Teri Sambal Ijo

Teri sambal ijo. Menu itu seolah menjadi kunci pembuka kotak kenanganku bersama ibu. Sudah lama sekali tak mencicipi menu yang satu itu. Siang ini, mie goreng lah yang menjadi makan siangku. Alhamdulillah.. Masih bisa makan. Tapi, boleh kan jika aku merindu? Pada menu-menu special yang dibuat ibu. Untuk perkedel, cumi bumbu kuning, dan sayur nangka yang kini tak lagi hadir di meja makan rumahku.

Lalu, kotak itu pun tak henti-hentinya mengeluarkan setiap kenangan. Pada suatu pagi saat ibu kebingungan dan bertanya padaku, “Hari ini mau makan apa, Ay?”. Atau pada suatu malam saat ibu masih asyik berhitung soal pemasukan dan pengeluaran uang, menemaniku yang belum jua mampu tuk memejamkan mata.

Ada hal-hal kecil yang mengingatkan hal-hal besar.
Ada hal-hal sepele yang membangkitkan memori akan hal-hal mengesankan.
Ada hal-hal special di masa lalu lah yang bisa dipanggil kembali lewat hal-hal di masa kini.
[Latif, 2011]

Dapur kenangan,
26 Januari 2011 pk.13.35 wib
gegara baca QN-nya lyakeyen neh. Heeu…

18 responses

  1. akuai said: Untuk perkedel, cumi bumbu kuning, dan sayur nangka yang kini tak lagi hadir di meja makan rumahku.

    kenapa nggak bisa ada di meja makan lagi? buat sendiri, insyaAllah bisa, nggak kalah enak sama buatan ibu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s