Mimpi Yang Aneh?!

Semalam aku mimpi. Mimpi yang aneh. Emm, tapi nggak bisa dibilang mimpi yang aneh juga sih. Karena ada pelajaran yang bisa kupetik dari mimpi itu. Mau tau mimpiku apa? (Jiaah, penting banget gitu baca cerita nggak penting kayak gini?)

Jadi, begini ceritanya.. (akhirnya cerita juga, hoho.. )

Dalam mimpi itu aku sedang berada di rumah abangku yang nomor tiga (Eeh, sebenernya bukan rumah abangku sih. Masih numpang di PIM alias Pondok Indah Mertua euy!). Di sana, aku bertemu istrinya. Nggak tahu ngomongin apa. Namanya juga mimpi, suka lupa2 gitu sama isi ceritanya. Yang pasti saat pulang itu, aku tergoda oleh hidangan yang kayaknya sih sejenis makanan berkuah gitu. Dugaanku sih sop mata sapi gitu. Huee.. kayaknya ini gara2 kemarin nemenin Dzaky -abangnya Dinda- nonton Si Bolang deh. Atau Laptop Si Unyil yaa? Entahlah!


Akhirnya aku benar2 tergoda. Kuambil makanan yang tersaji dalam mangkok itu (kesalahan nomor 1: ngambil tanpa izin). Lalu, aku beranjak pulang deh. Berjalan melewati lorong2 sempit bareng temen2. Eeh, di sini baru nyadar kalo aku ke rumah abang sama temen2. Hehe.. Tapi aku makan aja gitu daging sapinya sambil jalan (kesalahan nomor 2) dan nggak bagi2 temen (kesalahan nomor 3). Sampai akhirnya aku sadar dengan kesalahan2ku itu.
Segera saja kubuang daging sapi yang ada ditangan. (kesalahan nomor 4: buang sampah sembarangan, hadeuuh!). Lalu, sepanjang perjalanan pulang (kok nggak sampe2 yaa? ) aku menyesaaal banget. Jangan2 banyak doaku yang belum terkabul karena aku makan makanan yang haram? (laaaah, kok kesimpulannya jadi gituuuu?? ).

Ehehe. Mungkin di sini letak keanehannya. Padahal mimpiku itu tentang kesalahan2 yang awalnya karena mengambil makanan yang bukan hakku, eh, tapi ujung2nya mengambil kesimpulan bahwa mungkin ada makanan yang haram masuk dalam tubuhku. Yang boleh jadi, justru menghambat terkabulnya doa2ku.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anh, ia berkata:
“Telah bersabda Rasululloh: “Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rasul, maka Allah telah berfirman: Wahai para Rasul, makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal shalih. Dan Dia berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu.’ Kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, berambut kusut, dan berdebu menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhan, wahai Tuhan”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana orang seperti ini dikabulkan do’anya”.
[Muslim no. 1015]

Penjelasan haditsnya bisa dilihat di sini

Ketika terbangun dari tidur, mimpi itu masih terekam di kepalaku. Duh, bener2 diingatkan lagi neh bahwa kita harus benar2 menjaga makanan kita. Harus yang halalan thoyyiban. Bukan cuma halal, tapi harus baik juga. Berhati-hatilah pokoknya. Okeh? ^___^

foto dari sini

12 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s