[FF] Rin (tidak) Ingin Menangis


Rin tak suka menangis. Bagi Rin, menangis adalah aktivitas yang melelahkan. Setelah menangis, ia pasti akan tertidur pulas. PR dan tugas-tugas yang harus ia kerjakan pun terbengkalai. Belum lagi efek lain yang ditimbulkan seperti matanya yang membengkak. Rin merasa, setelah menangis, kecantikan seseorang akan memudar.

Rin tak suka menangis. Tapi ibu selalu sukses membuat Rin menangis. Hanya dengan mengenang ibu, airmatanya dapat tumpah seketika. Dan sudut kamar yang sepi seringkali menjadi saksi bisu tangisan Rin yang lirih.

Pagi ini Rin terbangun dari tidurnya. Semalam ia teringat tentang ibu tapi Rin tak menangis. Rin kini telah menambah daftar ketidaksukaannya pada aktivitas menangis itu. Selain melelahkan, menangis itu juga melemahkan. Rin tidak ingin terlihat lemah. Rin ingin selalu tegar. Rin ingat pesan ibu, “Jangan menangis, kamu harus tegar!”

Seorang kakak dengan seragam putihnya menghampiri Rin. “Pagi, Rin. Hari ini mimpi apa?” sapa kakak itu lembut. Rin kemudian mengingat-ingat cerita apa saja yang menjadi bunga tidurnya. Hampir setiap hari Rin bermimpi. Kali ini mimpi Rin campur baur. Tapi ada satu fragmen dalam mimpinya yang ingin ia ceritakan pada kakak itu.

“Rin memimpikan ibu. Iya, Rin ingat sekarang. Semalam Rin memimpikan ibu,” Rin mengulang-ulang ucapannya. Rona bahagia terpancar jelas di wajahnya.

“Bagaimana mimpinya?” tanya kakak itu.

“Saat itu ibu membelai rambut Rin. Kata ibu rambut Rin bagus. Rin bilang kalau Rin merawatnya dengan baik. Lalu ibu tersenyum.”

“Rin tahu tidak, sebuah persoalan hidup yang sedang kita rasakan dapat menghadirkan seseorang yang kita sayangi ke dalam mimpi kita.” Kakak itu menatap Rin lekat. “Ada apa, Rin?”

Rin terdiam, tapi tidak dengan otaknya. Rin mencerna betul kata-kata kakak itu. Selama ini Rin hanya menganggap setiap mimpinya sebagai bunga tidur. Datang dan pergi tanpa harus dipikirkan apakah suatu pertanda ataukah pesan tersirat untuknya.

“Rin.. Rin kangen ibu.”

Hanya itu yang dapat Rin sampaikan. Rin pun menangis.

Aku merasa tak ada kemajuan yang berarti ketika menulis.
Sepertinya aku belum banyak belajar dari karya yang dihasilkan penulis lain.
Padahal, Arswendo dalam bukunya pernah mengatakan bahwa aktivitas membaca bagi seorang penulis haruslah diikuti dengan menganalisis gaya penulisannya.
Ya sudah, belajar lagi deh!

***
di balik 3 jendela,
14 November 2011 pk. 08.32 wib
-tulisan ini berkembang jauh dari konsep awalnya. seru juga-

33 responses

  1. faraziyya said: berarti membacanya haru efektif ya ai? huhujd ngerasa sebelum2 ini ngga efektif😦

    iya ziyy.. kadang niatanku baca novel atau kumcer itu kan buat belajar gaya penulisannya. tapi suka terlewati tanpa ada yg bisa kuperoleh. atau, kalaupun dapet point yg bisa dijadikan pembelajaran, aku belum menerapkannya dalam tulisan yg kubuat. hedeeeh..*atau mungkin sebenarnya ada perubahan, tapi tak kusadari :p

  2. faraziyya said: mgkn iya itu, ngga disadari.*lebih husnuzon**read hard*

    atau mungkin juga malu mengakui bahwa kita sudah mengikuti gaya para penulis yg sering kita baca tulisannya :Daku lupa baca di mana, kayaknya di buku inspiring words for writers-nya M. Fauzil Adhim. di sana diberi tips, kita pelajari gaya penulisan satu penulis allu mempraktekannya dalam tulisan kita. terus berulang lalu ganti ke penulis lain ^^

  3. mylathief said: *tersenyum untk catatan akhrnya

    dan apakah yg membuatmu tersenyum utk catatan akhir itu?*bagian akhir itu sebenernya bukan bagian yang aku harapkan utk dikomentari. tolong fokus ke FF-nya dooong u_u

  4. faraziyya said: tau ngga ai, aku belum baca buku itu *mundur teratur* *nyari buku dulu*

    hohoho.. buku itu bisa dibaca sekali duduk kok ziyy..*dan membuatmu merinding berkali2😀

  5. hayawi said: wah.. aku juga sama kayak RIn, gak begitu suka dengan aktivitas menangis, butuh energi gede soalnya..😀 *curcoldetected*

    lah, ini aku kan juga lagi curcol :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s