Perkenalkan, Aku Noriko Oka

“Okaa Chan…!”

“Bisakah kau tidak memanggilku begitu?”

“Loh, kenapa?”

“Namaku Norika Oka. Jadi lebih baik panggil aku Oka saja. Lagipula, aku seringkali merasa panggilanmu itu terkesan mengejekku.”

“Tapi kau kan memang keibuan.”

“Atau tepatnya, tingkahku ini mirip ibu-ibu.. Hmmpf!”

“Hehe… Jangan sensi begitu. Aku justru merasa kau menarik.”

“Kau pasti bercanda! Setiap harinya aku harus mengurus keluargaku. Aku kadang berpikir bahwa kehidupan di dunia ini adalah sesuatu yang tidak adil. Ada anak-anak perempuan yang hidupnya penuh dengan kesenangan dan keceriaan. Tapi ada pula gadis, yang harus mengurus adik kembar cowok usia 5 tahun dan seorang ayah yang tak bisa apa-apa, seperti layaknya ibu rumah tangga. Aku…”

“Cukup! Kau justru yang telah menginspirasiku, Oka.”

“Eeh?”

“Kamu yang selama ini tampak menderita. Yang melakukan semua pekerjaan rumah hanya karena memang tidak ada jalan lain. Tapi yang penting, kamu sudah melakukan apa yang harus kamu lakukan. Karena itu, aku pun kini sedang mengejar mimpiku. Memilih jalan yang terpenting untuk hidupku.”

“Terbalik!”

“Apa?”

“Aku justru yang kagum padamu, Tada. Aku tidak bisa sepertimu, yang berubah indah dari kepompong ke kupu-kupu.”

“Tidak ada kepompong yang tidak akan jadi kupu-kupu. Itu juga berlaku untukmu.”

“Hmm.. Terima kasih.”

“Kau jangan bersedih lagi yaa!”

“Tentu saja. Karena kau telah menghapus semua kesedihan yang selama ini kurasakan. Membuat hidupku menjadi berwarna penuh keemasan. Ayah, Natsuo, Akio.. Aku menyayangi mereka. Mereka kini tampak indah di mataku.”

“Lalu, bagaimana denganku?”

Note:
Seri Perkenalan kali ini terinspirasi dari komik serial cantik Close Your Eyes My Love (Judul asli: Me o Tojite Ai) karangan Saito Chiho. Ada beberapa kisah dalam satu komik. Aku lalu mengambil satu kisah yang berjudul Langkah Cinta Penuh Warna. Okaa chan sendiri merupakan plesetan dari Okaasan alias ibu. Aku sendiri merasa kondisiku jauh lebih baik dibanding Oka. Tapi ada beberapa teman yang memang pada akhirnya mendapat amanah lebih di rumahnya. Harus mengurus pekerjaan rumah, bertanggung jawab terhadap adik2nya, karena orangtuanya juga memiliki amanah yang setumpuk dan mereka tidak mempunyai pembantu. Tapi aku merasa mereka itu keren! Apalagi jika bisa berkarya di dalam dan di luar rumah.

Seri perkenalan lainnya bisa dilihat di tag: analogi

***
Di Balik 3 Jendela,
3 September 2011 pk. 21.42 wib
Hari ini cuti jadi *****w***, hehe…

32 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s