Untuk Asumi

Kemarin, aku login Ym menggunakan operamini, tapi lupa untuk sign out. Walhasil ada banyak pesan yang masuk. 14 pesan diantaranya dari saudari senasib, satu angkatan, satu jurusan, tapi belum jua lulus. Entah kapan pesan itu dikirimnya. Tidak ada keterangan waktu di sana. Dan dia terus bercerita, tanpa peduli bahwa aku tak membalas pesan-pesan itu.

Seperti biasa, pagi ini saya sudah sampai di kampus
liat ikan gurame
dalam benakku, aku tahu bahwa pasti banyak ikan yang mati
pada awalnya, saya sangat sedih
melihat ikan2 mati
bagaimana penelitian saya kalau mati terus begini
tapi, ada satu yang selalu menjadi pegangan
Alloh, sudah merencanakan dan aku hanya berusaha
……..
Hari ini, UI sangat ramai
ternyata ada wisudaan…
di rumah kaca bisa OL
tadi anak2 teknik yang pakai toga diarak2
Sari
ikannya mati banyak

Kau tahu, dia saudariku. Saudari yang sangat kusayangi. Hanya dengan membaca pesan ini saja airmataku mengalir dengan derasnya. Kau mungkin tidak akan mengerti perasaan yang kini bersemayam di hatiku. Kebanggaan, haru, kasih sayang, entahlah..

Aku ingat, kemarin, saat pesta wisuda di jurusan, aku mengirim SMS untuknya. Kubilang, “Senyum yang dipaksakan itu ga enak, yaa? Haha.” Lalu dia justru membalasnya dengan mengatakan bahwa Allah sayang pada kami berdua. Bahkan dia meyakinkan saat aku meragukannya.

Allah, aku sungguh tidak cemburu pada teman-temanku yang mungkin terlihat anggun dengan kebaya yang jauh-jauh hari dipesan untuk hari yang berbahagia. Yang mungkin memancarkan wajah ceria saat berfoto sambil mengenakan toga. Yang mungkin menerima banyak bunga dan ucapan selamat atas kelulusannya. Yang mungkin… Ah, entahlah! Aku pada akhirnya memang tidak melihat mereka. Aku memilih di rumah, mengistirahkan diriku. Mungkin itulah yang terbaik. Allah tidak mengizinkanku mempersembahkan senyuman palsu.

Duhai, aku sungguh lebih cemburu kepadanya. Kepada saudariku yang sedih bukan karena arak-arakan anak teknik itu, tetapi karena kematian ikan-ikannya. Allah pastilah lebih menyayanginya. Dia yang tegar, yang bangkit setelah terpuruk dalam penelitian sebelumnya yang ‘gagal’. Dia memang layak dicintai. Lebih dari apa yang dia berikan.

Dan tulisan ini kupersembahkan untuk Asumi. Jika kau merasa tulisan ini terlalu emosional, mungkin kau benar. Jika kau merasa bahwa aku berlebihan, kau pun benar. Ini hanya untaian kata. Mungkin hanya sarana agar aku dapat berlatih menulis. Satu hal yang harus kau ketahui dengan baik. Aku menyayanginya. Dan tulisan ini untuk Asumi. Ditulis dengan penuh cinta dan air mata.

P.S. Selamat kepada Wisudawan/wisudawati periode 2010. Semoga ilmunya bermanfaat, yaa! ^_^
maaph nggak bisa dateng untuk kasih bunga n foto bareng saat wisuda UI. Aku flu berat euy! :p

*tapi semoga senyum ketika pesta wisuda di jurusan ini tulus yaa! ^__^
**hei,,di foto itu ada gadis di dalam kereta looh :p

46 responses

  1. Aku cemburu pada asumi :Dgw juga ngerasain cemburu i, saat setengah barisan wisudawan fik diisi cumlaude, dan gw akan duduk di bangku sisa. Kita ini (atau gw doang lah) seringkali tidak siap menuai apa yang kita sendiri tanamtetap semangat i, tak ada yang ALLAH ciptakan sia-siadateng ke wisudaan gw aja?😀

  2. dan ini balasan dari asumi:(dia menuliskannya di comment postingan MP di Fb-ku. ga punya MP soalnya..)asslamualaikum, aku asumi…ehm, salam kenal dari aku…ehm, saat membaca, air mata ku menetes…tiba2 menetes. aku juga tidak tahu kenapa….ehm, hari ini juga ikan2 ku mati lagi. yang bisa aku lakukan adalah mengobatinya, berharap mereka segera sembuh dan membantuku untuk penelitian…sambil mengobati, aku berpikir, wah,,,aku punya profesi baru, jadi perawat ikan…tak apalah. Alloh pasti Melihat kuyang pasti kematian ikan2 aku adalah karena takdir Alloh. yang bisa aku lakukan adalah ridho, karena dengan ridho beban sedih yang ada di hatiku, tergantikan dengan seyuman, bahwa Alloh, sayang padaku….**dengan sedikit menghilangkan beberapa kalimat. hehe..

  3. night16 said: ikan penelitian? emang di teliti pake apa bisa pada mati?

    penelitiannya tentang ikan yor.. mau mencari pakan yang murah. jadi ikannya jadi bahan percobaan deh..

  4. pemikirulung said: Kita ini (atau gw doang lah) seringkali tidak siap menuai apa yang kita sendiri tanam

    mantab buw.. akan gw ingat.. ntar gw jadiin note dah :p

  5. pernah ngerasain di posisi asumi dan posisimu…karena skripsweetku gagal dan akhirnya digantikan kuliah 1 smt lagi sebagai pengganti skripsweet tsb…tapi tetep semangat ai…akhir yg indah…insya Allah…^___^

  6. ulict said: pernah ngerasain di posisi asumi dan posisimu…karena skripsweetku gagal dan akhirnya digantikan kuliah 1 smt lagi sebagai pengganti skripsweet tsb…tapi tetep semangat ai…akhir yg indah…insya Allah…^___^

    ^__________^

  7. thesafrizals said: Iyyyy judesnya….NB: Ternyata gw gak lupa cara bikin komen di MP Horeee….

    hwaaaa…sebuah kunjungan yang tak disangka2 neh dari mush lama..apa kabar, om iqbal?? istri dan anak sehat? ^___^

  8. akuai said: hwaaaa…sebuah kunjungan yang tak disangka2 neh dari mush lama..apa kabar, om iqbal?? istri dan anak sehat? ^___^

    Baik-baik Alhamdulillah. Dah lama gak berkunjung, Akuai sendiri gimana anaknya sudah berapa? 😛

  9. thesafrizals said: Baik-baik Alhamdulillah. Dah lama gak berkunjung, Akuai sendiri gimana anaknya sudah berapa? 😛

    ratusaaan.. eh, lebihhh…anak capung om. hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s