Omaliman Dan Ikan Asin

Siang itu, Omaliman berencana berkunjung ke rumah Dr. Dolittle. Sebagai seorang superhero di kampungnya, Omaliman harus menangani kasus yang mencuat akhir-akhir ini. Ibu-ibu di kampung Omaliman banyak yang mengeluhkan ikan asin mereka yang sering dicuri oleh kucing. Tak jelas kucing yang mana. Harapan Omaliman, Dr. Dolittle yang mengerti bahasa binatang dapat membantu Omaliman untuk mengintoregasi setiap kucing yang ada di kampungnya. Sayangnya, Omaliman hanyalah superhero kampung. Dr. Dolittle tidak mengenalnya. Maka, Omaliman pun mengajak Nogu Girl, superhero yang lebih terkenal dan pastinya mengenal Dr. Dolittle.

Sesampainya di rumah Dr. Dolittle, Nogu Girl langsung disambut ramah oleh sang empunya rumah. “Masuk.. Masuk..” Dr. Dolittle mempersilakan. O, ya bilang supirmu untuk memasukkan mobilmu ke dalam garasi saja. Nanti saya kedatangan tamu lain soalnya.” lanjut Dr. Dolittle.

“Eeh, supir?” Nogu Girl agak bingung.

“Loh, pria yang kurus dan terlihat kampungan yang datang bersamamu tadi siapa?” tanya Dr. Dolittle.

“Ooh, dia bukan supir saya, Doktor..” Nogu Girl tertawa sangat puas.

“Perkenalkan, saya Omaliman.” Omaliman mulai memperkenalkan diri. Tidak biasanya, Omaliman terlihat agak malu-malu dan kurang percaya diri. Tapi tampang kampungannya masih jelas tergambar.

“Omaliman, mana senyum kampungannya?” bisik Nogu Girl.

“Gue kebelet pipissss….” kata Omaliman. “Ehm, Mister, saya mau numpang ke kamar mandi boleeh yaa??” pinta Omaliman kepada Dr. Dolittle, sok akrab.

10 menit kemudian.. (kok lama banget yaaa??)


Omaliman datang dari arah belakang. Senyum kampungannya telah kembali. Ia pun duduk di kursi tamu dan meneguk Orange Juice yang disajikan di meja. Hadeuuuh,, kenapa gue bisa kenal sama ini orang siih? batin Nogu Girl.

Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu Omaliman pun datang. Dr. Dolittle mengajak mereka makan siang. “Jadi, bikin janji ketemu sama si doktor jam segini biar sekalian diajak makan siang?” kata Nogu Girl yang terlambat menyadari rencana kampungan Omaliman. Dan senyum Omaliman pun kembali terkembang. Asli, norak banget!

Mereka pun mulai beranjak ke ruang makan. “Tunggu sebentar yaa?” kata Dr. Dolittle.

Tak lama, Dr. Dolittle kembali ke ruang makan. “Mohon maaf, ikan asin yang tadi diletakkan istri saya di dapur tiba-tiba hilang. Aneh memang, padahal biasanya kalau diletakkan di situ tidak apa-apa.” Dr. Dolittle mulai menjelaskan.

“Wah, jangan-jangan pelakunya mirip kayak yang di kampung Omaliman, nih?” Nogu Girl mulai menganalisa.

“Emmm, iya kali yaa?” Duh, Omaliman sepertinya tak banyak membantu. Dr. Dolittle dan Nogu Girl menuju ke dapur, mulai menganalisa kembali kemungkinan penyebab hilangnya ikan itu. Omaliman sendiri masih belum beranjak dari ruang makan.

“Eeh, Andrew, sini kamu..” Tiba-tiba Dr. Dolittle memanggil seseorang. Siapa? Jelas-jelas hanya ada mereka bertiga di dapur (Omaliman akhirnya datang menyusul).

“Andrew? siapa?” tanya Nogu Girl.

“Oh, dia kucing liar. Dia mungkin saja yang mencuri ikan itu. Saya pernah mendengarkan curhatannya ketika dulu dia mencuri ikan di rumah tetangga saya.” kata Dr. Dolittle. Seekor kucing gembul berwarna abu-abu tapi tidak kumal datang menghampiri mereka. Wuiih, bahkan nama kucingnya lebih keren dibanding Omaliman.

“Ada apa?” tanya Andrew dengan ekspresi yang cool. Nogu Girl dan Omaliman hanya bisa mendengar Andrew berkata “meong..”.

“Kau yang mencuri ikanku yaa!” Dr. Dolittle mulai menghakimi.

“Niat awalnya sih begitu..” Andrew mencoba jujur. Dia tadi memang hendak mencuri ikan milik Dr. Dolittle.

“Lalu?” Dr. Dolittle mulai penasaran.

“Aku terlambat. Dia sudah lebih dulu mencurinya dariku..” kata Andrew pilu.

“Dia? Siapa maksudmu?” Dr. Dolittle tidak menegerti.

Andrew pun menghampiri sang pencuri ikan. Dia mencakar kakinya.

“AWW, SAKIT!! Kenapa sih nih kucing? Kok tiba-tiba galak?” kata Omaliman sambil mengusap kakinya yang baru saja dicakar Andrew.

***

Tulisan ini disertakan dalam lomba fanfic yang diadakan oleh carrotsoup, bagi yang mau ikutan lomba, silakan mampir ke:
http://carrotsoup.multiply.com/journal/item/245/Perlombaan_Omaliman

152 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s