asumsi

Kataku, mengutip perkataan Pak Tua*:

“Kita hanya bisa berasumsi dengan semua pertanda,
tapi asumsi tentang perasaan,
sama dengan menebak besok sepitku akan ramai penumpang atau sebaliknya sepi
serba tidak pasti, berasumsi dengan perasaan,
itu berarti sama saja membiarkan hati kau diracuni harapan baik,
padahal boleh jadi kenyataannya tidak seperti itu, menyakitkan..”
Lalu, dia bertanya,
“Bagaimana jika justru yang meracuni adalah harapan yang buruk?”
Hmm.. Entahlah!


Keterangan
Foto: koleksi pribadi
Model: Dinda dan Abi
*Pak Tua adalah tokoh dalam serial Aku, Kau, dan Kota Kita karangan Tere Liye



***

Di balik 3 Jendela
2 Januari 2011 Pk. 11.42 wib
Sudah yaa? aku lelah!

21 responses

  1. mytruelife said: kata temenku,”daripada berasumsi hingga lelah,lebih baik lupakan perihal itu”

    bener tuh ka. seringnya asumsi cuma bikin capek. maka ada baiknya, asumsi itu dibuktikan atau dilupakan saja.tulisan di note FB Danu tentang asumsi (catatan kecil#17) bagus juga tuh.. di MP-nya baru sampe catatan kecil#15.

  2. mylathief said: kalo menyelesaikan soal seringkali make asumsi…. kalo nggak gitu nggak terselesaikan…#g nyambung tapi kayake

    kalo soalnya pilihan ganda mending make kancing :D*nyambung ga nyambung yang penting komen. halah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s