[Lomba Me and My Idol] Karenamu, Aku Jatuh Cinta

Eh, ini rahasia yaa! Selama ini aku nggak pernah cerita karena malu untuk mengungkapkannya. Karena yang kuidolakan itu seorang pria. Hoho.. Makanya, aku menyimpan rapat rahasia ini. Jadi, kalo nanti kalian tahu atau bahkan kenal orangnya, mohon jangan memberitahukan hal ini padanya yaa. Ingat, ini rahasia di antara kita aja.

Baiklah, secara resmi kuperkenalkan sosok idolaku ini. Namanya Nugroho Ponco Sumanto. Heh? Jangan langsung berpikir ia ada kaitannya dengan Sumanto yang kanibal itu yaa? *jyah, malah kupertegas! * Ia akrab disapa Kak Nunu. Jangan juga berpikir bahwa dia seorang keyboardis yaa? Hehe.. Kak Nunu ini kakak kelasku di jurusan biologi. Dia angkatan 2001. Idealnya, Kak Nunu udah lulus kuliah saat aku jadi mahasiswa baru. Tapi ada banyak hal yang membuatnya menunda kelulusan.

Sejujurnya, aku lupa bagaimana awal pertemuan kami. Yang paling berkesan justru adalah momen saat ia menjadi mentor lapanganku dalam kegiatan pelantikan anggota BSO Comata, sebuah organisasi tempat menimba ilmu tentang hidupan liar, khususnya hewan. Kak Nunu terlihat cool saat bercerita. Padahal saat itu dia hanya menjelaskan satu kelompok hewan: serangga. Katanya, “Gue nggak mau loe semua belajar banyak hal tapi pas pulang dari sini malah lupa. Mending tahu sedikit tapi melekat di ingatan loe semua.”

Kak Nunu mengambil ekologi serangga sebagai bidang peminatannya. Di jurusanku, Kak Nunu jadi salah satu pakar perseranggaan *bahasanya ribet amat yak* Pokoknya, kalo mau tanya2 tentang serangga, cari Kak Nunu aja. Kak Nunu tuh loyal banget untuk berbagi ilmu. Dia akan dengan sangat serius menjelaskan apa2 yang kita nggak tahu dan nggak ngerti. Sikapnya ini bisa dibilang sungguh berkebalikan dengan kesehariannya. Bisa sampai 180 derajat malah. Kalo dudulsnya kumat, dia bahkan bertingkah seperti seorang penyuka laki2 *inilah sisi lain darinya yang kadang membuatku harus sering2 tepok jidat, khekhe.. becandanya kelewatan sih! ^o^

Kak Nunu adalah idolaku. Tepatnya, dia menjadi sosok yang inspiratif di di antara para penghuni jurusanku. Enam tahun menimba ilmu untuk meraih gelar sarjana tak berarti dia adalah seseorang yang bermasalah dengan akademiknya. Kak Nunu itu pinter banget. Tapi dia cukup idealis. Nggak mau asal keluar dari biologi dengan penelitian yang biasa2 aja. Aku ingat, dia pernah berujar, “Kalo loe mau ambil peminatan di bidang ekologi, jangan harap bisa lulus empat tahun. Loe nggak akan dapet ilmu apa2. Minimal 5 tahun lah..” *Yoi.. Loe bener banget Kak! Haha.. –nyari pembenaran mode: ON ^^v

Sejak awal masuk bio, setiap mahasiswa baru dituntut untuk menjadi seorang biolog sejati. Yang kayak gimana? Yaa nggak jelas juga. Haha.. Tapi bagiku, kak Nunu bisa jadi salah satu biolog sejati itu. Jiwa seorang scientist sudah melekat dalam dirinya. Suka merasa Kak Nunu tuh hebat banget. Dia tau banyak hal mulai dari genetika sampai taksonomi. Nyambung kalo diajak bahas soal plankton sampai javan gibbon. Biologi itu kan sebenarnya ilmu kehidupan. Jadi harusnya memang semua bidang kita pahami dengan baik. *tiba2 sakit perut dengan statement ini

