Moccacino

Emm, oke. Bagaimana kalau aku menyeruput Moccacino dulu?

“Sluurp..” Eeh, rasanya masih sama. Sebentar manis. Sebentar pahit. Lebih banyak muncul rasa yang mana? Pahit? Ah, tidak juga. Seiring rasa pahit itu muncul, sejatinya rasa manis turut serta. Hanya terkadang tak (ingin) dirasa. Manusiawi.

Baiklah, baiklah. Aku akan mulai bercerita. Ada seorang putri yang menantikan kehadiran pangeran. Sang putri tak tahu pangeran mana yang akan datang menghampirinya. Dari Negeri Sana atau Negeri Sini. Hei, hei.. Cukup! Aku tak ingin bercerita soal ini. Bikin pusing saja. Sabar, sabar.. Dongeng ini kuceritakan nanti saja. Karena belum waktunya. Lebih asyik diceritakan sebelum tidur. Atau dalam fase-fase istirahat. Sekarang aku sibuk.

Sibuk? Hahaha.. Aku jadi malu sendiri. Alasan konyol apa lagi itu? Sibuk apa? Menghasilkan apa? Bermanfaat? Semua urusan sudah selesai? Hadeuh, hadeuh.. Kenapa pertanyaan-pertanyaan ini terus berputar-putar di otakku. Hush, hush! Iya, aku mengaku. Akhir-akhir ini kesibukanku tidak terlalu penting. Bukan berarti tak berarti. Hanya tidak penting. Harusnyaa..

Hah! Tiba-tiba teringat pertandingan bola tadi. Indonesia VS Thailand. Apa yaa? Cepat puas? Kelihatannya sih begitu. Indonesia banget, kan? Eeh? Diriku? Termasuk donk! Aih, sepertinya sama. Cepat puas. Aku cepat puas. Iya, waah, aku ternyata berkarakter Indonesia. Haha. Dasar bodoh! Itu kan karakter yang tidak baik. Tidak boleh, tidak boleh. Jangan cepat puas! Oke, oke?!

Tap. Tap. Tap. Ayo, ayo! Langkah ini tak boleh berhenti. Masih ada anak-anak tangga yang harus dinaiki. Aku bisa, aku bisa! Kakiku, baru menyentuh kerikil jalanan. Belum sampai berdarah-darah. Masih sanggup, masih sanggup. Lah, jalanannya kan memang sudah dirancang agar aku bisa melewatinya. Maka, harusnya aku tak boleh surut langkah. Ingat, ingat. Melihat panorama alam dari atas ketinggian lebih menyenangkan.

Hoaam.. Aku mulai mengantuk. Duh, tapi ceritaku belum selesai. Huh! Moccacino itu tak berkhasiat rupanya. Atau perjalananku memang terlalu melelahkan? Atau mungkin, keyakinanku bahwa Moccacino itu berkurang? Hwaaa!! Tidak, tidak! Harus tetap optimis! Berprasangka baik! Semangat! Semangat! Semangaaat!

.
.
.

Aih, biarlah sejenak merenung. Berpikir. Melemaskan otot tangan dan kaki. Sebentar saja. Yaa? Yaa? Hoaam.. Jadi, tentang seorang putri itu… Pangerannya nanti mengendarai kuda putih atau…. Zzz

***
Lt. Agung,
8 Desember 2010 pk. 00.10 wib
Bahwa pada dasarnya, yang kosong akan terisi. Saatnya berbenah!

32 responses

  1. jiah, si rama sama juga. Kan paragraf dalam tulisan saya ada banyak ram. Kenapa juga yg dibahas yg itu.Jangan2..? Nggak kok. Belum. *menepis dugaan yg tak jelas juga sebenernya. Hehe..

  2. pemikirulung said: ngomong apa sih i?

    sebenernya nggak pengen curhat di blog. Tapi bikin tulisan abstrak malah banyak yg ga ngerti. Hadeuh…Ini tuh tentang skripsi gw. Moccacino cuma analogi aja. Dan kisah putri-pangeran itu murni bumbu tulisan. Harap maklum yaa pembaca. Hehe…

  3. @jarawayIya mba fajar. Hakikatnya, sesuatu yg kosong, akan terisi. Termasuk hati. Hahay! Jadi, mari berbenah diri.Eh, tapi dalam tulisan ini lebih dimaksudkan kekosongan waktu. Bukannya ngerevisi draft malah ngempi (sekarang pun begitu :p)

  4. Baiklah, baiklah. Aku akan mulai bercerita. Ada seorang putri yang menantikan kehadiran pangeran. Sang putri tak tahu pangeran mana yang akan datang menghampirinya. Dari Negeri Sana atau Negeri Sini.lanjutin donk😛

  5. akuai said: jiah, si rama sama juga. Kan paragraf dalam tulisan saya ada banyak ram. Kenapa juga yg dibahas yg itu.Jangan2..? Nggak kok. Belum. *menepis dugaan yg tak jelas juga sebenernya. Hehe..

    saya hanya ingin berprasangka baik..

  6. @kikihayah, malah minta lanjutin lagi. Aku mau ngrevisi draftku ki.. Kamu kan jg harus ngurus thesismu. Kita lanjut tahun dpn aja yaa? Xixi..@ramakalo gitu sy amin-kan saja. Hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s