dU0 a-L-4-y

Rasanya kalau membahas soal alay memang nggak ada habisnya. Apalagi kalau udah melibatkan keponakan2 gundilku. Eeh, gundil tuh apa yaa? Entahlah. Mungkin itu bahasa alay untuk mungil. Haghag…

Pekan ini Dzaky libur sekolah. Ruang kelasnya dipakai untuk ujian SMP tetangga. Jadi pagi ini yang berkicau bukan hanya Dinda, tapi juga abangnya. Maka, sebelum Dinda berangkat mengaji, mereka main-main dulu di rumahku.

Anak jaman sekarang sepertinya memang sudah begitu akrab dengan yang namanya teknologi, termasuk kamera. Pastilah ada plus dan minusnya. Beberapa waktu lalu pernah melihat seorang anak berusia sekitar 3 tahun yang sukses mengambil gambar ibunya dengan kamera handphone. Ah, Dinda juga senang sekali bereksperimen dengan kamera. Kadang bahkan mengambil gambar dirinya sendiri. Masih kecil udah narsist.

Dan pagi ini dua keponakanku semakin kreatif dalam bergaya di depan kamera. Semakin alay. Hadeuh..

Nb:
foto ketiga itu ceritanya Abang sedang bergaya a la anak metal sedangkan Dinda sedang asyik berdendang ‘Muhammadku.. Muhammadku’ jadi gambarnya ga bagus. Yang pasti, kesalahan bukan pada mata Anda. Hoho..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s