Baby Sitter And The Backbones

Tulisan ini hanyalah secuil catatanku sebagai seorang baby sitter gadungan. Ada banyak pengalaman baru, tips, fakta menarik, dan kisah lucu yang mewarnai hari2ku sepekan terakhir bersama bayi berusia 17 bulan. Semua akan diceritakan secara abstrak dan cuma-cuma. Hahaha.. (mulai ga jelas :p)

DO U KNOW? (fakta dudulz)

*bayi yang baru mandi SENGAJA wajahnya dibedakin secara nggak merata biar tetangga tau kalo si bayi UDAH MANDI.

*perilaku anak yang sering dadah-dadah saat melihat mobil atau kereta ternyata DIAJARKAN oleh ibunya. (bahkan kata adikku, kalo ada pesawat yang lewat, mereka akan bilang, “pesawat, minta uang donk!” -eeeh?! -_-“)

TIPS

1. Sabar

Inilah tips pertama yg sangat ingin kusampaikan. Inget yaa Beb (maksudnya bebisitter :p), yang dihadapi itu seorang bayi yang punya kebutuhan tingkat tinggi: untuk dipahami, diperhatikan, dimandikan, diberi makan, dan di-di-di lainnya (yang pasti didi bukan samponya. Dia pake J & J, halah..).

Bersabarlah. Karena mengurus bayi itu sangat menguras fisik dan psikis kita. Maunya banyak beneer.. Tapi penyampaiannya sering ga jelas. Dan kalo fisik udah lelah, yang akan diuji kemudian adalah psikis. Kita jadi gampang emosi n naik darah. Maka, sekali lagi, bersabarlah! Karena hal yang umum terjadi, jika tak bersabar, selanjutnya akan terjadi pemukulan pada si bayi. Kalaupun ga dipukul, anak bisa jadi dibentak. Hadeuuh.. Padahal sikap kayak gitu bisa mengganggu perkembangan si anak (sekarang mulai sotoy :D).

2. Masuk Ke Dalam Dunianya

Ga ada ceritanya seorang anak dituntut untuk beradaptasi dengan dunia orang dewasa. Justru sebaliknya. Kitalah yang harus memasuki dunia mereka, dunia yang bisa dibilang cuma ada 4 kegiatan: mandi-makan-tidur-main. Jadi, lupakan dulu tuh yang namanya nulis, baca buku, hang out bareng temen, nonton, apalagi ngenet. Bisa ngempi semenit dua menit aja udah prestasi tuh! Hehe.. (duhai calon ibu, sudah siapkah melepas kesenangan pribadimu? ^_^).

Maka, semua kegiatan baby sitter harus digadaikan dengan dunia barunya. Tak ada lagi buku, HP, atau laptop dalam genggaman. Semua tergantikan oleh botol susu, boneka beruang (yang diberi nama Paman Beru), atau air putih sebagai teman perjalanan. Kadang, kita harus mengajaknya keliling kampung, melihat mobil pemudik lewat di depan gang, atau bernyanyi sampai nggak tau lagi harus nyanyi apa. Pokoknya harus punya stok permainan yang banyak deh. Karena anak kecil itu gampang bosan.

3. Pelajari Tingkah Lakunya

Tiap anak punya ekspresi yang beda-beda. Itulah yang perlu dicatat dan dipelajari. Pasti nanti akan muncul banyak pertanyaan: kenapa dia nangis? BAB kah? Haus? Lapar? Lelah? Bajunya ga nyaman mungkin? baby sitter yang baik, harus bisa menjawab pertanyaan itu.

Selain tingkah lakunya, perhatikan juga kebutuhan lainnya, bagaimana menyeduh susu yang baik, mencuci botolnya, memandikan, penanganan saat BAB, memakaikan popok, dan lain-lain (weleh… Mana tips-nya? Knapa jadi cuma point2 gini :p)

Lucu Nggak Lucu Yang Penting Cerita!

Di sebuah kereta AC-Express menuju depok, saat orang kantoran memadati gerbong, seorang bayi tak henti-hentinya menangis. Baby sitter mulai panik. Berbagai cara dicoba tapi hasilnya nihil. Bayi itu hanya diam sementara untuk kemudian menangis lagi. Semua mata mulai tertuju pada sang baby sitter (yang ini penggambarannya agak lebay, aslinya mah mereka banyakan GA PEDULI!). Akhirnya baby sitter mulai berdiri dari tempat duduknya. Si kecil masih juga rewel, “Didi.. Didi..”, katanya. Beruntung ada mbak yang cantik mau mengajak ngobrol si baby.

