[Hikmah] Semua Akan Indah Pada Waktunya

Keputusan pagi itu benar-benar membuat tubuhku lemas. Aku tak boleh ikut Expr3so (Eksplorasi 3 BSO) ke Ujung Genteng bersama teman-teman jurusanku. Aku diharuskan untuk tetap di kampus, mengawasi ospek jurusan. “Kalo ke Ujung Genteng kan bisa nanti lagi. Tapi kalo ospek jurusan, tahun ini giliran Sari dan teman-teman seangkatan yang meng-handle-nya. Kalo semua ikut eksplorasi, trus di sini siapa yang ngurus?” kata salah satu senior.

Aku masih setengah hati menerimanya. Meski keputusan itu telah disepakati di forum, aku masih ingin menimbangnya kembali. Maka, kukabarkan berita ini kepada Kak Irfan, Ketua Kelompok Studi Hidupan Liar Comata (salah satu organisasi/BSO di jurusanku). “Sebenarnya Sari termasuk yang diprioritaskan untuk mewakili Comata. Sari udah mengikuti serangkaian seleksi yang diadakan. Tapi sekarang terserah Sari mau pilih yang mana.” kata Kak Irfan,. Ah, inilah yang kadang kubenci dari seorang pria. Terlalu mengandalkan logika. Kenapa sih nggak ngerti perasaanku? Aku tuh inginnya dia memintaku untuk tetap bergabung dalam tim. Aku ingin dia melobi kembali agar keputusan itu dibatalkan. (laah, salah sendiri ga ngomong terus terang )

Pada akhirnya, aku memilih untuk tetap tinggal. Meyakinkan setiap kawan yang tak percaya dengan keputusanku yang mendadak. (Bahkan aku sudah meminum pil Kina yang dibagikan saat briefing eksplorasi pertama, hoho..). Tapi inilah keputusanku. Nyatanya memang masih banyak urusan ospek jurusan yang harus diselesaikan. Biarlah aku tak jadi pergi ke Ujung Genteng. Mungkin memang aku belum diizinkan menikmati pantainya yang indah –seperti yang pernah kulihat saat tim advance menampilkan foto-foto survey awal mereka.

Hari ini kamu bahagia..
Akupun begitu..
Kita telah sama-sama berjuang..
Walau di tempat yang berbeda..
Tapi sesunggguhnya..
Kita memiliki tujuan yang sama..
Menjadi sosok yang bermanfaat!

[akuAi_160807_19.59]

Puisi itu kubuat malam hari sepulang dari aksi bersama BEM UI –lupa isu yang dibawa apa😛. (eeh, tapi emang itu puisi yaa? haha..) Yang pasti, di manapun, kapanpun, tak masalah. Kita tetap bisa bermanfaat untuk lingkungan sekitar kita.

Dua tahun kemudian, beberapa teman melakukan penelitian di Suaka Margasatwa Cikepuh selama dua pekan. Aku yang awalnya ingin menyusul di pekan kedua, akhirnya berangkat bersama mereka di pekan pertama. Perjalanan menggunakan mobil pribadi menuju kantor dinas perhutanan Suaka Margasatwa di malam hari sempat membuat mobil kami nyasar beberapa kali.

Saat mobil berhenti sejenak untuk bertanya pada warga sekitar, beberapa kawan memilih ke luar dari mobil. Menikmati ribuan bintang-bintang yang menghiasi langit yang teramat cerah (langit Jakarta kalah jauh deh!). Hingga kemudian Dimar, salah satu tim nyeletuk: “Eh, ini kayak lokasi eksplorasi kita deh..”

Dan ternyata benar. Malam itu kami sudah sampai di Ujung Genteng. Aku memang sudah dikabari bahwa lokasi penelitian kawanku tersebut tak jauh dari Ujung Genteng. Tapi aku tak menyangka bahwa aku akhirnya berada di sebuah tempat yang dulu kuimpikan. Tempat yang tak jadi kudatangi karena harus mengikuti ospek jurusan. Bahkan mobil kami berhenti di dekat basecamp yang dulu disewa oleh tim eksplorasi. MasyaAllah.. Aku menikmati setiap lukisan alam ciptaanNya yang tergambar indah. Mungkin aku tak akan sebahagia ini jika sebelumnya pernah mengunjungi Ujung Genteng saat eksplorasi dulu.

