Celoteh Pagi Ini

“Bundaaa… Cepetan,” kata Dinda kepada ibunya pagi ini.

Sampai di sini, apakah kalian melihat adanya kejanggalan? Sebenarnya bukan pada kalimatnya yang terkesan memaksa. Percayalah, keponakan kecilku ini menyampaikannya dengan sangat lucu. Yang membuatku aneh justru kata ganti sapaan yang ia gunakan. Bunda. Heh? Sejak kapan Dinda memanggil ibunya dengan sebutan Bunda?

“Lah, panggilannya ganti lagi?” tanyaku pada ibunya. Masih ingat beberapa waktu yang lalu, Dinda memanggil kakak iparku dengan sebutan Ummi. Alasannya sederhana. Hanya karena teman sepengajiannya, memanggil ibu (sekaligus guru ngajinya) dengan panggilan Ummi. Setiap kali Dinda memanggil Ummi, aku senyum2 sendiri. Aya aya wae. Padahal duludulu manggilnya Mama.

Kadang aku heran. Seorang batita kok bisa2nya gontaganti panggilan seperti itu. Suatu hari, pernah Dinda berbincang santai dengan ibunya. Membahas panggilan2 yang ia gunakan. Ia pun membahas tentang panggilan yang dipakai sang abang (yang selalu konsisten memanggil mama) dan papanya (yang nggak pernah ia ganti jadi abi apalagi ayah). “Kalo Papa manggilnya Meh yaa.” katanya polos. Tentu saja kesimpulan itu ia dapat dari hasil pengamatan sederhananya. Abangku memanggil sang istri dengan namanya (yang berevolusi): Kamelia – Kamel – Amel – Mel – Meh (mungkin yang terakhir itu gabungan dari mamah dan mel, hehe).

Aku membayangkan, betapa seorang anak yang kasar, yang memanggil orang tuanya dengan tidak sopan, pastilah karena lingkungan yang membentuknya, baik di dalam keluarganya sendiri maupun di luar rumahnya. Anak, tetaplah sosok yang polos, yang karakternya terbangun akibat polesan orangtua dan lingkungannya. Maka, jangan lagi menampakkan keburukan di depan mereka. Karena kita akan kaget sendiri apabila ia kemudian berubah menjadi monster yang tak dapat dikendalikan.

***
di Balik 3 Jendela,
9 September 2011 pk. 09.37 wib
sebuah postingan nekat yang miskin ilmu.. Opening dan ending juga kok kayaknya ga nyambung yaa? ^^a

33 responses

  1. akuai said: Aku membayangkan, betapa seorang anak yang kasar, yang memanggil orang tuanya dengan tidak sopan, pastilah karena lingkungan yang membentuknya, baik di dalam keluarganya sendiri maupun di luar rumahnya

    betul …!

  2. kalo anak perempuan emang suka gitu yaa mba? Dia sadar banget kalo ganti panggilan. Malah kadang kurasa agak2 maksa. Ahaha.. Kalo udah gedean dikit bakal konsisten kali yaa..

  3. akuai said: sebuah postingan nekat yang miskin ilmu.. Opening dan ending juga kok kayaknya ga nyambung yaa? ^^a

    nyambung kok,sepakat banget kalo batita atau balita itu sedang-sedangnya jago meniru

  4. @destihehehe… ibu berhak protes yaa?aku dari dulu manggilnya mama. tapi sekarang jadi pengen manggil ibu. kayaknya lebih terasa keibuannya *padahal mah cuma panggilan yaa? :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s