(belum ada judul)

Siang ini mendapat kabar bahwa aku tak jadi dilibatkan dalam sebuah proyek survei. Timbul sedikit perasaan yang, emm, gimana yaa? Sulit dijelaskan. Mungkin seperti saat kau berharap akan sesuatu, tapi ternyata tak terkabulkan. Hanya sejenak perasaan itu mengisi rongga hati. Selebihnya merasa bahwa ini mungkin memang takdir yang digariskan-Nya. Bahwa aku memang belum boleh kerja di tempat yang jauh dari ayah.

Sebenarnya proyek survei ini berlangsung di sekitaran Jakarta. Yang jauh itu lowongan kerja lain. Ada tawaran kerja di Taman Nasional Alas Purwo, Jawa Timur. Magang aja sih.. Hanya 2 bulan lamanya. Nggak masalah menurutku. Toh aku memang nggak suka kerjaan yang terikat banget. hehe.. Lagipula, seringkali tawaran2 pekerjaan yang terkait kompetensiku itu memanggil2 dengan sangat sendu. Seolah memintaku untuk kembali. Sejujurnya, bekerja di bidang konservasi kenakearagaman hayati pernah menjadi mimpiku. Sekarang, emm, entahlah..

Waktu pengiriman CV terakhir tanggal 9 Sept 11. Aku putuskan untuk tidak mengirimkannya. Awalnya pertimbanganku hanya karena ada kerjaan lain yang akan kulakukan di Jakarta, salah satunya proyek survei itu. Mungkin juga karena belum bisa ninggalin ayah sekarang2 ini. Meski bukan jadi pertimbangan utama sih. InsyaAllah ayah mah dukung2 aja. Tapi ketika aku menulis di jurnal ini, au teringat amanahku yang belum terselesaikan di sini. Kadang terlintas pikiran, “Lo tuh terlalu taat, Ay!” Haha.. Entah ini bagus atau nggak.😀

Aku hanya percaya bahwa akan ada sebuah jalan lain yang memang sesuai dengan kebutuhanku. Mungkin lain waktu pikiranku akan berubah. Ada banyak hal yang mungkin seharusnya dipikirkan. Dipertimbangkan. Melihat lebih luas lagi. Mendengar lebih banyak lagi. Tapi untuk saat ini, kubiarkan diriku menerima takdir yang sudah tergariskan ini. Apakah ini sebuah bentuk kepasrahan? Aku harap tidak. Ini hanya sebuah pembelajaran agar aku bisa fokus. Lima huruf yang entah kenapa selalu mengiringi. Sama seperti lima huruf yang lain.

Inilah hidup!

–ngajar dulu yaa…. silakan komen, tapi jangan harap ada balasan. Heee ^^v

48 responses

  1. akuai said: Aku hanya percaya bahwa akan ada sebuah jalan lain yang memang sesuai dengan kebutuhanku. Mungkin lain waktu pikiranku akan berubah. Ada banyak hal yang mungkin seharusnya dipikirkan. Dipertimbangkan. Melihat lebih luas lagi. Mendengar lebih banyak lagi. Tapi untuk saat ini, kubiarkan diriku menerima takdir yang sudah tergariskan ini. Apakah ini sebuah bentuk kepasrahan? Aku harap tidak. Ini hanya sebuah pembelajaran agar aku bisa fokus. Lima huruf yang entah kenapa selalu mengiringi. Sama seperti lima huruf yang lain.Inilah hidup!

    like this ^_^

  2. aku mencamkan dalam diri berkali-kali”Tak ada yang sia-sia atas segala usaha dan doa” :)Usahanya bisa saat ini, dan belum terlihat hasilnya, dan tanpa diduga… saat kita nggak menyadari kita akan mendapatkan ‘hasil’ itu :)pasrah? Maksudnya tawakal kan? :)Kan Ai udah usaha dan berdoa… ^_^Semangat Makan semangka, yuk di kantorku, #eaaaaaaa😀

  3. akuai said: Aku hanya percaya bahwa akan ada sebuah jalan lain yang memang sesuai dengan kebutuhanku. Mungkin lain waktu pikiranku akan berubah. Ada banyak hal yang mungkin seharusnya dipikirkan. Dipertimbangkan. Melihat lebih luas lagi. Mendengar lebih banyak lagi. Tapi untuk saat ini, kubiarkan diriku menerima takdir yang sudah tergariskan ini. Apakah ini sebuah bentuk kepasrahan? Aku harap tidak.

    agak-agaknya paragraf ini juga lagi pas dengan saya mbak*curcol😀

  4. belum bisa jauh dari ayah ya ai,samaaa T.Tkomen kalo ai tlalu taat itu, bagus kok.drpd aq yg slalu deket trs sm ayah tapi msh belum yakin kalo itu udh mrpkn satu ketaatan,ahh.. jd pengen nangis.(hari ini hormon melankolisnya berlebihan)

  5. akunovi said: aku mencamkan dalam diri berkali-kali”Tak ada yang sia-sia atas segala usaha dan doa” :)Usahanya bisa saat ini, dan belum terlihat hasilnya, dan tanpa diduga… saat kita nggak menyadari kita akan mendapatkan ‘hasil’ itu :)pasrah? Maksudnya tawakal kan? :)Kan Ai udah usaha dan berdoa… ^_^Semangat Makan semangka, yuk di kantorku, #eaaaaaaa😀

    mba nov,, aku suka komenmu ^^beh ya, di rumah ada semangka juga loh.. hehe..kalo mau ketemuan aku bisanya pagi..

