[BATAM FF RINDU – Rindu Raras Dan Rinduku]

“Jadi, kapan kalian akan menikah?”


Aku mungkin sudah mati rasa. Betapa mudahnya aku melontarkan pertanyaan itu pada Raras. Bohong jika kubilang sudah tak lagi menyimpan rasa cinta padanya. Pertanyaan itu sejatinya menimbulkan sedikit rasa sakit di hatiku. Aku masih mencintainya. Tentu saja. Tapi antara aku dengannya kini hanyalah masa lalu. Raras berhak mendapatkan lelaki lain yang lebih baik. Bukan seorang workaholic sepertiku.

“InsyaAllah bulan depan. Mohon doanya yaa, Mas,” pinta Raras.

Lima tahun telah berlalu semenjak Raras memutuskan untuk keluar dari kehidupanku. Dulu mungkin aku bisa menerima kenyataan pahit ini. Tapi kini, di saat kesepian kian merasuk kalbu. Saat pekerjaan tak lagi mampu mengobati kerinduan ini. Pada Raras. Pada Rinduku.. Hmmpf.

“Tapi, aku mungkin tak bisa hadir. Maaf yaa.. Tolong sampaikan juga maafku pada ibumu. Pekan depan aku sudah harus berangkat ke Pontianak,” kataku.

Aku sudah tak mampu lagi meneruskan pembicaraan dengannya. Ingin rasanya segera memutus sambungan telepon ini. Aku mungkin sedang berada di titik terlemah dalam hidupku. Oh, andai waktu bisa diputar kembali…

Hening sejenak. Hingga suara yang kurindukan menyapa riang, “Halooo, Papa!”

“Rindu?”

Jumlah kata: 175

FF ini diikutsertakan dalam lomba FF yang diadakan MP’ers Batam.
Info lomba bisa dilihat di sini.

57 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s