Pemikiran Acak

Apa ku-remove juga aja yaa? Haha. Ikut-ikutan sama mba novi nih.. Labil beut dah! Mungkin sejenak merasa lega. Tapi kalo berpikir jauh ke depan, sebenernya bukan solusi juga. Kampung multiply tuh luas, meeen…! Suatu hari, ketika kau menemukannya di tempat lain, mungkin kau akan merasakan ketidaknyamanan yang lebih besar dibanding yang terjadi saat-saat ini.

Menuju Jakarta.
Menuju Madiun.
Menuju Purwokerto.
Yang terakhir update-annya Nisa. Haah.. Baca status teman-teman kadang bikin, emm, apa yaa? Iri! Bukan karena ga bisa mudik. Ah, urusan pulang kampung menurutku kini menjadi hal yang terlalu kekanakan untuk dipikirkan. Bukan lagi soal itu. Tapi… Pengen jalan-jalan….! Yang jauhan dikit gitu! Ga cuma Jakarta-Depok. Rencana naik gunung juga batal. Padahal kangen jadi bolang lagi. Yoweslah yaa.. Syukurin aja!

Kemarin mulai baca buku Six Years in Waiting. Pas update-an Goodreads-nya di-link ke twitter, eh, penulisnya, Peggy Orenstein -jurnalis asal amrik- ngebales twit aku. Duh duh senangnyaah.. Haha, Norak! Trus pas bikin status di Facebook juga dikomentarin sama Herry Nurdi. Yaa mungkin kalo ada yang kenal beliau mah bakal bersikap biasa aja. Tapi berhubung aku ini hanya satu dari hampir 5000 kontaknya yang bukan siapa-siapa, rasanya yaa beda aja!

Trus jadi mikir, perhatian itu sesuatu banged yaah? Hohoho.. Seorang kawan pernah cerita. Katanya, komentar itu merupakan sebentuk perhatian. Aih… Gitu yaa? Bisa juga sih. Tapi nggak selalu ah! Tiap orang punya ekspresi masing-masing kan? Ada yang hobinya komen, di manapun, kapanpun, kepada siapapun. Ada juga yang komen ke lapak-lapak tertentu aja. Sesukanya. Sekehendaknya. Ge-eR? Aduh! Plis deh! Hari geneee?? Xixi. Sah-sah aja sih! Yaa tapi nggak usah lebay juga! Tapi kalo emang bener, emm, gimana? Pura-pura bego tapi tetap waspada! Jyah, ini juga kayaknya tips yang udah basi! Bahwa tiap orang memiliki latar belakang sendiri untuk komen dan nggak komen. Mungkin ini yang perlu digarisbawahi.

Aaaargh! Pengen nulis.. Tapi si Abhi lagi rusak. Huhu… Padahal udah harus mulai nulis dari sekarang kalo nggak mau diburu deadline. Nulis tangan? Duh, nggak efisien ah! Eeh, alasan aja ini mah. Kadang kita suka bikin excuse ke dalam diri sih. Kita? Gue aja kali yaa? Haha! Berarti, yang harus dibangun bukan hanya mood, tapi juga kesungguhan untuk menuntaskan sebuah karya. Dan gaya menulis? Aduh!

Hwaaa… Kenapa di Depok hujan, Lenteng yang dekat rumah Mba Yuni hujan, tapi Lenteng yang dekat rumahku nggak hujan? Cuaca, oh, cuaca! Mengapa tak kau sejenak mengobati rinduku pada hujan? Hujan.. Hujan.. Nggak terlalu rindu juga sih! Jyah, mulai labil lagi… Tapi ini kayaknya mah cuma kerinduan yang nggak penting. Ayo, ayo, Ai! Coba cek lagi isi hatimu… Ada sirup, buah, teh kotak, obat, telur, … Loh? Ini mah isi kulkas di rumah!!

Oya, terakhir nih.. Ada satu pertanyaan yang membenak dalam hati. Tsaah, bahasanyaah! Kira-kira sampai kapan yaa akuai nulis geje kayak gini. Kayaknya ini blog nggak sesuatu banged! Halah… Tapi seolah kegejean ini sudah mendarah daging di blog akuai. Hweee… Bahkan mungkin kalian nggak ngerti sama bahasa aneh yang kupakai di jurnal ini. Apa pindah lapak aja yaa? Gedubrak! Labil lagi deh…

*

di suatu tempat,
suatu hari dan suatu waktu
saat kau tak harus selalu mengetahui segalanya tentangku *apa dah! :))
Semangka!

71 responses

  1. Haaa? Rancaekek???Jauhnyooooo…Itu mah masuknya bukan kota Bandung, tp Bandung pinggiiiirrrr…Bisa sejam setengah dr kota bandung, heuheu (⌣́_⌣̀) Yasud, tar klo ga keburu ahad dpn kpn2 aja yah :p

  2. Maaf, gagal naik gunung bareng.😦 padahal ka nani juga minta diajak. Eh, ka linda kyanya mau naik gunung. Soalnya dia sms aku, nanya klo naik gunung pake rok ribet ga.Ka ai bolang? Bocah ilang apa bocah malang? :p(karena jurnalnya acak, komennya juga acak)😀

  3. indev said: Maaf, gagal naik gunung bareng.😦 padahal ka nani juga minta diajak. Eh, ka linda kyanya mau naik gunung. Soalnya dia sms aku, nanya klo naik gunung pake rok ribet ga.Ka ai bolang? Bocah ilang apa bocah malang? :p(karena jurnalnya acak, komennya juga acak)😀

    gapapa.. aku juga kan emang ga bisa tgl segitu..semoga lain kali bisa naik gunung bareng yaaaa…oya, aku mah bukan bocah ilang atau malang. tapi bocah langsing *eh :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s