Untuk Pagiku

Hari ini kumulai dengan ceria
Senyum sapa kepada semua orang
Kuucap salam untukmu teman-teman
Oh, semoga rahmat dan berkahNya terlimpah untuk semua
[justice voice]

Pagi ini aku merasa lebih baik. Sungguh jauh berbeda dengan kondisi kemarin yang seolah menjadi hari tanpa senyum. Pun jika ada, yang terpancar hanya senyum getir. Senyum yang dipaksakan.

Sepertinya kemarin mengawali pagi dengan buruk. Nggak shaum kamis, datang terlambat di kelas tahsin, buang2 uang dengan naik ojek sebagai pilihan terburuk. Shalat dzuhur siang itu ternyata nggak cukup menghilangkan bad mood yang sudah terbangun sejak pagi hari. Dan seiring dengan matahari yang meninggi, mood pun semakin buruk. Ada masalah sedikit dengan bisnis, pikiran langsung kusut. Dapet SMS dari temen (ngajak ketemuan, ada persoalan yang harus dibahas terkait saudari yang lain), makin khawatir, ngbayangin kemungkinan2 buruk. Aku yang saat itu sedang membungkus paket buku pun tak henti2nya mengeluh. Mengeluhkan ketidakberesanku dalam mengurus segalanya. (lupa kalau pernah bikin tulisan: jangan mengeluh)

Maka, kemudian ketidakfokusan melengkapi siang yang buruk itu. Paket yang harusnya dikirim dengan paket biasa malah jadi paket kilat. Dan semua itu baru disadari ketika tanda bukti pembayaran telah diberikan. Sedikit kecewa mengapa bukan pegawai kantor pos yang ramah yang biasa melayani kirimanku. Perasaan bersalah pun terus bersemayam sepanjang perjalanan ke kost- teman. Benar2 kacau. Bahkan nggak bisa mengontrol emosi sendiri. Lemah! (jadi inget Rei neh..)

Harusnya saat itu mengonsentrasikan pikiran untuk membantu masalah teman, tapi diri sendiri pun bermasalah. Dan menyebalkannya, masalah itu sedang nggak berdamai dengan hari ini. Maka, sedikit2 minta maaf, gampang salah paham, makin sensitif, bahkan nggak bisa menutupi wajah yang ikutan kusut. Padahal perbuatan paling gampang untuk dilakukan adalah menghadirkan raut muka bahagia di depan saudaranya.

Hei, ini yang disebut hidup, kan? Ada suka, ada pula duka. Hujan pun tak selamanya menyenangkan. Kadang, ada petir yang menyeramkan. Kemarin adalah masa lalu. Pelajaran yang kudapat sudah cukup menjadi amunisiku untuk bangkit dari kelabilan kemarin. Seorang muslim harus kuat. Ada Allah tempat berharap. Ada sabar dan sholat sebagai penolong. Dan selalu ada kemudahan bersama kesulitan yang menghimpit.

Selamat Pagi!
Good Morning!
Shobahul khoir…!
Ohayou gozaimashita! ^_^b

Semanggi! Semangka!
Ayo kita awali pagi dengan penuh semangat! Mari menebarkan kebaikan meski hanya lewat salam dan senyuman.. Karena kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lain. Dan semoga aura positif ini dapat terus bersemayam sampai hari ini berakhir. Lalu esok? Semoga masih ada hari esok. ^____^

***
Skul Tercinta,
28 Januari 2011 pk. 09.17 wib
I feel good! Terorerorerot…!

14 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s