Sepanjang Jalan Kenangan

Sepanjang jalan
Tanpa diminta
Kotak itu terbuka
Dengan sendirinya -kotak itu memang tak dikunci-
Semua kenangan berhamburan
Sepanjang jalan
Pangling melihat jalan raya yang tandus -dulu tidak-
Melewati rentetan toko pernak-pernik
Menunggu -dengan sabar- si kuning yang gagah
Duduk di bawah pohon rindang -yang benar2 rindang-
Sepanjang jalan memandang
Muda mudi yang asik haha-hihi
Pegang buku setebal dua inchi
Tanpa aksi tanpa orasi
Sepanjang jalan
Sampai pada gedung tua -tapi selalu ramai-
Asing!
Dia siapa?
Lupa atau tidak kenal
Hanya satu yang selalu manis membalas sapa
Penjaga perpus itu
Sebentar datang sebentar pergi
Sepanjang jalan
Lapangan bola yang kosong -tidak biasanya-
Bangunan yang cukup menjadi pusat masa
: mushola, koperasi, sekretariat, kantin
Sepanjang jalan
Sendirian?
Tanpa gadis di dalam kereta
Tanpa keluarga buah2an -apel, bangkuang, timun, rambutan-
Kotak itu belum kosong
Isinya terlalu banyak
Sepanjang jalan
Tak lagi sendirian
Kenangan itu telah menjadi teman

***

Jakarta yang mulai ramai,
22 September 2010 pk. 03.37 wib
Menutup kotak itu rapat2. Sayonara!

22 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s