“Doakan Saya Ya…”

Awalnya ingin membuat sebuah tulisan terkait postingan kunkun tentang Belenggu Masa Lalu. Rasanya komentar yang kutinggalkan tak cukup memuaskan hati untuk juga bercerita soal belenggu masa lalu. Saat itu pun aku teringat pada sebuah buku karangan Bang Gaw berjudul 11 Amanah Lelaki yang juga membahas tentang masa lalu ini. Berhubung lupa judulnya apa, maka kucoba obrak-abrik blognya, berharap bisa menemukan ceritanya di sana (Bukunya sudah terlanjur dikembalikan kepada pemiliknya. huff, inilah derita si cumi!). Sayang, seolah mencari jarum di dalam jerami, aku tak menemukan cerita yang pernah kubaca. aku justru menemukan jurnal lain. yang lebih menarik untuk dibahas saat ini. judulnya sama seperti judul jurnalku kini: “Doakan Saya Ya…”

jarang-jarang kan akuai membuka sebuah jurnal dengan paragraf sepanjang ini? hehe..

“..karena kita tidak pernah tahu doa siapa dan doa yang mana yang dikabulkan Allah. Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu, termasuk doa kita. Allah memang mendengar semua permintaan hamba-Nya tanpa kecuali, tapi soal doa siapa dan yang mana yang dikabulkan terlebih dulu, kita tidak bisa mencuri rahasia Allah. Inilah jawabannya, kenapa ada orang yang selalu minta didoakan oleh orang yang lain. Betul ia bisa berdoa sendiri, tapi jelas tidak ada salahnya meminta orang lain pun mendoakan. Boleh jadi, jika tidak melalui doa yang kita panjatkan sendiri, Allah mengabulkannya dari orang yang kita mintai tolong.

Ah, aku sangat suka kutipan itu. Dulu, saat hendak maju seminar hasil penelitian, aku pernah mengajukan satu permintaan pada pembimbingku. “Pak, doakan saya yaa!”.

Dan beliau justru membalasnya dengan berkata, “Yaa kamu doa sendiri donk! Kan hasilnya untuk kamu..”

Sebenarnya saat itu beliau hanya bercanda. Tapi entah kenapa aku jadi agak sungkan meminta doa pada yang lain. “Berdoalah sendiri, Ai,” kataku dalam hati. Kepada Ayah pun aku memilih bungkam. Mungkin pula karena pengalaman masa lalu. Ayah bilang, “Tanpa diminta, orangtua akan selalu mendoakan anaknya..” Hmm, benarlah demikian. Mereka pun tak meminta untuk didoakan kembali. ini sih harusnya sudah menjadi kesadaran sang anak. (Jleb! Tiba2 inget kalau suka lupa berdoa buat mama, hiks!)

sudahlah, langsung ke intinya saja yaa? hehe..

InsyaAllah, hari Senin 20 Desember 2010, Ai mau menggenapkan <s>separuh dien</s> sepertiga syarat kelulusan kuliahku (hehe,, alhamdulillah Seminar Usulan penelitian, seminar hasil penelitian, telah dilewati dengan baik. Tinggal disidang neeh.. -padahal ga salah apa2 ).

Akuai secara resmi menyampaikan melalui blognya agar teman-teman mau mendoakan si semangka merah ini. Redaksional doanya kreativitas masing-masing orang lah.. hehe. tapi, harapannya, doanya itu yang tulus, yang khusyuk, yang dipanjatkan diam-diam. (duh, banyak banget permintaannya )

“The quickest prayer to be answered is a man’s supplication for his brother in his absence.” [Bukhari]


keren kan pake bahasa inggris, padahal ngambil di blognya Muslimah070, heheu..

Jangan lupa!
Doakan aku yaa! ^____^b

Masjid Ukhuwah Islamiyah,
16 Desember 2010 pk. 16.12 wib
doaku mungkin sudah terwakili di sini, hihi..

19 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s