drug

Rei berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang sepi. Dipandanginya resep yang diberikan oleh dokter dengan senyumnya yang manis. “Harusnya aku bertanya obat apa yang tertulis di kertas resep ini..!” batin Rei, agak menyesal. Resep itu sulit sekali dibacanya.

Tanpa sadar, Rei sudah disambut oleh seorang pelayan denagn jilbab hijau muda. Warnanya teduh, serasi dengan keteduhan di wajah pelayan itu. “Ada yang bisa saya bantu?” sapanya ramah. Ah, senyumnya tak kalah memesona. Senyum yang membuat Rei berhenti menggerutu semenjak dalam perjalanannya menuju apotek. Keluhan yang tidak perlu sebenarnya. Bukankah tulisan dokter itu memang harus seperti ceker ayam?

“Emm,, ini..” Rei menyodorkan resep yang diberikan dokter.

“Baiklah, mohon tunggu sebentar.” kata pelayan itu. Sosoknya berangsur-angsur menghilang dari pandangan, masuk ke dalam ruangan di dalam apotek. Hanya senyumnya yang tertinggal.

Tak lama. Pelayan berjilbab hijau muda itu sudah menghampiri Rei yang berdiri mematung. Sebuah plastik berwarna putih kini telah berpindah tangan. “Ini obatnya. Silakan dibaca sebanyak satu juz setiap hari yaa?” kata pelayan itu, masih dengan senyumnya yang sama.

foto dari sini

33 responses

  1. miftamifta said: obat apa sebenarnya itu mbak pelayan:)

    dokternya kasih resep: baca alquran 1 juz perhari, mba mift..pelayannya udah terlatih untuk baca resep dari dokternya. xixi..*loh, aku serasa jadi pelayannya :p

  2. akuai said: Bukankah tulisan dokter itu memang harus seperti ceker ayam?

    ahahahaha. tersenyum kecut pas baca kalimat ini.dulu pas jaman2 kuliah, tulisanku masi bagusheheheheskrang pas koas, terpaksa harus nulis cepetjadilah tulisan ku seadanyayg penting bisa terbacaterutama olehkuxixixiixiasli, kadang suka heran sendiri liat tulisanku yg sekarang nulisnya kayak asal seret ajahahaha

  3. ajengprimastiwi said: asli, kadang suka heran sendiri liat tulisanku yg sekarangnulisnya kayak asal seret ajahahaha

    wahaha.. keren banget tuh..tapi apotekernya bisa baca juga ga? ^o^

  4. mytruelife said: blm mengerti di segmen yang orangnya ga bisa baca tulisannya itu…mksdnya gimana ya? ada mksd tertentu kah?

    lah, kan emang kalo tulisan di resep itu sebaiknya ga bisa dibaca oleh pasien atau penebus obat.. *cmiiw

  5. myyhere said: Pasiennya sakit apa?

    “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (alQuran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” -QS Yunus: 57^____^

  6. fightforfreedom said: mbak pelayan, boleh gak, 1/5 juz tiap 5 waktu, biar gak terasa berat ?

    hoo.. boleh2. biasanya untuk awalan, dosisnya emang ga banyak dulu.. nanti kalo udah terbiasa, dosisnya ditambah yaa! ^^b

  7. akuai said: “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (alQuran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” -QS Yunus: 57^____^

    asiik,,makasih kak,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s