Potret Ramadhan Dari Sudut Ibukota

Pada sepotong pagi. Seorang lelaki muda baru saja bangun pukul lima pagi. Saat itu bapak-bapak paruh baya telah selesai menunaikan ibadah sholat shubuh berjamaah di masjid dekat rumahnya. Lelaki itu masih terduduk di atas kasur tipisnya. Matanya terasa berat. Pun dengan kakinya. Ia teramat sulit untuk melangkah menuju kamar mandi. Lelaki itu masih terduduk saat ia menyadari bahwa ia tak dapat sholat di awal waktu. Lupa niat puasa, lupa sahur, apalagi untuk memanjatkan doa di waktu yang mustajab itu. Yang paling diingatnya adalah semalam ia tidur larut sekali.

Di kamar yang lain. Di tempat yang mungkin berpuluh-puluh mil jaraknya dari tempat si lelaki muda tadi. Seorang perempuan muda masih terbaring di ranjangnya. Jangan samakan kondisinya dengan si lelaki tadi. Ia sholat di awal waktu. Perempuan itu pun tak lupa sahur. Bahkan ia sempat berdoa, “Ya Allah.. angkatlah penyakitku. Berikanlah kesembuhan padaku. Agar aku dapat optimal dalam beribadah kepada-Mu.” Betapa ia merindukan nikmat sehat yang ia lalaikan. Semua menjadi serba pas-pasan.. Ketika kenikmatan menjalankan ibadah itu hilang bersama nikmat sehatnya.


Mari sekarang kita mengarahkan pandangan kita ke jalanan. Ada banyak potret yang bisa kita lihat dan jadikan cermin kehidupan di Ramadhan kali ini. Tentang supir angkot yang tidak sabaran membawa penumpangnya hingga sampai ke tujuan. Tentang penumpang yang tidak sabaran, yang terus saja mengeluhkan kemacetan. Tentang motor yang tidak sabaran, menyalip kendaraan lain dan hampir-hampir menabrak seorang ibu yang hendak menyeberang jalan. Tentang mobil yang tidak sabaran hingga mengklakson mobil di depannya saat lampu hijau belum sempurna menyala. Dan semua tentang orang-orang yang tidak sabaran. Yang menyikapi puasa hanya sebagai aktivitas menahan lapar dan haus semata. Hei, jika demikian halnya, seorang anak usia 7 tahun pun bisa melakukannya.

Ramadhan pun terlewati seperti hari-hari biasanya. Bangun tidur, sahur, sholat, mandi, berangkat ke kantor atau sekolah. Hanya sahurlah yang kemudian membuatnya beda. Kerjaan menumpuk, tugas-tugas menuntut pikiran dan tubuh berkonsentrasi penuh. Hingaa lembur. Hingga futur. Ketika di sela-sela waktu istirahat itu hati tak disirami lantunan ayat suci. Lalu malu sendiri saat senja mengabarkan bahwa satu hari di bulan Ramadhan tlah terlewati. Ah, bagaimana bisa khattam Quran kalau membaca Quran kurang dari satu juz perhari? Dan hanya penyesalanlah yang tertinggal.

Kawanz, adakah di antara potret tersebut yang ternyata sesuai dengan apa yang kita alami? Semoga saja tidak. Tapi mungkin kita memiliki potret lain yang hampir sama. Tentang penyesalan karena tiga hari ini mungkin terlalui dengan tidak optimalnya ibadah kita. Betapa amalan Ramadhan yang telah kita laksanakan masih jauh dari targetnya.

Menyesal tentulah menjadi salah satu bentuk pertaubatan kita atas kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan. Tapi kemudian yang lebih penting dari itu adalah sikap kita setelah penyesalan itu terucap dari dalam hati. Kawanz, belum saatnya kita menyerah dalam perjuangan untuk memenangkan Ramadhan tahun ini. Biarkanlah tiga hari yang telewati itu menjadi pelajaran. Menjadi bekalan yang akan kita bawa untuk hari-hari berikutnya.

Jika kita ibaratkan perjuangan selama bulan Ramadhan ini seperti pelari yang ingin mencapai garis finish,, maka pelari yang baik adalah ia yang bisa konsisten menjaga kecepatan larinya. Tetap fokus pada tujuannya. Dan berharap kemenangan itu ada dalam genggamannya.

Berharaplah.. Berharaplah agar esok lebih baik dari hari ini.
Berharaplah.. Berharaplah dengan segala usaha yang bisa kita lakukan.
Berharaplah.. Dan semoga Allah masih memberikan kita waktu untuk merasakan kenikmatan bulan penuh ampunan ini… Hingga potret penyesalan itu berganti dengan potret kebahagiaan atas kemenangan yang kita raih.

*copast dari grup Ramadhan Rangers ^^b

10 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s