Yang Super Duper Keren

Semalam, aku SMS-an dengan Ludi. Nggak penting yaa? Heheu.. Tapi ada satu SMS-nya yang ingin kuulas lebih lanjut. Jadi harap untuk tidak memindahkan channel TV Anda. *loh? ^0^

“Gw br sadar,sms ttg qur’an yg nt sms acarany bsok.pngisiny sm dgn yg d ft jm9.jd it ust bsok 2x ngisi d ui”

Itulah isi SMS-nya. Sebelumnya, aku mengirim SMS ke beberapa teman bahwa siang ini akan ada acara “Back to al Quran” di masjid kampus UI. Sebelumnya juga, Ludi SMS bahwa ada kajian fiqh tentang interaksi sosial di dunia maya. Acara yang berlangsung siang hari, terbuka untuk umum, tapi aku nggak bisa ikut. Sedangkan acara pagi hari sebenarnya dikemas untuk peserta halaqah di UI. Ingin ikut sebenarnya. Temanya menarik hati. Tsaah.. Tapi berhubung udah ada agenda juga jadi nggak bisa ikut. Lagipula, aku nggak mau dicap sebagai peserta illegal di sana. Hoho..

Itu tadi hanya mukadimah. Inti cerita sebenarnya bukan tentangku, atau tentang Ludi. Ini tentang ustadz yang mengisi dua acara di UI dalam waktu sehari tersebut. “MasyaAllah, keren bangget tuh ustadz!” Ah, aku lupa bagaimana redaksionalnya. (Maklum, nggak pernah menyimpan pesan yang dikirim). Tapi yang pasti, ada rasa kekaguman terhadap sang ustadz.

Pagi ini pun aku menemukan ustadz yang luar biasa. Tak jauh berbeda dengan ustadz yang pertama. Setelah menutup sesi tanya jawab, ustadz yang baru saja mengiji kajian tentang al quran pun pamit undur diri. Beliau bilang ada acara lain yang menanti kehadirannya. Esok shubuh sudah harus mengisi kajian lain. “Beruntung sekali kita bisa bertemu sang ustadz, karena beliau memiliki agenda yang padat,” begitu kata Mas MC.

Aku jadi ingat cerita tentang abangku, Bang Ai *Jyah, ngaku2! Bisa dipentung Wieke neh. Hoho* Dulu, pernah dapet cerita tentang waktu yang dimanfaatkan oleh Bang Ai dari mba Arie (eh, tapi ini bukan bupres MP yaa? Xixi). Sebagai Ka BEM UI, pastilah Bang Ai sibuk banget. Satu hari bisa dituntut banyak agenda: rapat internal, eksternal (CEM), memenuhi undangan dari luar kampus, kuliah, ‘setor muka’ ke orang rumah, ke anak2 BEM, ngurus bisnisnya, dan banyak lagi. Waktu yang ia miliki sungguh dimanfaatkan dengan baik.

Yayaya, pastinya masih banyak lagi contoh orang2 yang mampu memanaj waktunya dengan baik. Dan kita dapat menemukannya di dalam diri orang2 sukses di sekitar kita. Seperti yang dijelaskan dalam buku Breaking The Time, “Manajemen waktu adalah kunci kesuksesan.” MasyaAllah.. Mampu memanaj waktu aja udah keren banget, apalagi yang setiap waktunya digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat, super duper keren lah pokoknya.

Aku saat ini mungkin baru bisa bercermin dari mereka. Dan berharap agar aku pun dapat memanaj waktuku dengan baik. Karena pastilah akan banyak manfaat yang kita dapatkan. Dalam salah satu rubrik di Tarbawi terbaru tentang manajemen waktu, dikatakan bahwa orang yang tahu bagaimana memanfaatkan waktu dengan amal yang bermanfaat, lebih berbahagia hatinya ketimbang orang2 yang menyia-nyiakan waktu mereka tanpa manfaat. Dan waspadalah, jangan sampai waktu yang seharusnya digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat justru tergantikan dengan sesuatu yang tak ada gunanya.

***
Salemba,
2 April 2011 pk. 13.45 wib
jangan sampai jadi orang yang celaka lagi merugi…

33 responses

  1. akuai said: bahwa orang yang tahu bagaimana memanfaatkan waktu dengan amal yang bermanfaat, lebih berbahagia hatinya ketimbang orang2 yang menyia-nyiakan waktu mereka tanpa manfaat. Dan waspadalah, jangan sampai waktu yang seharusnya digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat justru tergantikan dengan sesuatu yang tak ada gunanya.***Salemba,2 April 2011 pk. 13.45 wibjangan sampai jadi orang yang celaka lagi merugi…

    suka ini sebagai nasehat :DJfs ya Ai

  2. dhaimasrani said: suka ini sebagai nasehat :DJfs ya Ai

    bahasan lebih lengkap ada di Tarbawi edisi terbaru, mas hai.. Di kalimantan ada ga yang jual?😀

  3. manajeman waktu adalah salah satu hal yang penting untuk jadi profesional dan amanah…keren keren keren…semoga kita bisa memanajemen waktu dengan baik… jangan sampai malah tidak memanfaatkan waktu sebaik2nya, because life is just too short

  4. emokidonlastevening said: saya termasuk yg sering buang2 waktu, jadi mubadzir -__-… oh masa mudaku….*menikmati sisa2 umur kepala dua*

    hayoooo bang dapiiit.. semangat menjadi diri yang lebih baik..sama2 belajaaaar ^^b

  5. carrotsoup said: jyah si fathul di-sebut2…. adek kelas gw di SMA tuh!*busung dada, bukan busung lapar*

    ehehehe….ga nyangka Pak Ari kakak kelasnya Bang Ai.. ga nyangka… aseli, ga nyangka bangeeeet… :))

  6. nanazh said: manajeman waktu adalah salah satu hal yang penting untuk jadi profesional dan amanah…keren keren keren…semoga kita bisa memanajemen waktu dengan baik… jangan sampai malah tidak memanfaatkan waktu sebaik2nya, because life is just too short

    betul betul betulsepakat sepaket ^^b

  7. luvummi said: Ai ngapain d salemba?:D

    ke masjid ARH, numpang sholat. :ptadinya mau sholat di Gramed Matraman, tapi takut ga kuat iman…. awal bulan soalnya, haha..

  8. jaraway said: hemm.. tentang celaka dan merugi…. itu setauq bukan hadits..=)

    wah, jazakillah neng mba fajar. halah..eh tapi aku lupa juga deh, kalo ambil kata2 hari ini lebih baik dari kemarin bla bla bla itu pernah menyertakan bahwa dia hadits atau bukan. huhu

  9. manaj? rasanya ga enak banget, bukannya serapannya jadi menej? atau sekalian aja mengatur, hidup bahasa indonesia! kalo sering-sering pake bahasa serapan, lama-lama punah nih bahasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s