time

Mama menghampiri Anak yang sedang duduk termangu. Ditatapnya dalam-dalam Anak yang sedang memunggunginya. Hmm..Waktunya tak banyak. Hanya sedikit nasihat yang bisa Mama sampaikan.

Manfaatkan waktumu dengan baik, Nak. Karena waktu takkan pernah kembali,” kata Mama kepada Anak.

Anak menangis. Anak sangat mengenali betul suara itu. Tapi, ditahannya air mata agar tidak tumpah dan jatuh ke jilbab putihnya. Bagi Anak, airmata itu bisa jadi simbol kelemahan dan kekuatan. Tapi kali ini, airmatanya melambangkan kelemahan. Anak tak ingin menangis. Anak harus tegar! Anak harus jadi kebanggan Mama.

Anak mengusap airmata yang terlanjur membasahi matanya. Anak tidak ingin ada gurat kesedihan di wajahnya. Maka, penuh semangat anak menoleh ke arah sumber suara. “Mamaaaa…!” ujarnya.

Mama tidak ada. Hanya ada tembok warna biru dan lemari baju. Dan semua hanya mimpi..

10 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s