Sayounara, Ludi ^_^

bismillaahirrahmaanirrahiim..

Aku sedang menikmati indahnya alam di Curug Cilember ketika Ludi meneleponku. Ini sungguh kejadian langka. Dulu, kami memang sering menelepon satu sama lain. Ketika masih sama2 memiliki nomor CDMA yang promonya bisa menelepon selama sejam hanya dengan seribu rupiah. Dan beda operator terkadang mampu menghasilkan jarak. Tak ada lagi kegiatan saling telepon sampai kuping panas. Maka, ketika panggilan tak terduga itu datang, aku menjawabnya dengan bersemangat.

“Tumben lo nelpon gw? Kangen yaa? Haha..”
“Tadi gw abis nelpon keluarga gw, trus masih ada sisa, dipikir2, nelpon siapa lagi yaa? Ya udah nelpon lo deh akhirnya..”

Jyah, ternyata Ludi menelepon melalui nomor As-nya. Pantes aja mau meneleponku cukup lama. Lagipula, dia mau memastikan apakah aku jadi datang ke acara Open House Indonesia Mengajar atau tidak. Karena masih ada barangnya yang dititipkan padaku. (Dan hilang sudah keromantisan itu.. hahaha.)

Sebenarnya sudah sejak tiga pekan yang lalu Ludi mengabarkan bahwa akan ada Open House Indonesia Mengajar (IM). Dalam acara tersebut, akan dijelaskan mengenai kegiatan2 yang dilakukan Indonesia Mengajar sekaligus acara perkenalan dengan para Pengajar Muda (PM) angkatan kedua. Dan Ludi adalah salah satunya. Waktunya sudah pasti. sore-malam hari tanggal 12 Juni 2011. Hanya belum jelas tempatnya di mana. Dan pekan selanjutnya, saat aku bertemu dengan Ludi di Depok, ia menjelaskan bahwa acaranya kemungkin dibatasi oleh kuota. “Mungkin masing2 PM cuma bisa ajak 6 orang kerabatnya.” Hyaaa, belum tentu aku diajak donk kalo gitu..

Tapi beberapa hari sebelum acara itu berlangsung, Ludi mengirimkan link event Open House IM melalui Facebook. Ludi mengajak kami untuk hadir dan mendukungnya sebagai perwakilan Aceh Utara. “Nanti lo pake baju warna ijo yaa!” pesannya. Awalnya nggak yakin bisa datang atau tidak. Siang itu aku masih berada di Cisarua, Bogor. Dilanjutkan melingkar sampai selepas maghrib. Aku khawatir tubuh ini terlalu lelah setelah bepergian seharian. Apalagi paginya habis tracking ke Curug Cilember. Tapi akhirnya memutuskan datang juga.

Maka, kusempatkan diri untuk pulang selepas dari Cisarua: ambil motor dan berganti kostum. Lalu SMS teman2 yang di-link Ludi (Nisa, Teni, Wenny), mengajak mereka ikut serta. Sayangnya, nggak ada yang bisa. Yasuw, aku ke sana sendirian deh.. (Maaf Mba Yuni, tadinya mau SMS dirimu juga, eh, tapi khawatir kalo malam2 gitu dirimu nggak bisa, jadi urung SMS dirimu).

P4an fatmawati ambil kanan kl dr ps rebo.arah blok m. skitar 500m sblum itc fatmawati,sblah kanan.stelh d best.

Bermodal SMS rute dari Ludi, dan sedikit tanya rute ke ayah dan seorang teman, akhirnya selepas maghrib (pk. 18.45) kutancap gas menuju Kementrian Pendidikan Nasional Gedung C Lt. 3. Aku masih memiliki gambaran sampai di perempatan Fatmawati, tapi setelahnya hanya bermodal kenekatan saja. Rutenya sudah cukup jelas. Pun kalau nggak ketemu juga dengan rutenya, masih ada orang yang bisa ditanya2. Dan ketika 500 m terlewati tanpa kutemukan gedung d’Best, aku memilih berhenti sejenak di sebuah minimarket. Iseng aja beli snack di sana. Sekalian bertanya pada tukang parkir di sana.

