[TB2] Sepotong Malam Dan Segenggam Harapan

Di akhir malam ini kita bisa bersimpuh, dan merasakan semua suara hati kita yang paling dalam. Kita sedang melepas diri dari semua ikatan siang, saat kita dipandang karena status dan segala yang tampak lahir dari kita. Di akhir malam ini, kita bukan siapa2, kecuali seorang hamba yang sedang berhitung atas dirinya sendiri, di hadapan Allah yang Maha Menghitung.

Di akhir malam, adalah saat yang sangat tepat untuk kita mengukuhkan optimisme, menghadapi esok yang tidak selalu ringan. Memberi kita kesiapan hati, semacam pengantar untuk hari baru agar kita jalani dengan lebih baik. Mungkin kita belum sepenuhnya berdaya, tapi setidaknya kita bisa lebih percaya diri.

Di akhir malam adalah saat yang tetap untuk kita memohon ampun, memohon maaf, memohon kerelaan dan mengejar inti kemuliaan seorang mukmin. Sebab, seperti dijelaskan Rasulullah, kemuliaan seorang mukmin adalah pada shalat malam.

Sepotong malam, di sepertiga akhirnya, adalah rangkaian ritme hidup bagi struktur keimanan kita untuk hari-hari dan tahun-tahun yang panjang. Berjalan menyertai harmoni alam yang tunduk pada fitrah-fitrahnya. Bersama memohon cahaya-cahaya. [majalahtarbawi edisi 251]

***
Kamar Imaji,
28 Mei 2011 pk. 23.46 wib
Dan di akhir malam nanti, jangan lupa sampaikan harapmu. Lalu mantabkan dengan usahamu.

7 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s