Ini Cerita (Lomba) Ku, Apa Ceritamu?

Setelah Lomba Potret Kematian resmi ditutup, sebenarnya tak membuat penyelenggara lomba bisa bernafas dengan lega. Masih banyak PR-PR yang harus dikerjakan. Membalas email-email yang masuk, download puluhan naskah, membacanya, menilainya, dan menentukan siapa yang layak menyandang gelar juara. Untung aktivitas penjurian ini tak dilakukan sendiri. Ada Rifa yang menemani sehingga pusingnya pun bisa terbagi. Hehe..

Emang dasar penyelenggaranya gilalomba juga, akhirnya setelah deadline penyerahan naskah berakhir, aku asyik coratcoret buat lomba nulis di MP dan FB. Sambil nulis itu, sebenarnya masih tetap komunikasi dengan Rifa. Secara virtual, tentu saja. Maklumlah, aku di Jakarta, Rifa di Makassar. Bermil-mil jarak yang terbentang di antara kami. Tsaah.. Tapi beberapa hari Rifa ternyata nggak muncul di dunia maya. Ada apakah? Ternyata Rifa menderita flu berat hingga harus istirahat total dan nggak bisa jalan2 di dumay untuk sementara waktu.

Beberapa hari setelah mengetahui bahwa Rifa sakit, gejala flu tiba-tiba juga menyerangku. Nggak tiba-tiba juga sebenarnya. Hoho.. Mungkin kecapekan. Atau mungkin emang imunitas tubuh aja yang dudul. Lalu, ku-SMS-lah Rifa terkait hal ini.

Apakah virus flu itu juga bisa menular melalui internet? Sepertinya gejalanya sudah mulai terasa di tubuhku.

Lalu Rifa membalasnya:

Haha.. Nggak lah kak. Memang lagi musim flu aja.

Sebenarnya redaksionalnya nggak begitu. Tapi intinya sama. Rifa memang seringkali memberi komentar bercanda yang dibalut dengan keseriusan. Nah, bingung kan jadiny serius atau bercanda? Hehe..

Dua hari yang lalu, setelah mengistirahatkan tubuhku sejenak, aku bangun dan menyadari kalau aku belum makan. Virus flu di tubuhku semakin berkembang. Tapi aku malah pengen makan mie rebus. Jiaaah… Di rumah hanya ada lauk kering sedangkan aku sedang butuh makanan yang berkuah, segar, dan hangat. Aku jadi ingat saat mengomeli Rifa yang justru makan Indomie ketika ia mengalami radang tenggorokan beberapa waktu sebelum flu menyerang. Nyatanya, aku justru makan mie juga. Hadeeeh.. Maka, kembali aku SMS Rifa (yang tertulis intinya aja, masih dengan redaksional suka2, heee):

Ternyata makan mie rebus itu memang ampuh membuat tubuh kita mengeluarkan keringat. Horeee..

Tak ada balasan SMS dari Rifa. Tapi pesanku dibalas via wall post di FB:

Gmana flunya kak? Sudah baikan? Mantap khan, (cerita) indomienya..hehehe..

Dan melalui postingan ini, aku ingin menyampaikan sesuatu yang belum kukatakan pada Rifa. Malam itu, sebenarnya aku nggak makan indomie.. tapi aku makan mie sedap! Wkwk… *pentingbanget.com

Maaf jika kurang berkenan dengan cerita pembukanya yaa! *curcol mode: ON
Berikut daftar peserta fix yang naskahnya diterima oleh panitia.

