Untukmu, Sang Pembelajar!

Kau tahu, dulu aku sangat kesal sekali. Aku sedang semangat-semangatnya berbagi ilmu. Lalu kau dengan seenaknya memotong pembicaraanku. “Cukup, aku tak butuh itu!” katamu. Oke, aku sadar bahwa ilmu yang kubagi tak bermanfaat bagimu. Atau mungkin kau memang tak tertarik untuk mengetahuinya. Apapun itu. Aku tak suka.

Sungguh, saat itu ingin sekali kukatakan, “Kau ternyata memang si pintar yang menyebalkan!” Kau seharusnya bisa menghargai usahaku. Meski apa yang kusampaikan tak berarti. Meski kau sudah malas untuk menanggapi. Meski kau lebih senang memperbincangkan hal-hal yang lebih hebat. Menurutmu. Hei,setidaknya kau kan bisa berkata lebih lembut padaku?!

Baiklah. Kuputuskan untuk tak peduli. Terserah kau mau mengerti atau tidak.

Hingga segalanya berubah. Semenjak hari ini. Aku melihatmu mengaplikasikan ilmu yang dulu pernah kuajarkan. Yang kau hentikan di tengah jalan saat aku masih asyik menerangkan dulu. Wow, aku sangat bahagia! Kupikir kau selamanya akan menjadi kepala batu. Ups, maafkan aku, Kawan!

Tunggu. Belum tentu juga kau berubah karenaku. Mungkin saja orang lain yang mengajarkanmu. Yang lebih baik. Mungkin dia juga lebih pintar darimu. Makanya kau tak menolaknya. Tak seperti saat denganku dulu. Ah, menyebalkan! Bahkan aku masih saja mengingat kejadian itu.

Tak apa lah. Melihatmu yang sedang belajar (atau mungkin bermain-main) dari kejauhan. Aku sudah cukup senang. Aku mungkin tak dapat berbincang denganmu lagi. Tapi selalulah ingat akan satu hal: Tak peduli siapa yang mengajarkanmu, yang terpenting adalah ilmu apa yang kau dapatkan dari orang itu. (Ali yang mengajarkanku tentang hal ini, jadi kuharap kau tak meragukannya.)

Dan aku akan mengingatmu sebagai seorang pembelajar. Selamat! (^__^)b

***
Lenteng Agung,
19 April 2011 pk. 02.03 wib
Tentang kemarin. Kau membuatku tersenyum. Lucu.

30 responses

  1. @susie89pagi2 udah bersedekah neh, sus. Mantab!@mylathiefmasih untung tak ada kata astaga *lagi kena tere’s effect neh.. :DDitulis asal saja. Tanpa pengeditan. Ada komentar?

  2. akuai said: @susie89pagi2 udah bersedekah neh, sus. Mantab!@mylathiefmasih untung tak ada kata astaga *lagi kena tere’s effect neh.. :DDitulis asal saja. Tanpa pengeditan. Ada komentar?

    hahaha…kena juga dia…qeqeqe…….Aq selalu mendengarkan apa yang kau katakan eits….membaca yang kau tuliskan lebih tepatnya….:-)

  3. ukhuwahkita said: hahaha…kena juga dia…qeqeqe…….Aq selalu mendengarkan apa yang kau katakan eits….membaca yang kau tuliskan lebih tepatnya….:-)

    iya neh… ketularan mba yul…. :p

  4. entahlah.. makanya saya suka gimanaa gitu sama orang pinter. tapi kalo dia merendah dalam arti tidak merasa lebih pintar ketika berbincang dengan saya, maka saya akan senang bertukar ilmu dengannya. subjektif😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s