dakara…

Roda kehidupan
kadang kita di atas
lalu ada kalanya kita di bawah
pun dengan iman

Pagi hari
saat mentari tampak malumalu
menyapaku dari balik pohon jambu
hatiku berbisik, “Kau masih menyimpan sejumput harapan yaa?”

Siang hari
saat Passer montanus dan Pycnonotus aurigaster beradu kicau merdu
aku bertanya kembali,
“Bagaimana jika ini hanya angan-anganku saja?”

Sore hari
saat senja menyambangiku seperti biasanya
lengkap dengan rona jingga dan pesonanya
kuputar memori masa lalu
dan mengumpulkan apa yang bisa kubawa untuk masa depan

Malam nanti
Meski tak pernah tahu siapa yang nantinya akan menemaniku?
hujan nan syahdu kah?
atau langit cerah dengan selaksa bintangnya?
aku akan menghantarkan doa

dalam dekapan bulan yang tak lagi purnama
aku kembali berharap
KepadaNya yang Esa
yang Menguasai roda kehidupanku

Yaa Rabb, aku percaya, Kau akan memberikan yang terbaik bagiku..

***
Kamar Imaji,
15 September 2011 pk. 13.24 wib
dakara, kimi no koto wasurenai yo…

30 responses

  1. intinya, dalam konsep berharap, ada konsekuensi untuk berusaha meraih apa yang kita harapkan. Jadi sebenarnya kita nggak bisa asal bilang berharap, tapi nggak melakukan apa2. Karena kalo kayak gitu bisa jadi cuma angan2 belaka.Nah, yang perlu diperhatikan juga, kepada siapa kita berharap? Kepada makhluk bisa jadi akan terluka. Pada sesuatu, mungkin nanti akan kecewa. Sudah jelas sebenarnya, bahwa kita hanya boleh berharap pada Allah. Cuma kadang kita ga siap dengan jalan yang harus ditempuh. Kita masih seringkali berpikir bahwa yang terbaik itu hanya yang ada dalam jangkauan pikiran kita aja. Atau belum melibatkan Allah sepenuhnya. Meleburkan harap dan cemas dalam bingkai usaha dan doa. Yayaya, dalam hal ini aku kayaknya masih harus terus belajar.*heh? Tau gitu mending komen ini yang dijadikan jurnal aja. Haha…

  2. Nah, yang perlu diperhatikan juga, kepada siapa kita berharap? Kepada makhluk bisa jadi akan terluka. Pada sesuatu, mungkin nanti akan kecewa. Sudah jelas sebenarnya, bahwa kita hanya boleh berharap pada Allah. Cuma kadang kita ga siap dengan jalan yang harus ditempuh. Kita masih seringkali berpikir bahwa yang terbaik itu hanya yang ada dalam jangkauan pikiran kita aja. Atau belum melibatkan Allah sepenuhnya. Meleburkan harap dan cemas dalam bingkai usaha dan doa. Yayaya, dalam hal ini aku kayaknya masih harus terus belajar.feel the same

  3. @jampangjadi kangen nasyid2 lawas…@tantodikdikinsyaAllah setelah khitbah nanti ka n_n@hwwbntatomakasih om hen… Akhirnya ada yg ngbahas puisiku. Hiks hiks *lebay@luvummikomenmu, di… (repost)

  4. akuai said: Kita masih seringkali berpikir bahwa yang terbaik itu hanya yang ada dalam jangkauan pikiran kita aja. Atau belum melibatkan Allah sepenuhnya. Meleburkan harap dan cemas dalam bingkai usaha dan doa. Yayaya, dalam hal ini aku kayaknya masih harus terus belajar.

    Alhamdulillah…semakin bijak adik….Semangat ya….Sungguh..tulisanmu membuat haru…..SemangKA…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s