1. Ayah, di Hadapan Ajalmu Masih Ada Kami – Ummu Fatimah Ria Lestari
2. Hidup Kekal Bersama-Nya – Rachel Feronika
3. Kematian: Awal Menuju Tempat Yang Kekal Dan Abadi – Liawati
4. Misteri Kehidupan: Saat Kematian Terasa Begitu Dekat
5. Buah Keikhlasan – Syukron Jayadi
6. Di Sisi Lain – Fevi Machuriyati
7. Pesan Dari Surga – Laila Tintani Putri
8. Potret Dari Kamar-kamar Rumah Sakit – Rezki Hardiyanti Taufik
9. Kepergian Nenek – Zahra Qomara
10. Tanpamu Hanya Kegetiran – Fatimah Azzahra
11. Episode Kematian – Septina Priyanti
12. Tentang Kematian Ayah – Dedek Fidelis Sinabutar
13. Derap Kematian – Haya Najma
14. Untittled* – Dianna Firefly
15. Perjumpaan – Rika Isvandiary
16. Bersiap Menghadapi Kemungkinan Terburuk – Pritha Khalida
17. Kematian Demi Kematian – Biolen Fernando Sinaga
18. Tradisi di Masyarakat Kita – Margiani
19. Sudah Siapkah Kita Menyambutnya? – Noor Siti Halimah
20. Doa Untuk Sang Ketua OSIS – Catur Wahono
21. Hari Itu, Itu Hari – Arina Husna
22. Cinta Emak – Chifrul El Hamasah
23. Perpisahan Dan Pertemuan – Gunawan Wibisono
24. Catatan Kematian – Dian Utami
25. Rahasia Itu Bernama Kematian – Candra Nilamurti Dewojati
26. Peristiwa-peristiwa Itu – Mugniar
27. Dubia Ad Malam – Rifki
28. Kematian Berteman Anjing – Sarah Amijaya
29. Padamu Dan Mata-matamu Kucing-kucingku – Wiekerna
30. Bisikan Kematian – Dee Dyantry
31. Kematian Adalah “Sesuatu” – Ozon
32. Topeng JIwa – Indah Nurbaeti
33. Saat Fajar Menyingsing – Maryam Malik
34. Tentang Kematian Ayah – Rifan Nazhif
35. Sang Tamu Agung (Kematian) – Ferawati
36. Ketika Matiku Hidup Kembali – Vindy Putri
37. Pada Hari Ketika Pamanku Meninggal Dunia – Rana Wijaya Soemadi
38. I Want to Fell the Snow – Fahda Fauziani
39. Tragedi Mudik Lebaran – Ila Rizky Nidiana
40. Sebuah Kepastian – Intan Daswan
41. Mamah, Tunggulah Aku di Syurga – Tri Sulistiya Ningsih
42. Apakah Kematian Itu Menakutkan? – Satrio Putranto
43. Sejenak Sejak Kepergian Raihan – Rauhiyatul Jannah
44. Untukmu Yang Telah Menyerah – Fatiya Rumi Humaira
45. Rahasia Kematian – April May My
46. Melati Kecilku dalam Kenangan – Muktia Farid
47. Arti Sebuah Kematian – Hana Maysaroh
48. MATI?? SIAPA TAKUT?? – Asniarah
49. Pergi Yang Tak Kembali – Susie Ncuss
50. Suasana Malam di Gandaria – Neehaya Azqalabius
51. LAMBAIAN 3 WAJAH DALAM KENANGAN – Jasmine Hanniraya
52. Selasa atau Rabu – Azroka Moslemah
53. Kematian – Salsabilah Nadhifah Aqilah
54. Catatan Detik-detik Terakhir Seorang Kawan – Iqbal Latif
55. Selamat jalan Nenekku – Dhaya
56. Saat Semua Terputus – Zakiyatul Fakhiroh
57. JABATAN PREMATUR – Linlin Herlina
58. Potret Kematian Para Koruptor di Negeriku – Muhammad Nugraha Eka Wardana As
59. Kematian Yang Sempurna – Elia Anggraeni
60. KETIKA RIRI BERTANYA – Sumiyati
61. Dia Berubah? – Izdihar Lattufi
62. Renungan Mati – Endeh Kursiyah
63. Terima Kasih Diah – Ulik
64. BUAT HAMBA IKHLAS – Nunu Amir Marewangeng
65. Untuk Abang – Erma Rostiana D.
66. Jembatan Antara Hidup dan Mati Itu Bernama Sekaratul Maut – Febrianti Elti
67. Kematian Bukan Pemutus Bakti – Fauziyyah Arimi
68. PK_Aku Hampir Merasakannya – R. Maryana
69. Istri Durhaka – Nay Riskara
70. Aku Benci Kakao – AS Andromeda
71. Mendampingi Paman Saat Sakaratul Maut, Pengalaman Tak terlupakan – Risahmawati Tholib
72. Kematian: Lebih dari sekedar tak dapat menelan – Andy Hardiyanti Hastuti
73. Menjemput Kematian – Sarah Ayu Anggraeni
74. Menghadapi Kematian dengan optimis – Dahniar
75. Tragedi Malam Takbiran – Erny Binsa
76. KETIKA KEMATIAN MENGHAMPIRI- Pipit Setiafitri
77. Biarkah Kematian Berbicara – Alberta Angela
78. Taman Kasih – Novi Khansa
79. Lelaki Berhati Baja – Ahmad Shofyadi

Rencananya tanggal 9 Oktober udah bisa diumumkan 25 naskah terpilih plus juara I, II, dan III. Hwaa,, sebentar lagi yaa?? Semoga tak ada aral melintang deh. Doakan kami yaa! *serasa lagi main Benteng Takeshi

S
alam,
Ai dan Rifa

20 responses

  1. nitafebri said: PErtamax.. pertamaxx…nunggu pengumuman..nunggu Semangka gretongan

    wah,, sayang sekali.. lomba kali ini nggak berhadiah semangka, mba nit.. kalo foto aku bersama semangka, mau? hihi…

  2. nitafebri said: klo gak ada semangka mangga juga boleh kok kaka @akuai

    wah, bakal salah mention tuh.. akun twitter-ku kan @akuaisemangkajadi mangganya nggak dapet juga yah.. khekhe..

  3. @moestoainpapparappapaaap.. :D@mylathiefwah, sayang sekali.. Dirimu jadi ga bisa ber-sneez2 ria dong? *loh?Satu hal yang kusuka ketika flu, saat hidung tak lagi mampu menangkap dgn baik respons bau. Kadang lidah juga ikut bermasalah. Saat itulah aku bisa makan ikan. Hoho…@akunovialhamdulillah yah, sepertinya tidak. Karena mungkin flunya mba nov akan lebih berat. Sebab tiap hari aku mentransfer paket2 virus itu.. Hoho.@jampangiya, kala tubuh ga bisa mengeluarkan keringat, makan mie rebus (pedas) bisa jadi pilihan yg oke. Apapun merknya, yang penting rasa kari. Hehe…

  4. akuai said: Dan melalui postingan ini, aku ingin menyampaikan sesuatu yang belum kukatakan pada Rifa. Malam itu, sebenarnya aku nggak makan indomie.. tapi aku makan mie sedap! Wkwk…

    bicara jujur itu berat memang, tapi kau telah mengatakannya …*jempol … he he he …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s