Di balik kedudulan dan kecerdasannya *Kenapa juga bisa ada dua kepribadian yang bertolak belakang dalam dirinya?* Kak Nunu hanyalah seorang lelaki biasa. Yang sebenernya juga bisa suka sama seorang wanita, yang hobi gambar, dan nonton anime. Dan aku adalah seseorang yang mengidolakannya dalam diam. Yaiyalah, masa’ sampe nyimpen fotonya Kak Nunu? Hweeks, minta tanda tangannya aja ogah! Kan yang aku suka dari Kak Nunu hanya kecerdasan dan jiwa seorang peneliti dalam dirinya. Piss Kak! *mendadak takut Kak Nunu baca jurnal ini ^^v

Ini salah satu desain perangkap serangga yang dibuat Kak Nunu di note-ku.
Tulisannya menggunakan huruf sambung euy! Untungnya masih bisa dibaca

“Kepada Ibu Pudji Aswari yang banyak memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis selama berada di LIPI, Aditya Dharma S.Si yang telah menginspirasi penulis untuk mengerjakan penelitian ini, dan Nugroho Ponco Sumanto, S. Si. yang secara tidak langsung telah “mendoktrin” penulis untuk mencintai Entomologi.”

Namanya kusebut di kata pengantar skripsiku. Sungguh beruntung nama Kak Nunu bisa tertera di sana. Haha.. Maklumlah, banyak yang sering memasukkan nama orang2 spesial di kata pengantar skripsinya. Tapi tidak untuk skripsiku. Bahkan beberapa teman dekat sempat kecewa karena namanya tak disebutkan secara spesifik. Saat itu aku hanya menuliskan angkatan atau organisasi tempat aku menimba ilmu. Terlalu banyak orang2 spesial pada akhirnya malah jadi nggak spesial. Wkwk..

Dan itulah wujud rasa terima kasihku padanya. Dia yang berhasil membuatku turut jatuh cinta pada serangga. Berawal dari sesi perkenalan serangga di Bodogol, TN Gunung Gede Pangrango hingga akhirnya aku pun mengambil peminatan yang sama: ekologi serangga. Hanya objek penelitianku berbeda dengannya. Kak Nunu mengamati semut sedangkan aku mengamati capung. Tapi kalo mau diukur ilmunya, weleh, aku masih kalah jauh euy. Makanya, kalo aku ada kendala dalam ambil data, bingung mau pake metode apa, tapi pembimbingku malah mengembalikan segalanya padaku, aku akan menghubungi Kak Nunu dan mengajaknya diskusi.

Semester yang lalu, Kak Nunu berhasil menyelesaikan studi S2-nya. Jurusan yang sama di kampus yang sama. Haha.. betah banget deh tuh orang! Tapi aku berharap dia mengikuti jejak Kak Dimas, teman seangkatannya yang kini sudah menjadi dosen di jurusanku. Soalnya dosen ekologi minim banget. Banyak yang udah pensiun euy! Tapi di manapun nantinya ia akan berkarya, aku berharap ilmunya bisa bermanfaat.

Oya, sekalian juga deh aku mau minta maaf sama Kak Nunu dan teman2 yang tergabung dalam Tim Pembuatan Buku Serangga di UI kalo selama menjadi PJ, aku belum bisa maksimal dalam bekerja. Trus kapan yaa buku itu terealisasikan?

Hadeeuh,, kok endingnya jadi sedih sih? Nggak mau ah!
Yah.. pokoknya Makasih lagi deh buat Kak Nunu. You are my inspiration. Dan karenamu, aku pun jatuh cinta. Mencintai serangga-serangga yang lucu itu.

Foto ini diambil waktu di P. Pramuka, bersama para asisten praktikum, termasuk Kak Nunu.
Hayoo tebak Kak Nunu yang manaa? *ngikik sendiri lihat foto ini*

***
Di Balik 3 Jendela,
29 September 2011 pk. 19.19 wib
Tulisan ini diikutkan dalam lomba Mba Echan di sini. Eh, kok ceritanya jadi panjang yaa? haha..

52 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s