[FF] My Little Sophia

“Di Turki ada apa saja, Yah?”
“Ada Salt Lake, Museum Atarurk, Museum Hagia Sophia… “
“Hagia Sophia? Seperti namaku.”
“Iya, Sayang. Nanti akan ayah ceritakan jika kita sudah tiba di sana. Sekarang kemasi barang-barangmu dulu. Oke?”
“Siap!”
Sepekan ke depan pastinya akan menjadi saat yang paling menyenangkan bagiku. Cuti sejenak dari rutinitas pekerjaan dan menikmati liburan bersama putriku yang berusia tujuh tahun adalah hal yang paling kunantikan selama dua tahun terakhir. Aya, putriku, pun tampak antusias dan bertanya ini-itu, termasuk tentang Bunda-nya.

“Kita juga akan ke tempat Bunda, kan, Yah?” Aku hanya membalasnya dengan anggukan.

Tengah malam yang dingin di Bandara Soeta. Kutarik resleting jaketku. Satu jam lagi kami akan take off.

***

Tiba di Istambul.

Setelah menyelesaikan makan siang kami di hotel, aku mengajak Aya ke Hagia Sophia.

“Ayo, Yah. Ceritakan padaku tentang Hagia Sophia,” kata putriku mengingatkan.
“Ho ho. Putri kecil ayah tidak sabaran rupanya.” Kucubit pipinya yang kemerah-merahan.
“Ayah kan suah janji.”
“Baiklah, Nona. Dengan senang hati..”

Aku menggandeng tangan Aya yang mungil. Sejak kaki kami memasuki area museum, aku mulai bercerita tentang sejarah bangunan dengan arsitektur Bizantium yang memesona itu.

“Selama lima ratus tahun, museum ini menjadi masjid tempat umat muslim beribadah. Tapi kemudian Mustafa Kemal Ataturk mengubahnya menjadi museum. Oya, museum ini juga dikenal dengan nama Aya Sophia.”
“Wah, itu kan nama panjangku. Jadi ayah nyontek dari sini?”

Aku hanya tertawa mengamati ekspresi putriku yang sangat menggemaskan. Aku lalu kembali bercerita. Tentang kenangan yang takkan pernah kulupakan.

“Di sini, Ayah menyatakan cinta Ayah pada Bunda,” kataku. Mungkin tak seharusnya aku menceritakan hal ini pada anakku. Entah ia mengerti atau tidak.
“Apa Ayah masih mencintai Bunda?”
“Tentu saja.”
“Aku juga. Dan aku juga mencintai ayah.”

Oh, Sophia, lihatlah betapa cantik dan cerdasnya putri kita.

Kuhentikan langkahku sejenak. Kupanjatkan sebait doa, semoga Allah mempertemukan kita di surga-Nya.


Nggak pernah kapok ikutan event nulis di grup UNSA meski ga pernah menang *bahkan masuk Top 9 pun ga pernah, haha..* Oya, pekan lalu itu temanya Romance Islami. Tulisan yang dibuat berupa FF max 300 kata *dan FFku benar2 memanfaatkan batas maksimal itu*. Syarat khususnya yaitu judul yang harus memakai bahasa asing serta setting tempat yang meliputi dua lokasi: dalam dan luar negeri (pilihan negara: Amerika, Malaysia, Turki, dan Palestina).

Aku pilih Turki karena lebih bisa membayangkan lokasinya *padahal belum pernah ke sana juga, hoho* Selain itu karena beberapa hari yang lalu di Turki sempat terjadi gempa yang lumayan kuat dengan korban yang lumayan banyak. Tentang Aya Sophia sendiri, menurut berita yang kudapat dari Republika, rencananya pemerintah di sana akan mengembalikan kembali fungsi bangunan tersebut menjadi masjid. Beritanya bisa dibaca di sini. Semoga prosesnya dimudahkan.

Berbicara tentang tema yang kuambil, tulisan ini bercerita tentang seorang suami yang ditinggal pergi lebih dulu oleh istrinya. Kalo ceritanya mau dipanjangin, salah satu tujuan mereka ke Turki adalah untuk mengunjungi makam istrinya. Tapi keterbatasan kata membuat aku hanya bisa menangkap romantika sang ayah dengan anaknya.

Oya, kalo baca tulisan peserta yang lain, aku sadar bahwa tulisanku masih terlalu datar. diksinya pun masih kurang oke. huhu.. masih belum jago meramu kata2 nih. sepertinya juga karena koleksi kata dalam otakku sedikit banget

*foto masjid Aya Sophia diambil dari sini

27 responses

  1. tantodikdik said: bagus kok. saya menikmatinya *nyammm.. hehe..

    makasih ka.. hoho. mungkin karena tulisan peserta yg lain lebih bagus lagi jadinya tulisan sy tersisih😀

  2. akuai said: makasih ka.. hoho. mungkin karena tulisan peserta yg lain lebih bagus lagi jadinya tulisan sy tersisih😀

    itu karena kamu yang membandingkannya Ai. coba orang lain yang baca, bisa jadi berkebalikan. seperti kata pepatah yang nyaris bosan saya sebut, rumput tetangga hampir selalu terlihat lebih hijau. hehe..

  3. tantodikdik said: itu karena kamu yang membandingkannya Ai. coba orang lain yang baca, bisa jadi berkebalikan. seperti kata pepatah yang nyaris bosan saya sebut, rumput tetangga hampir selalu terlihat lebih hijau. hehe..

    kalo gitu faktornya banyak yaa. selain karena pembacanya yang beragam, bisa jadi tergantung jurinya juga. hehe..tapi saya sih ngerasanya tulisan saya emang terlalu biasa. kurang cakep ngeramunya. sempat terpesona oleh salah satu peserta yang ambil setting tempat di toko obat. saya bahkan ga kepikiran ke sana😀

  4. hwwibntato said: tidak ada koreksi … ho ho ho …tapi itu “sudah” jadi “suah” … he he he …

    wah.. mana mana? biarlah menjadi saksi sejarah, ga usah diganti😀

  5. wib711 said: Sophia Malam ini ku baru datang. Mencoba tak berpaling sayang dari cintamu. Hey, Sophia Malam ini ku takan pulang. aku akan mencari kamu….

    itu Sephia -___-“

  6. yuniezalabella said: Aiii, jadi pengen ke Turki dan main-main ke museum Aya Sofia nya deh🙂

    yuk bermimpi yuk… kadang aku berangan2 untuk mengunjungi Turki atau Spanyol😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s