[SDS] Seruan Kebaikan

“Sungguh, arena kata2 berbeda dengan arena angan2, arena amal bukanlah arena kata2. Medan jihad berbeda dengan medan amal biasa. Medan jihad yang ‘benar’ berbeda dengan medan jihad yang ‘salah’. Orang mudah berangan-angan tapi tak semua angan dapat diungkapkan lewat kata2. Banyak orang yang mampu berkata-kata tapi sedikit yang mampu menerjemahkannya lewat suatu amal, dari yang sedikit itu, lebih sedikit lagi yang mampu memelihara amalnya dengan istiqomah. Semakin sedikit lagi yang mampu mengatasi sulitnya medan dakwah dan beratnya amal. Karenanya, tempalah dirimu masing2 melalui tarbiyah yang shahih dan perhitungan yang cermat. Ujilah dirimu dalam beramal dengan amalan yang tidak disukai oleh jiwa dan yang terasa berat olehmu. Jangan kalian lewati waktu satu menitpun tanpa suatu amal karena di sanalah akan datang pertolongan, dukungan, dan kemenangan dari Allah..”

Aku menemukan SMS sepanjang 6 halaman itu saat hendak menghapus SMS yang tersimpan di kotak masuk pesanku. SMS yang ternyata terasa lebih menggetarkan saat aku membacanya kembali. Bukan pada saat SMS dari saudari nun jauh di seberang pulau itu mengirimkannya. Medan jihad, kerja dakwah, amal nyata. Ah.. Kata2 itu masih terasa berat, terlebih karena seruan itu memang tak sekadar kata2. Dan di atas SMS itu, kutemukan pesan lain yang tak kalah menggetarkan.

Di jalan cinta para pejuang, makna ikhlas dibebaskan dari pasungan perasaan. Dari rasa ringan atau berat. Hingga Allah memerintahkan kita untuk tetap berangkat baik merasa ringan ataupun berat. “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS AT TAUBAH: 41)

Maka, kutelusuri jejak2 SMS yang menyiratkan pesan yang sama. Yang mungkin sebelumnya kubaca sekilas tanpa makna.

Untukmu pengemban dakwah…
Terkadang hak2 pribadi tak dapat terpenuhi. Jangan bertanya kemana yang lain, jangan bertanya kenapa kita sendiri. Jangan mengingat apa yang akan kita dapatkan, jangan mengingat apa yang telah kita korbankan. Karena sungguh Allah telah memilih kita. Maka, tetap sabar & ikhlas merupakan kesyukuran ketika kita masih menjalani hidup & masih bisa beramal di jalan ini..


Jika hanya memaki dan menyalahkan kondisi, orang kafir pun bisa melakukannya. Tapi kita adalah umat pilihan, yang mengemban misi kekhalifahan, yang takkan berhenti mengusahakan perbaikan demi perbaikan. Hingga kondisi menjadi semakin baik. Atau jika tidak, jangkauan kebaikan kita semakin meningkat.

¤

Wahai diriku,,
masihkah kau di dalam gelanggang dakwah? Menjadi pengumpul hati, pendidik, penyandang dana & sekadar berinfak dg peluh otot? Atau kau sudah jadi penonton & pendengar dakwah yang mencari pembelaan dari keluarga & pekerjaan? Sudahkah kau sedemikian kaya & kuat hingga kau menantang diluputkan dari penjagaan & rahmat Alloh azza wajalla?

¤

Nahnu du’at qobla kulli syai’. Sebuah taujih ba’da zhuhur kemarin menjadi pengingat yang baik di kala dunia terasa begitu melenakan para pengemban dakwah. Ya, kita adalah da’i. Dan tiada seruan yang lebih indah selain mengajak orang2 di sekitar kita untuk berbuat yang ma’ruf dan menjauhi kemungkaran. Selamanya, jalan para pejuang ini akan terasa berat untuk dipikul. Hiasan onak dan duri telah terserak selama perjalanan. Namun semua tiadalah berarti jika sabar dan syukur setia menemani. “Talk less, do more. Jika ingin berkata, maka berkatalah yang baik. Namun utamakanlah untuk beramal shalih. Karena kita adalah orang2 terdepan yang melakukan itu semua.”

*foto diambil dari sini. artikel di blog itu juga bagus2 ^^b

10 responses

  1. yuniezalabella said: Dan sms-sms dari Ai pun masih banyak di hp ku, gak tega buat ngapusnya …Eh ralat deh, sms dari mu adalah sms terbanyak di hp ku ^__^Terima kasih ya Ai…

    hehehe… maaph yaa mba..waktu ada sidak pesan di HP, adikku juga sempat ditegur kakak kelasnya, “kai itu siapa?” gara2 isi inbox-nya kebanyakan sms dariku😀

  2. akuai said: hehehe… maaph yaa mba..waktu ada sidak pesan di HP, adikku juga sempat ditegur kakak kelasnya, “kai itu siapa?” gara2 isi inbox-nya kebanyakan sms dariku😀

    hehehe kok minta maaf, aku justru seneng kok.Berterima kasih bgt, karena ada sms-sms pengingat dan nasehat :))

  3. yuniezalabella said: hehehe kok minta maaf, aku justru seneng kok.Berterima kasih bgt, karena ada sms-sms pengingat dan nasehat :))

    hehe.. makasih juga mba.. nasehat itu juga untukku ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s