: Hingga Ujung Sya’ban

Sebelum Ramadhan tiba, setidaknya aku sudah harus menyelesaikan beberapa PR. Berikut daftarnya:

  1. Membuat targetan Ramadhan
  2. Mendaftar doa2 yg akan dipanjatkan sepanjang Ramadhan
  3. Membuat proposal
  4. Menyelesaikan buku ‘Bisa Jadi, Ini Ramadhan Terakhir Kita’
  5. Membeli sikat gigi baru (haha, penting banget! :P)
  6. Membeli habbatus saudah
  7. Olahraga
  8. Mengirim SMS akuai (persiapan Ramadhan)
  9. Menghafal doa berbuka puasa *kok lupa yaa? Hadeeh!
  10. Mencari cerita inspiratif, lokasi inspiratif, desa/kota inspiratif, dan orang2 inspiratif (ada yang bisa bantu???)

Emm,, kalo orang rumah sih punya tambahan PR lagi: ziarah kubur. Ke makam nenek, kakek, ibu, dll. Eh, tapi kok aku nggak terlalu semangat yaa? Kayaknya cuma aku doang yang belum ke makam ibu. Biasanya ayah suka tanya, “Kamu nggak ke makam?” tapi sampai sekarang ayah dan yang lain belum nyindir2 tuh. Bosen kali. Hoho… Anak nakal! Tapi…. Aku hanya merasa bahwa hal tersebut bukan sebuah keharusan. Apalagi jika dikerjakan tanpa makna yang berarti.

Teman2 juga mulai menghiasi akun situs jejaringnya dengan ucapan maaf sebelum Ramadhan. Aku juga mau minta maaf. Pastinya sepanjang perjalanan hidup ini banyak khilaf yang kuukir. Eh, tapi sebenarnya kita nggak perlu nunggu momen H-1 Ramadhan juga sih untuk saling bermaafan. Utamanya, penyambutan Ramadhan itu diisi dengan menyucikan hati. Mengikis kotoran2 di hati biar cling cling. Jadi, untuk setiap cahaya kebaikan yang masuk, hati dapat menyerapnya dengan baik.

Oya, sebenarnya mau beli Al Quran juga. Al Quran terjemahan dan Al Quran perjuz. Al Quran terjemahanku sudah dihibahkan. Kalo sebelumnya punya yang edisi special for women, pengennya sih nanti beli yang edisi ilmu pengetahuan. Nah, kalo Al Quran perjuz itu biar semangat bacanya pas Ramadhan nanti. Ah, tapi kalo semangat membaca itu kan harusnya lahir dari dalam hati yaa? Jadi, nggak masalah Al Qurannya itu model apa, semangat membaca itu harus tetap ada. Lagipula, di rumah ada beberapa Al Quran yang nganggur juga. Sayang kan kalo nggak pernah disentuh?!

Yowes, itu aja! Semoga PRnya bisa kukerjakan dengan baik hingga di ujung Sya’ban nanti. Yosh! Semangaaaad!

***
Condet,
30 Juli 2011 pk. 10.43 wib
Ramadhan.. Ramadhan.. Ramadhan.. Then Syawal! ^o^

NB: si adek ternyata punya targetan lain: berbekam sebelum Ramadhan. mukanya sekarang udah dihiasi cetakan hasil bekam. hwee.. jadi pengen juga! hehe..

56 responses

  1. nisachem05 said: disekolahku ada ustadz yangdistributor al qur’an perjuz..ada juga alqur’an hafalan..mau titip, ai?

    sepertinya ditunda dulu nis beli Qurannya. di rumah masih ada yang nganggur. uangnya juga mau dialihkan utk yg lain dulu ^^b

  2. semangatdafa said: smoga dimudahkan…🙂. oya, i..teteh pesan bukunya ya.. Buku i lgsng dibaca sm tmn dibag.pengadaan..

    pesan berapa teh? dua lusin? hihi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s