20-10-2011

Entah angin apa yang membuatku tiba-tiba pagi tadi googling dengan key word: tiket pesawat ke kalimantan. Lalu, sampailah aku pada web yang menyediakan layanan pembelian tiket secara online. Halaman langsung tertuju pada info perjalanan menuju Pontianak. Dijelaskan bahwa ada waktu2 tertentu yang membuat harga tiket melambung tinggi. Dwi (langkah88) pernah juga menginfokannya. Selain libur panjang sekolah dan lebaran, harga tiket mahal pada saat acara ritual sembahyang orang Cina dan Imlek. Ah, ya. Jadi ingat Kota Amoi yang ada di Kalimantan Barat itu. Pertama kali mengetahui kota itu dari serial Aku, Kau, dan Kota Kita di note Tere Liye.

Kupikir akan langsung mendapat info berapa harga tiket menuju Pontianak, tapi ternyata ada serangkaian kolom data diri yang harus diisi. Dan yang menarik adalah kolom yang berisi tanggal berapa kita akan ke kota tujuan. Hwee.. Kapan yaa? Keinginanku untuk menjejak Kalimantan nyatanya nggak seiring dengan target waktu pelaksanaan. *mungkin karena yang lalu2 ditawarin ke Borneonya karena ada proyek penelitian atau mengajar, jadi masih ngarep yang gratisan. Xixi..*

Ippho Santosa dalam buku 7 Keajaiban Rejeki mengatakan bahwa diperlukan keyakinan dalam mengeksekusi mimpi kita. Misalnya, ingin menikah. Meski belum ada calonnya, buat saja undangannya dulu. Mau cetak di mana, desainnya bagaimana. Kalau perlu tentukan tanggal berapa. Maka, ketika aku ditanya oleh web itu, kapan mau berangkat, dipilihlah tanggal 20 Oktober 2011. Kenapa tanggal segitu? Entahlah. Ada alasan2 aneh yang sulit untuk dijelaskan. Hoho.. Suka aja dengan kombinasi angkanya. 20-10-2011. Lagipula, tanggal itu jatuh pada hari Kamis, hari yang dianjurkan untuk bepergian dalam adab2 safar yang pernah kubaca.

Hei, urusan ini menjadi semakin menarik ketika pagi ini aku nyemil snack Lays dan mendapati tanggal kadaluarsanya sama dengan tanggal keberangkatan yang kurencanakan. 20-10-2011. Tak ada yang kebetulan, kan?

Selamat pagi! ^_^

***
Kamar Imaji,
13 Juni 2011 pk. 08.25 wib
dan cukuplah sampai “aku pernah memimpikannya”…

39 responses

  1. @mylathiefjadi inget, dulu aku ga yakin lulus di semester sepuluh, akhirnya beneran ga lulus. Hoho… Dan akhirnya belajar bahwa keyakinan itu memang penting yaa..Akhir2 ini juga seolah diingatkan, ‘kalau kita ragu akan sesuatu, bagaimana Allah melihat kesungguhan kita?’ Ah, tapi pada prakteknya susah neh untuk menyelaraskan harapan dan keyakinan..

  2. pontianak panas aaay,, bikin keringetan mulu dan berdebu :)tapi klo berdasarkan note tere liye, berarti aku baru pernah naik ‘pelampung’, sepit belum. kabar-kabarin dong klo mau ke sana

  3. Pengen ke Tanjung Puting juga sih far… *duh, banyak keinginan neh anak! XDkalo backpackeran gitu ikut ka rika FH dkk aja. Mereka niat banget tuh buat keliling indonesia..

  4. @qhorienieztaku juga agak kaget sama tanggalnya. Tapi rasanya masih enak jadi hajar aja. Haha… *bahkan yg rasa rumput laut kadaluarsanya tgl 26 september ini. Belum kubuka. :p

  5. akuai said: @mylathiefjadi inget, dulu aku ga yakin lulus di semester sepuluh, akhirnya beneran ga lulus. Hoho… Dan akhirnya belajar bahwa keyakinan itu memang penting yaa..Akhir2 ini juga seolah diingatkan, ‘kalau kita ragu akan sesuatu, bagaimana Allah melihat kesungguhan kita?’ Ah, tapi pada prakteknya susah neh untuk menyelaraskan harapan dan keyakinan..

    semunya memang butuh keyakinan…bahkan kalo sakit pun kita harus punya keyakinan kalo sakit kita pasti sembuh… ini akan membantu proses penyembuhan…

  6. caturhp said: semunya memang butuh keyakinan…bahkan kalo sakit pun kita harus punya keyakinan kalo sakit kita pasti sembuh… ini akan membantu proses penyembuhan…

    betul betul mas..termasuk keyakinan bahwa diir ini ga boleh sakit yaa ^^b

  7. qhorieniezt said: palingan kalo perut nolak ya langsung dikeluarin ya, kakheheheheeh, yang rasa rumput laut enak tuwwjadi pengen juga lah

    mau kukirimin? bungkusnya :))

  8. azizrizki said: nikahnya ke pontianak?moga lancar ai ^^eh, jangan sering makan snack “lays” dan sejenisnyalove ur body ^^

    ah, kiki mah bisaan.. mohon doanya aja yaa ki *loh? :paku emang bandel kalo urusan nyemil2 gitu ki. mksh udah diingatkan ^^

  9. indev said: Ka aiiii….Rencana terdekat mau jalan kemana toh?

    weekend ini ke sukabumiweekend depan ke purwakartasemuanya buat kondangan. hahaha…nanti juli mau reunian penelitian temen di cikepuh, sukabumi vy.. wanna join? ^^

  10. kok mba fajar selalu tertarik sama kalimat terakhirnya yaa? Hihi…Pernah baca novel Senja Bersama Rosie? Ada salah satu adegan yg menceritakan seorang pemuda yg memilih utk tidak meneruskan mimpinya sampai akhir. Cukup sampai pernah hampir menggapainya. Misalnya, saat ia naik gunung, ia memilih ga sampai puncaknya. Katanya, “Cukuplah bahwa aku pernah hampir sampai ke puncaknya.” sensasinya beda.. Hehe..Maka, mungkin aku pun bisa berkata, “Cukuplah sampai aku pernah hampir menjejak borneo.”😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s