“Mau diri ke mana? Emang udah bisa jalan?” kata mbak cantik lembut.

Si kecil masih bersenandung “Didi…”. Baby sitter masih diam. Membiarkan mbak cantik berbicara.

“Mau diri di tempat duduk aja?” lanjut mbak cantik.

Akhirnya, baby sitter pun angkat bicara. “Emm.. Bukan mau berdiri, tapi lagi manggil ayahnya. Namanya Didi..!”

Maka, mbak cantik pun segera mengganti topik baru. Mengajak bayi itu memandang ke luar jendela.

“Tuh, lihat.. Malam itu gelap. Gelap itu malam. Siang itu terang…”

Dan tak lama mata bayi itu terpejam. Pastinya bukan karena sebuah kepura-puraan agar tak lagi mendengar cerita mbak cantik yang berulang seputar gelap-terang. Hehe..

Sekian cerita baby sitter kali ini. Kapan2 lanjut lageee….. Hoho (^o^)/~

***
LA,
17 Sept’ 10 pk. 23.07 wib
Mulai kangen dengan suara Aqilla yang merengek, “Ai… Nindong..”

41 responses

  1. @wennyradiya kan beb? Hehe..@oncomkoWaah.. Tante Rie blum sempat gendong Qilla neh pas di Kota Tua.. Padahal backbones tante Ai udah hampir remuk. Serasa abis naik gunung *lebay :p

  2. @wennyraduntung adikku cuma satu n udah gede pula. Jadi bisa join ngurus 3 keponakan yg ‘lincah2’. *menantikan datangnya keponakan keempat, hahay!@daun2keringboleh2. Jadi, kita mau nyulik anak siapa buat jadi bahan percobaan? :p@deeu47iyaa.. *makanya tipsnya ga ditampilkan. Haha..Ayo, tante dian.. Belajar yg rajin!😀

  3. O, YA. ADA SATU HAL PENTING LAGI YANG LUPA DISAMPAIKAN! (gimana sih, penting tapi lupa :p)Bekerjalah dengan hati. Para bayi nggak sepolos yang dibayangkan. Mereka tau loh kalo mereka diperlakukan setengah hati (aka ogah2an). Maka, gendong mereka dengan lembut, ajak ngobrol terus, dan berikan contoh yang baik (makan pake tangan kanan, memulai sesuatu dari kanan, budayakan TTM, dll). Jangan curcol balik ke mereka. Ga tau yaa yang lain gimana. Kalo pengalamanku sih they don’t care! Ga peduli kita capek, yang penting kebutuhannya terpenuhi. Sabar, ikhlas, semangat lah pokoknya! ^^b

  4. Haha…aku jadi inget kejadian pas dia nangis2 terus aku bilang”sini ummi gendong” akhirnya dia milih aku buat digendong :pTapi ak masih merosot2 gendongnya..masih perlu latian *nyari korban buat latihan :p

  5. @wennyradberarti hatiku baik yaa wen? *kesimpulan sepihak :ptapi ada juga wen yang anaknya itu emang ga gampang deket sama orang. Jadi susah menaklukkannya…@lussysfinfal apa mba? :p@cinderellaztycari juga referensi lain yaa neng. Ini mah tips yang umum bangget… :D@yuniezalabellahehe… Boleh mba. Harga temen lah… :))*akhirnyaa lowong juga mba. Tadinya ponakanku itu mau dititipin sampe hari ahad tapi ga jadi. Alhamdulillah..

  6. @megalotusiya rif, betul betul. Aku udah siap neh! *siap apa coba? Ikut ga jelas XD@aishachanaku tak menyangka sha kalo dia memilihmu.. Tapi knapa cuma sebentar gendongnyaaa? :))@mylathiefpasti dia memilih tidur daripada harus bermain dengan dirimu. Haha…*bolehlah,, lulus seleksi baby sitter tahap 1😀

  7. akuai said: @wennyradberarti hatiku baik yaa wen? *kesimpulan sepihak :ptapi ada juga wen yang anaknya itu emang ga gampang deket sama orang. Jadi susah menaklukkannya…

    humm..iya kamu baik :)tapi kan sedikit2 pasti luluh jg :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s