  6. faraziyya said: belum bisa jauh dari ayah ya ai,samaaa T.Tkomen kalo ai tlalu taat itu, bagus kok.drpd aq yg slalu deket trs sm ayah tapi msh belum yakin kalo itu udh mrpkn satu ketaatan,ahh.. jd pengen nangis.(hari ini hormon melankolisnya berlebihan)

    emm, sebenernya bukan gitu juga..kalo ayah, untuk kerjaan atau nikah yang bakal membuatku jauh darinya mah ga masalah..tapi amanah itu.. yang kadang kalo alasannya nggak kuat banget suka ga bisa mempertahankan “keegoisan” diri. aku memilih jadi si “taat”. *ribet yaa bahasaku? :p

  7. Allah berikan manusia kebebasan berpikir (bermimpi, menetapkan target hidup)Maka dengannya Allah juga bebaskan manusia bergerak (ikhtiar, beramal merealisasikan mimpi)Dengannya dua inilah Allah mempertimbangkan takdir manusia, karena Allah berfirman kebaikan sekecil apapun dan kejahatan sekecil apapun akan terbalas. Karena Surga hanya untuk yg bermimpi dan berikhtiar ke surga dan neraka bagi mereka yg tak punya mimpi ke surga. Karena Allah Dzat yg Maha Adil dan Cermat PerhitungannyaTak ada tawakkal sebelum kaki melangkah (ikhtiar)Tak ada langkah kaki sebelum ada tujuan (mimpi)dalam hidup ini selalu ada jalan, jalan buntu pun adalah jalan. hidup ini dicipta olehNya bagai sebuah taman tak bersekat, semua bagian dapat dilalui, ada bagian yang indah, ada juga yg sedikit gersang bahkan ada yg berjurang2 maka disinilah kebebasan akal olehNya diberikan ruang untuk memilih tempat yg akan dituju (bermimpi) dan memilih jalan yg akan dilewati (ikhtiar)ttg fokus, mari kita abanyak belaaajar dari pemanahseorang pemanah tak akan pernaaah bisa fokus sebelum ia memutuskaan dengaan penuh keyakina satu target diantara ribuan target.sehebat apapun pemanah dlam memanah namun tak pernah yakin dalaam menentukan targetnya (mimpi) hingga ia melepaskan anak panah dr busur (ikhtiar) maka hanya dua hasil baginya, meleset atau meleset jauh.namun seburuk apaapun pemanah itu dalaam memanah ketikaa ia mampu memutuskan targetnyaa(mimpi) sebelum melepaskan anak panahnya (ikhtiar) maka dia akan mendapatkaan anak panahnya mengenai sasaran, atau meleset sedikit.Dr para pemanah kita juga akan belajar, ketika para pemanah menetapkan target yg jauh dan tinggi lokasinya (mimpi besar) maka ia akan mengerahkan energi yg lebih besar (energi ikhtiar) namun anak panahnya akan melesat dengan cepat (akselerasi hidup) dan mencapai posisi yg jauh (pencapaian tinggi)namun ketika para pemanah menetapkan lokasi target yg dekat dan rendah (mimpi kecil) memang energi yg dikerahkan akan sedikit akan tetapi anak panahnya akan melaju dengan lambat juga mencapai posisi yg dekat dan rendah.Wallahu ‘alam bisshawabSegala kebenaran datangnya dari Allah, kekurangan dan kesalahan adalah kelalaian saya sebagai manusia

  8. lanjut lagi dehwaktu akan terus berjalanbaik kita ikut berjalan bersamanyaAtau terdiam ditinggal waktuIa akan terus berjalantak peduli sejauh apa kita tertinggalMaka segera miliki impianKemudia berlarilahBerlari lebih cepatDan cepatUntuk merealisasikannyaHingga suatu waktuWaktu akan berkata pada dirimu”tunggulah aku AI, engkau terlalu cepat berlalu, diamlah walau sejenak, aku tak mampu ikuti dirimu”Itulah akselerasi diri yg melampaui daya nalar zamanMelesatlahMelesatlah dengan cepattidak sekedar melesat taanpa arahNamun melesat dengan cepat penuh kepastianHingga tak ada yg mmpu halangi diri tuk tuju mimpiTidak jua dengan mautKarena Rasulullah dan para sahabatnyaTelah perlihatkanBagaimana maut tak dapat batasi prestasi amal manusiaSelamat menghidupkan mimpi :)Be active dreamer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s