“Mas, tau gedung kemendiknas di mana nggak?”
“Kemendiknas? Oh, itu kali di seberang? Gedung PKK yaa?”
“Eeh, bukan.. Emm, kalo d’Best di mana?”
“d’Best mah di sana (menunjuk ke arah kanan). Udah kelewat..”
“Kalo ITC Fatmawati?”
“Di sebelah sana (sekarang menunjuk ke arah kiri). Gedungnya yang di seberang itu kali.. Kayaknya ada acara yaa?”

Ah, ya. sepertinya memang gedung di seberang itu. Pas banget. Aku berhenti di tempat yang tepat. Maka, melajulah motorku mencari putaran balik (yang baru disadari setelah melewati 2x lampu merah bahwa di depan minimarket itu ada putaran balik. Doeeng! Ngapain muter jauh2 kalo gitu??? ). Okeh, akhirnya sampai di Kemendiknas pk. 19.20 wib. “Lurus, belok kiri, nanti gedung C ada di seblah kanan. Naik aja ke lantai 3.” kata Pak Satpam. Padahal aku hanya bertanya di aman letak parkir motor, tapi ia langsung bisa menebak maksud kedatanganku dan langsung mengarahkan letak gedung tempat open house berlangsung. Mantab…!

Sambil menaiki tangga, aku menelepon Ludi, mengabarkan bahwa aku sudah sampai di lokasi. Dan ketika sedang mengisi daftar hadir, Ludi sudah berdiri di belakangku. Aih, jadi enak dijemput sama PM di pintu masuk. Ludi terlihat beda dengan kostum Acehnya (meski masih tampak berisi, huahaha.. piss ah Di! ^^v)

hei.. Hei.. siapa diaa?


Aula sudah ramai oleh orang-orang dari segala kalangan, mulai dari keluarga dan sahabat PM, penulis, sampai wartawan. Aku pun bisa melihat Anis Baswedan dan Iwan Setyawan secara lebih dekat. (dan mengatakan dalam diri, “Jangan norak! Jangan norak!” ). Di bagian depan ada panggung yang cukup luas. Di sebelah kiri dan kanannya ada layar untuk proyektor, dan di sekeliling aula terdapat stand-stand dari berbagai kota yang akan menjadi tujuan para PM nantinya. Di sana, mereka menjelaskan bagaimana kondisi kotanya masing2.

Ludi memperkenalkanku pada keluarganya (Hei, setelah sekian lama berteman, akhirnya aku bertemu dengan keluarga Ludi juga. Bersalaman dengan kedua orangtuanya, menyapa kakak2nya, bertemu langsung dengan Afaf dan Emir. Mereka keluarga yang hangat. ) Lalu Ludi mengajakku ke stand Aceh Utara, kota yang akan dijadikan persinggahannya selama setahun untuk mengabdi sebagai guru SD. Ia pun menyodorkan kartu nama PM dan mengomentari fotonya dalam brosur, “Gw udah kayak lagi latihan baris berbaris. Padahal banyak foto yang lain, tapi dipilihnya yang ini,” katanya. Tapi Ludi terlihat cantik. Yang membuatku usil berkata, “Ati-ati loh.. ntar foto lo yang ini di-crop orang. Haha.”

foto cantiknya ga keliatan euy. hihi..

Alhamdulillah, meski dalam undangannya ditulis bahwa kegiatan open house dimulai sejak pk. 17.30, tapi acara inti baru dimulai tak lama setelah aku memasuki ruangan. MC lalu mengajak undangan untuk melihat ke arah layar yang menampilkan kegiatan para PM selama dikarantina di Rindam. Dan Ludi dengan semangat menjelaskan foto-foto yang ditampilkan.

“Gitu deh i latihan fisik selama di rindam. “
“Ini waktu kita latihan ngajar.”
“Itu gw lagi jadi pembina upacara. Yeaaaah..”
“Itu Habib.”
“Itu Iwan..”
“Itu Andrea Hirata..” (kalo dia mah gw juga udah tau buw… )

Tibalah saatnya performance dari para PM. Awalnya mereka tampil per kota tujuan dengan kostum yang seragam sesuai ciri khas daerah mereka. Jumlah PM yang dikirim ke masing2 kota tidak seragam. Di Aceh hanya dikirim 6 orang PM. Untuk daerah Kapuas Hulu le
bih banyak lagi. Dan ketika mereka tampil itulah, aku mulai merasa merinding. Trharu sekaligus bangga. Sungguh sangat salut dengan kegiatan IM ini. Apalagi saat melihat pancaran semangat para PM, sebuah keoptimisan bahwa mereka telah siap untuk mengajar. Untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik.

