dengan fiksi mini alias flash fiction. Bagaimana? Oke ga? Kayanya siy lebih tepat disebut flash freak-tion yaa?! Hoho.. Happy Writing! ^____^v

28 responses

  1. akuai said: anak gadis ga boleh cengengesan juga ^__^

    cengengesan bolehkan ga bersuara.. hahajd inget 1 cerita ai, ttg suara inintar deh tak ceritain lwt smstagih lah yaa kalo udh baca komenku iki😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s