Ustadz Gaul

Namanya Ustadz Ismeidas Makfiansah. Pertama kali mendengar ceramah beliau di salah satu acara Rohis SMA-ku. Lupa dulu temanya apa. Dan sejak saat itu aku memandangnya sebagai ustadz lucu. Maksudnya, dalam ceramah2 beliau, seringkali disisipkan hal2 lucu yang membuat audiens tertawa.

Aku kembali bertemu Ustadz Ismeidas bulan Mei lalu dalam acara workshop The Couple. Acara yang menurutku sangat pas dengan menghadirkan beliau, Ust. Salim A. Fillah, dan Boim Lebon sebagai moderator (duh, kapan yaa bisa bikin reviewnya?). Meski kelucuannya masih ada (malah makin kreatif ngelucunya) tapi pesan2 yang ingin disampaikan ustadz dapat kutangkap dengan baik. Sepertinya begitu juga dengan yang lain.

Tak lama sejak kehadirannya itu, aku meng-add beliau di Facebook. Tapi tak pernah menyambangi wall-nya, hingga hari ini.Awalnya aku membaca statusnya. Lantas tertarik mengunjungi wall-nya. Mungkin karena kemarin juga melihat status ustadz yang memohon maaf karena lama mengonfirmasi pertemanan. Ya, wajarlah. Ustadz memang jarang OL. Tapi ustadz sebisa mungkin membalas pertanyaan, sapaan, dan guyonan yang masuk. Minimal jika tidak dikomentari, ia akan memberi jempol untuk postingan di wall-nya.

Dan aku amat tertarik untuk me-repost pertanyaan yang diajukan seseorang kepada ustadz. Selamat membaca. Maaf, langsung copast dari mobile FB jadi belum sempat diedit2.

MoGerz Rantaù > Ismeidas Makfiansah ustadz, help me….!
3 hours ago · Like · Wall-to-Wall

Ismeidas Makfiansah ada masalah apa?
3 hours ago · Like
MoGerz Rantaù istri gw ustadz, dia menuntut berlebihan, shinngga mndorong gw utk mlakukan hal yg g halal, bhkan bs dibilang gw mnjual surga gw demi nurutin dia… Tp dia tdak mau perduli, yg penting kemauannya dituruti. Klo g dituruti, ancaman gugat cerai, tuduhan, n cacian yg kasar akn keluar dri mulutnya… Bahkan lbh dri itu😦
Apa yg harus gw lakukan ustadz, biar dia tdak lg sperti itu…??
3 hours ago · Like

Ismeidas Makfiansah sebelum memintanya menjadi baik, dan menuntut banyak hal darinya, berikan hak istri terlebih dahulu, sayangi ia, doakan tiap hari, berikan keteladanan. dan ketika ia meminta sesuatu yg haram, tolaklah tanpa perlu ucapan kasar untuknya. apapun resikonya jangan sampai menjual ridho Allah hanya untuk cinta manusia… jadilah suami yg sholeh agar layak menerima istri sholihah…
3 hours ago · Like

MoGerz Rantaù insya ALLAH, nafkah, rasa sayang,do’a , teladan n ajakan yg baek ..udah gw lkukan semua ustadz… Tp kok do’i ttp bgitu.. Apa Mungkin krn gw emang bukan orang baek jg ya ustadz..??
3 hours ago · Like

Ismeidas Makfiansah semuanya berproses dan semua proses butuh kesabaran… coba kita ingat sudah berapa tahunkah nama istri kita sebut dalam do’a kita setiap hari?🙂 sy doakan antum jd orang yg baik, kalau antum bukan orang baik, tentu antum tidak peduli dengan dosa dan surga🙂 berdoalah dengan tulus dan ikhtiar lah dengan sabar, dengan itu akan selalu ada harapan perubahan…
ikhtiar lah, hiasi rumah dengan bacaan alquran, terangi rumah dengan sholat sunnah, bukalah hati dengan kajian,berdoa lalu bersabarlah… tidak ada yg mampu merubah taqdir kecuali do’a…
2 hours ago · Like

MoGerz Rantaù Terima kasih ustadz, telah berbagi ilmu dengan gw.. Mohon bantuan do’anya ya ustadz, smoga gw bs ngejalanin semua yg ustadz anjurkan dengan sabar…
Sekali lg trima ksih ustadz, salam untuk saudara2 muslim dsana…
Wassalaamu’alaikum….:)
2 hours ago · Like

Ismeidas Makfiansah sudah didoakan…🙂
52 minutes ago · Like

Pertama kali baca postingannya si MoGerz ini agak kaget juga. Hwee, ni orang kok pake bahasa “gw-lo” ke ustadz? Nggak sopan banget! Tapi dakwah adalah qudwah, contoh. Ustadz nggak terpengaruh tuh. Bahasanya tetap sopan, penjelasannya tetap runut. Tak ada canda2 yang bisa menyinggung si penanya. Ah, suka sekali dengan gaya penyampaian beliau. Dan sang penanya pun jadi lebih lembut ketika mengakhiri obrolannya (meski masih pake kata “gw”, hoho).

Dan kupikir, ustadz gaul itu bukanlah ustadz yang berpakaian a la anak gaul. Bukan ustadz yang pakai BB, aktif di banyak jejaring sosial, sering nongkrong di TV. Ustadz gaul itu yang mampu bergaul, berinteraksi dengan semua kalangan. Ia diterima sebagai penasehat yang baik. Memberi warna, bukan terwarnai.

Barakallahu lakuma, yaa Ustadz gaul! ^_^

***
Teras depan rumah,
9 Juni 2011 pk. 07.30 wib
Sekali lagi, dakwah itu qudwah, Ai!

18 responses

  1. ustadz dengan segala makna -Islam- yang terkandung di dalamnya, Gaul versi Ustadz atau Ustadz versi Gaul, Islam versi Ustadz atau Ustadz versi Islam, Islam versi Kita atau Kita versi Islam …🙂

  2. lagian mana ada ustadz begaya kayak anak gaul -___-“.FYI aja:yg saya denger ustadz ismed itu pernah ngisi pengajian untuk anak-anak punk di pulogadung, salah satu ‘anak didik’nya yg ngaji sama dia itu akrab dengan anak-anak mogerz (sebutan bagi fans band straight metal; PURGATORY) dan mogerz rantau itu dari yg saya liat performance-nya di fb dia termasuk mogerz juga (yaeyalah,,nama fb-nya aja pake nama mogerz) :))jd intinya bisa jadi si ustadz udah ngerti dg karakter anak-anak punk dan underground kek gitu, makanya jawabnya juga santai aja. dan emang mesti gitu sih sikap seorang ustadz :3

  3. cinderellazty said: yeepp ustadz ismeidas kayaknya spesialisasi remaja dan remaja menjelang deasa gitu deeh… kata temenku

    ngga jg sih, doi jg sering di kantor2 gitu.. emang lucu sih😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s