find me! *pentingbanget.com

Acara semakin meriah saat seluruh PM sudah berkumpul dalam satu panggung. Mereka menyanyikan tiga lagu: Mars IM, lagu untuk para siswa, dan lagu untuk para guru dan fasilitator yang membimbing mereka selama dikarantina (sambil mengajak tim IM itu bergabung ke atas panggung) Riuh penonton semakin mengobarkan semangat siapa saja yang hadir. Belum berangkat saja, para PM itu sudah menginspirasi. Kereeen sekali. Kadang terbersit keinginan juga untuk bisa seperti itu, tapi setiap orang kan memiliki peta hidupnya masing2. Kita pun sesungguhnya bisa menjadi pribadi yang inspiratif tanpa harus menjadi PM.

Ludi keselip di mana hayooo?

Tanpa terasa, satu jam telah berlalu. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh salah satu PM, sekaligus permohonan doa untuk mereka yang akan diberangkatkan hari ini, besok, dan lusa. Aku pun tak bisa berada lebih lama di sana. Maka, setelah foto bersama keluarga Ludi, menyerahkan barang titipan Ludi, dan foto (lagi) bersama Ludi, aku pun pamit. Beberapa kali berjabat tangan, sesekali berpelukan, melihat senyumnya yang terkembang serta tawanya bersama PM yang lain cukup mewarnai perpisahan kami.

Sampai Jumpa, Ludi. Semoga selalu semangat bermanfaat menjalani hari-hari luar biasa selama setahun di Aceh Utara sebagai PM. Meski udah punya blog PM, tapi jangan lupa ngempi yaa.. *teteup! hehe..

***
Kamar Imaji,
15 Juni 2011 pk. 07.21 wib
Saat aku menuliskan ini, mungkin Ludi sedang berada di dalam pesawat menuju Medan..
(maaf kalo review-nya banyakan ga pentingnya. hoho)

NB: foto2 diambil dari FB Indonesia Mengajar. Foto di kameraku ancur semuaa

65 responses

  1. uchiha17 said: eh eh, ludi bisa ol ga? secara di pedalaman gitu. (thingking)

    alhamdulillah, kalo ludi dapet daerah yang ga pelosok2 banget. ada listrik, sinyal, prasarana cukup baik lah. tantangannya lebih secara sosial sih.. *serasa jubirnya ludi neh😀

  2. mylathief said: Kalo mw lbh deskriptif, tlsn ini sbnare bs dikembngkan..

    rasanya tulisan ini udah panjang banggetz. ga kebayang kalo harus dikembangin lagi. bagian yang mana juga yaa?!

  3. aiiiii…gw baru bacaaaaa..telat banget yaa..maklum, ketidakcukupan sinyal untuk OL via PC membuat gw males banget ngempi, gw belom lama tau kalo lo pasang poto gw di MP, makanya gw pengen liathaha…baju aceh itu emang bikin gw keliatan tambah gendut (dan padahal gw emang gendut banget, haha)07.21 15 juni, gw ga inget pesawat gw udah terbang apa belum :p :p kayanya udahai makasi ya udah dateng ke openhouse waktu itu, makasi makasi, foto kita ada di kamera temen gw, waktu itu gw kan ga ngeluarin kamera, kerjaannya nebeng-nebeng poto, males gw, hehe, dan potonya ada di temen gw yang di kapuas hulu, baru gw bisa minta tahun depan, insya ALLAH😀

  4. akuai said: betapa bangganya pasti orang tua mereka

    beberapa tidak diijinkan awalnya, tapi karena kami “ngotot” akhirnya orang tuapun pasrah, hehe, bokap gw juga gitu, tapi kayanya para orang tua jadi rela setelah open house itu🙂

  5. akuai said: lagu untuk para guru

    lagu favorit orang-orang galuh (officer IM)guruku tersayang, guruku tercintatanpamu apa jadinya akutak bisa baca tulis, mengerti banyak hal, guruku, terimakasihku🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s