Aku Bercerita Tentang Hari

Jarum jam sebentar lagi akan menuju ke angka dua belas. Entah ini sebuah janji tak tertulis atau aku memang ingin saja. Harus ada sebuah tulisan. Terserah ingin membahas apa. Yang pasti harus ada satu cerita di tanggal tiga.

Pertama, tentang sebuah pagi. Seorang gadis bergegas mempersiapkan diri, menyiapkan bekal, dan juga apa-apa yang ingin dibawanya. Tujuannya adalah toko buku. Mungkin tempat itu menjadi salah satu favoritnya. Menemukan banyak buku, membaca judul-judul yang menarik. A ha! Ketemu! Kisah Kasih Ibu. Ada seekor ibu bebek yang memberi makan cacing untuk anak-anaknya. Background covernya warna hijau. Dan harusnya ada satu warna lain. Biru. Tapi dicari ke manapun tak ada. Dan memang takkan ada. Si biru belum terbit. Bersabarlah.

Kedua, tentang sepotong episode di siang hari. Kau tahu, Sepotong Episode adalah sebuah judul nasyid. Adalah Edcoustik yang membawakan lagunya. Tak hanya petikan gitar yang terdengar syahdu. Tapi juga liriknya. Dan menjadi sangat pas ketika seorang gadis mendengarkannya di sebuah masjid kampus. Teduh, nyaman, damai. Masjid memang layak dijadikan tempat favorit. Ah, maka tak jarang akan kau temukan keluarga kecil ‘berekreasi’ di sana. Mungkin selepas shalat akan membuka bekal makan siang sambil memandang danau. Seperti yang dilakukan gadis itu.

Ketiga, tentang senja yang menawan. Semburat jingganya tak nampak jelas. Itu yang dirasakan seorang gadis. Sebuah jendela kecil tak cukup mampu menangkap matahari yang perlahan tenggelam. Tak apa. Masih ada hal yang lebih menarik lagi. Meski hanya di dalam rumah. Tapi cukuplah jika bersama orang2 tersayang. Duduk melingkar, berdiskusi, bercanda, terkatalisasi -oh, mengapa satu tema itu terbahas juga, tanya sang gadis-. Kehangatan yang sama seperti saat kau bersama keluarga tlah tercipta.

Keempat, tentang aku. Aku yang menikmati detik2 sebelum mataku terpejam. Akankah esok ada kesempatan untukku bercerita kembali? Aku tak tahu, kawan. Tapi mungkin aku bisa membocorkan sebuah rahasia kecil. Gadis yang diceritakan di pagi, siang, dan sore hari itu adalah diriku. Oke, good night!

***
Kamar tengah,
03 April 2011 pk. 23.49 wib
Dan cerita lainnya…

19 responses

  1. akuai said: Kedua, tentang sepotong episode di siang hari. Kau tahu, Sepotong Episode adalah sebuah judul nasyid. Adalah Edcoustik yang membawakan lagunya. Tak hanya petikan gitar yang terdengar syahdu. Tapi juga liriknya. Dan menjadi sangat pas ketika seorang gadis mendengarkannya di sebuah masjid kampus

    Di masjid kok ndengerin musik.. wleleh weleh…………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s