diaryrabu

01.00
Berbagi mimpi dengan seorang kawan maya. Menentukan pilihan: mencari satu pintu rizki atau membuka sembilan pintu rizki. Dan pilihan kedua lebih membuat kita bahagia. Itu katamu, Sige Baba.

02.00
Masih di depan layar 10 inchi. Dan aku kehilangan fokus. Menyebalkan. Tak ada tulisan bermutu yang dibuat..

07.00
Polusi udara. Polusi suara. Kemacetan tak berkesudahan. Lalu menyadari, kebiasaan agaknya telah melahirkan penerimaan. Memandang kemacetan Jakarta adalah sesuatu yang biasa. Nikmati saja!

08.00
Menyaksikan seorang batita menangis ketika ditinggal pergi ibunya. Membuat hatiku ikut gerimis saat memandang wajah polosnya yang berderai airmata.

09.00
@Duren Sawit. Mengenal bayi berumur sekitar 6 bulan bernama Moza. Si sipit yang mungkin bisa disebut ‘anak pembantu’ meski dia adalah seorang majikan.

11.00
@Matraman. Menerobos hujan yang cukup deras. Tetap basah meski sudah berjas. Anggaplah, ini sebuah kebaikan kecil yang akan membahagiakanku. Pun aku bersyukur bahwa aku tak lupa berdoa ketika hujan turun. Allahumma shoyyiban naafi’an..

13.00
Gado-gado dan rujak. Ibu, kali ini aku berdamai dengan lambungku. Meski rujak begitu menggoda untuk kucicipi pertama kali, tapi nyatanya aku harus menahan diri. Makan gado-gado dulu. Sama seperti ayah yang selalu berkata, “Makan nasi dulu, bru boleh makan rujak!” Ini yang disebut pengorbanan? Atau cinta yang mengubah sikapku?

14.00
Ketika SOP dilanggar. Yaph, entah aku yang lupa atau panik atau tak peduli. Efek bermain dengan hujan membuat notebook-ku ikutan basah. Merasa sudah kering, kunyalakanlah ia. Berhasil. Tapi tidak untuk yang kedua. Dan ini terulang kembali. Laa hawlaa wa laa quwwata illa billah.. Alhamdulillah, yang pasti bukan karena kupeluk sang notebook selama setengah jam-lah hingga akhirnya ia mau berdamai dengan si pikun ini.

16.00
Menjadi nona guru? Ibu, aku tak pernah terpikirkan untuk menjadi seorang guru. Tapi beberapa kali tawaran itu datang. mau jadi guru di sini? Mau jadi guru di situ? Bahkan tawaran pun datang dari luar kotaku. Aku mungkin harus memikirkannya kembali. Karena menjadi guru sesungguhnya tidaklah mudah. Aku akan belajar.

17.00
Siapa yang paling dirugikan dari perceraian dai kondang itu? Jika ingin egois, maka, akulah orangnya. Akhir-akhir ini mereka bertanya padaku kenapa bercerai? bagaimana rasanya? memintaku bersabar. Bahkan, hari ini semakin menjadi. Mulai dari si cerewet sampai si pendiam bertanya tentang hal itu. Sekali lagi kukatakan: Hei, kalian salah orang! -_____-“

19.00
“Dia itu orangnya seperti apa?” Deg! Tiba-tiba pertanyaan itu menjadi sebuah soal SPMB yang tak mampu kujawab. Deg! Jantungku kembali berdegub kencang. Bagaimana bisa aku kesulitan menjawab pertanyaan itu sedangkan “dia” adalah orang yang sering membersamaiku. Deg! Saudara macam apakah aku yang tak mengenal saudaranya yang lain? Kebingungan soal apa yang dia suka, apa yang tak dia suka..? Maafkan aku, kawan.. mungkin aku memang egois.

21.00
“Ai,td pg,ak bmimpi..yg pergi k bontang,km sm erna :p”
Itulah bunyi pesan sms dari asumi. Sayangnya, hanya mimpi. Aku tak ingin menjadikannya sebagai firasat atau berharap hal itu kan jadi kenyataan. Bahwa sekali lagi, Borneo membuatku seperti layang-layang. Sudahlah, lihat saja bagaimana hari jumat mengabarkan beritanya. Aku lelah dengan Borneo. Padanya yang memberiku ketidakpastian. Lagi-lagi waktunya tak bersahabat. Maka, lebih baik istirahatkan saja tubuh dan pikiran ini sejenak. Sejenak.

18 responses

  1. Borneo, mungkin aja🙂. Smg diberi yg terbaik oleh Allah. Terus beristikharah, nanti kan diberikan jalan oleh-Nya dimana si-rizki berada. Eh, rizki kan di Yogya,hehe, melirik ii’..

  2. aisavitri said: Borneo, mungkin aja🙂. Smg diberi yg terbaik oleh Allah. Terus beristikharah, nanti kan diberikan jalan oleh-Nya dimana si-rizki berada. Eh, rizki kan di Yogya,hehe, melirik ii’..

    harus istiqarah yaa mba? udah rada2 ilfeel neh sama borneo. heheu..

  3. Iyaaah, hehe..Ii’ aq ndak jd make HPLC, kemahalan n butuh waktu banyak. Pake KLT doang :DAi: apapun itu jika bikin bingung, istikharah aja :DBtw kenapa koq Ilfil?apakah Borneo uda mempermainkan perasaanmu?jiah..

  4. akuai said: 11.00@Matraman. Menerobos hujan yang cukup deras. Tetap basah meski sudah berjas. Anggaplah, ini sebuah kebaikan kecil yang akan membahagiakanku. Pun aku bersyukur bahwa aku tak lupa berdoa ketika hujan turun. Allahumma shoyyiban naafi’an..

    deeuuuu ai ke matraman gak bilang2 :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s