new habit

“Bagaimana caranya menghilangkan bau jengkol?” seorang fasilitator justru memberikan pertanyaan kembali saat seseorang di kelompoknya bertanya, “Bagaimana caranya meninggalkan suatu aktivitas yang sudah menjadi kebiasaan. Tak ada yang bisa menjawab. Mungkin ada yang membantin, “Kenapa jadi ngomongin jengkol?”

“Cara menghilangkan bau jengkol adalah dengan memakan pete.” jawab sang fasilitator. Wajah kebingungan hilang, berganti gelak tawa dan suara-suara yang menyertainya, “Hyaa.. capek deh..”

Kebiasaan mungkin sulit untuk diubah. Seolah sudah mendarah daging dalam laku kita. Salah satu cara menghilangkannya adalah dengan memunculkan kebiasaan baru. Jengkol berganti pete. Kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Mungkin akan terasa sulit awalnya. Tapi pasti bisa. Bukankah kebiasaan lama dulu lahir secara bertahap?

Aku pun pasti bisa. Memunculkan kebiasaan baru.
Maka, saat si gadis dalam kereta berkata,
“Nggak yakin gue, jawaban yang penuh kebimbangan..”,
aku hanya bisa bilang, “Tapi aku yakin..”
***
Di Balik 3 jendela
8 Januari 2011, Pk. 08.01 wib
Paksakan! Paksakan! Kita pasti bisa, kawanz!

nb:
foto koleksi sendiri, diambil waktu ke Suaka Margasatwa Cikepuh

15 responses

  1. akuai said: itu tulisanku looh! keren kan? keren kan? *narsis.com

    kayak anak labil saja pake nyoret2 gt… jangan sampe benda cagar budaya yg dicoret2..apalagi dinding toilet:p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s