Menikmati panas campur sejuk udara pantai. Pengamatan burung pantai. Menghabiskan senja di Cantigi (yang tidak dirasakan teman-teman Expr3so). Melihat secara langsung penyu hijau bertelur (teman-teman expr3so hanya melihat telur penyu hijau dan tukik itu di lokasi penangkaran). Yaph, semua cerita yang dulu membuatku iri telah terobati. Bahkan aku mendapatkan pengalaman yang lebih luar biasa selama di SM Cikepuh (ceritanya bisa dibaca di sini). Dan yang paling menyenangkan, aku tak perlu membuat laporan hasil eksplorasi seperti yang dilakukan teman-teman sepulang dari Ujung Genteng. Hoho..

Yakinlah, semua akan indah pada waktunya

Tulisan di atas diikutkan dalam lomba menulis tentang [Hikmah] kehidupan. Punya kisah berhikmah juga? Yuks ikuuut.. Tapi deadline-nya hari ini. hehe… sila sila mampir ke link sang penyelenggara di sini.

3 tulisan terbaik akan mendapatkan masing2 sebuah buku Be Strong, Indonesia! #8. Satu komentator terbaik juga berkesempatan untuk dapetin buku Be Strong, Indonesia! #13 yang memuat cerpen Mbak Dedew. Hadiah masih bisa bertambah bila ada lagi yang mau mensponsori lomba ini karena semua royalti buku pun disumbangkan kepada korban bencana. Mari memetik hikmah! Mari Menulis! ^___^

24 responses

  1. @firstychrysantyuph… Langitnya cerah bangeet. Kalau malam banyak bintang. Ada tempat penangkaran tukik juga. Tapi kayaknya pantainya mulai tercemar sampah pengunjung..

  2. andiahzahroh said: betul betul betulSEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA ^_^*mau ke ujung genteng juga….. kapan ya?

    iyaah ;)kapan aja boleeh… Ke Cikepuh juga oke loh An. Ada karang Cantigi, ombak 7, dan tempat2 menarik lainnya..

  3. moestoain said: Rencana Allah itu IndahSABUDI ‘sastra budaya indonesia’mari kita jaga bersama!

    Betul betul.. Kita saja yg kadang terburu2 ingin tahu rencana-Nya..

  4. cinderellazty said: ujung genteng itu di sukabumi looohkampungnya ibukuu….B-)jauh sih dari kotanya ujung genteng itu#komengeje#abaikan😀

    o,ya betul.. Di Sukabumi. Lupa ditulis euy..#kegejeanditerima😀

  5. mylathief said: Ngapain sj kalo eksplorasi gt?

    Biasanya kita inventarisir keanekaragaman hayati di kawasan tsb. Data tiap BSO beda2. BSO Comata fokus mengumpulkan data burung pantai/hutan. BSO Canopy mengumpulkan data tanaman mangrove. BSO Sygma ambil data makrobentos.Ini kegiatan tahunan biologi UI. Tahun berikutnya aku ikut. Ke Ujung Kulon. *eeh, ga nanya yaa? Haha.

  6. Huah…. Kadang suka iri sama jurusan bio dan geo yg suka “jalan-jalan” untuk studinya…. Soalnya evi kepengen banget bisa kerja sambil keliling Indonesia, keliling dunia juga boleh. Hihihi. —-> makanya dulu waktu kecil kepengen jadi pramugari atau diplomat atau jurnalis, eh nyasarnya malah ke kimia. Jauh banget dah.Oya, Wahyu bio07 pernah cerita sama evi, kata wahyu, klo naik gunung sama anak bio, bisa seminggu nyampe puncak gunung dah. Soalnya tiap jalan beberapa meter, pasti mengamati tumbuhan atau hewan.😀 jadi, ga pernah nyampe puncak gunung.

  7. iya vi. Aku bersyukur ga kuliah di jurusan kimia. Ga betah nongkrong di lab. Heheu… Kalo ada acara bio ikut aja. Kita sering juga kok ngajak orang nonbio ikut ngalap (baca: pengamatan lapangan)wahyu tuh lebay tapi emang bener sih. Haha.. Biasanya suka dibagi waktunya, utk jalan dan pengamatan. Sampe lokasi yg dituju ga boleh lirik2. Tapi tetep aja susah :p

  8. Allah memang tahu yang terbaik buat kita, saat dan suasana yang tepat. Hasil dari ‘ikhlas’ gak ikut eksplorasi tuh, coba kalo gak ‘ikhlas’, hehe siapa jamin akan diganti yang lebih baik seperti yang dialami..

  9. @liesemargarethabetul mba. Ikhlas dan sabar kuncinya n_n@nuqiechan21jiaah, dasar alap *anak lapangan wkwk@jarawayhu um. Apalagi kalo dapet perintahnya dari ‘langit’ :pbye bye explorasi deh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s