Katak Terbang?

Aku menulis cerita ini di tengah malam jumat. Lah, trus kenapa? Yaa nggak apa-apa. Hanya ingin mengatakannya saja. Hoho.. Jadi, jangan kaitkan waktu penulisan jurnal ini dengan tema cerita angker atau horror. Mungkin sedikit menjijikan iya *jika dilihat dari judulnya* tapi tentang katak, ah, apakah kalian tak menganggap mereka sebagai makhluk yang unyu? #eh?

Cerita bermula saat sang adik hendak BAK. Tiba-tiba ia kembali ke kamar lantas berkata, “Kak Ai, emangnya katak bisa terbang?”

Hah? Terbang? Aku lalu membalasnya dengan satu kata, “Di mana?” *Satu kata aja, kalo sampe diulang 3x khawatir dikira Ai Ting2, eaaa*

Adikku lalu menjelaskan bahwa saat ke kamar mandi ia melihat katak yang datang entah dari mana. Selama ini emang nggak pernah menemukan ada katak nyasar ke kamar mandi rumah sih. Makanya aku agak kaget pas adik bilang ada katak dan terbang pula. Kalau kucing berantem di atas loteng trus jatuh ke kamar mandiku sih pernah. Hoho..

Kalau sepemahamanku, nggak ada kamus “terbang” untuk seekor katak. Yang ada mah katak “lompat”. Terbang itu lebih enak disandingkan untuk burung atau aktivitas mengudara dengan ketinggian tertentu. Kalau hanya terbang setinggi pundak adikku sih belum kuanggap terbang. Nah, jadi ribet kan?

Emm, tapi ada juga sih katak yang dikenal sebagai katak terbang. Umumnya dari genus Rhacophorus, sejenis katak pohon. Karena aktivitasnya lebih banyak di atas pohon itulah, makanya ketika si katak mau mating, dia akan terjun bebas ke kubangan air dan terlihat seperti terbang. Kalo gitu, mungkin lebih cocok disebut katak terjun dibandingkan katak terbang #eh

ini dari jenis Rhacophorus nigropalmatus. katanya ada di hutan Borneo.
Hwaa, pengen ketemuuu!
Oya, posenya keren yaa?

ini kalo lagi loncat. eh, iya ding, kayak lagi terbang yaa? *mulai ga konsisten

Nah, beberapa waktu kemudian, hujan turun. Adikku nggak jadi ke kamar mandi. Dia justru udah terlelap. Tapi ia sempat mengigau. “Ujan di mana sih?” tanyanya. *dan untungnya, dia pun hanya mengucapkan kata ‘di mana’ sebanyak satu kali, halah!* Aku hanya tersenyum mendengarnya. Masa iya hujan di Depok terdengar sampai Lenteng?

Emang dasar udah kebelet pipis, akhirnya nggak lama si adek ke kamar mandi lagi. Tapi trus balik lagi. Hwehehe… Dan kali ini ia berkata, “Kak, emang katak bisa nempel di tembok?”

Aseli, aku ngikik denger pertanyaannya. Apalagi saat bertanya itu, dia masih pegang gayung. Haha.. Aku pun ke kamar mandi untuk memastikan. Disuruh menangkap kataknya juga sih. Dan akhirnya aku bertemu dengan sang katak. Ya, ternyata memang katak, seperti yang adikku bilang, bukan sang kodok. Hayooo, ada yang tau apa perbedaannya??

Aku lalu berbincang sejenak dengan sang katak. Jiwa biologiku mulai bangkit tengah malam ini. Kataknya anteng banget berdiam di atas keramik tempat sampho dan lain sebagainya biasa diletakkan *bingung jelasinnya, hehe* Aku masih mengamati sang katak sambil bercanda dengan adikku yang berdiri di pintu kamar mandi. “Lo cium deh, siapa tau dia berubah jadi pangeran,” kataku. Kita pun tertawa di dalam kamar mandi.

Adik: “Ketawa lo kayak kuntilanak di kamar mandi.”
Aku: “Emang lo pernah denger?”
Adik: “Belum sih..”

kita pun tertawa lagi. Hihihi…

Pas lagi asyik ngobrol itu, sang katak melompat ke tembok. Hwehehe… Akhirnya momen yang ditunggu2 pun tiba. “Dek, ambil henpon gue!” pintaku. Langsung deh jeprat jepret di kamar mandi. Si adek yang mau pipis akhirnya tertunda gegara kakaknya lebih kebelet (untuk foto2). Khekhe…

Dan kataknya menempel hingga ke sudut dekat langit-langit kamar mandi
*pake kamera henpon dengan zooming yang pas2an. Akhirnya aku naik ke atas bak mandi biar bisa foto dari jarak dekat *

Sambil foto-foto itu si adek tanya, “Kok dia bisa nempel gitu sih, Kak?” Aihh, lo nggak lagi nguji gue sebagai biolog kan, Dek? Wkwk.. Maka kujawab, “Iya, soalnya dia punya….” mikir dulu. emm, apa yaa? aduuh, lupa euy namanya apa, wahaha. “Semacam pad gitu,” lanjutku.

*dan ternyata yang bener itu disebut disc atau piringan/cakram, sodara-sodara. kalo pad lebih mengacu pada nuptial pad atau bantalan kawin. Harap maklum, udah lama nggak ngerpet aka pengamatan herpetofauna (amfibi + reptil) <– alesaaaan

Oya, untuk jenisnya sendiri, setelah kuamati dengan seksama –emm, nggak sampe kutangkap sih, tapi secara umum ketebak lah– genusnya adalah Polypedates (ga yakin bisa identifikasi sampe tingkat spesies, tapi kayaknya sih Polypedates leucomystax. Bener nggak siiih?? HELP! ). Polypedates ini juga termasuk Famili Rhacophoridae alias katak pohon loh!

pose kerennya seperti di atas ini

Hwaaaah… Udahan ah nulis tentang kataknya. Kayaknya aku jarang banget yaa posting tulisan dengan tema ini. Harusnya tulisan ini juga diposting ke blog WordPress-ku yang emang spesifik bercerita tentang dunia biologi. Kayaknya itu blog udah berdebu dan penuh sarang laba2 virtual deh. Hehe…

Sekian dulu deh yaa cuap-cuap Ai kali ini. Si adek udah tidur lagi. Sang katak pun entah kemana *tadi sempat kucek, tapi udah nggak ada di kamar mandi #niatbanget

Selamat Hari Jumat! Jaga Kesehatan yaa kawan2! ^___^b

***
di balik 3 jendela,
25 November 2011 pk. 02.33 wib
can’t stop writing! heeeeu.

foto pertama dan kedua dari sini

43 responses

  1. lah, kirain kak Ay mau nangkep kodoknya?XDkalo aku di rumah emang bertugas jadi pawang kodok ato reptil yang masuk ke rumah buat dikeluarin (anggota keluarga takutan semua..), jadi begitu ada makhluk2 macam itu, namakulah yang dipanggil2.yah, ini salah satu keuntungan jadi anak bio,bisa diandelin, walopun cuma tuk hal2 kayak gini.. :Dnice post! ^^b

  2. tisataasyara said: lah, kirain kak Ay mau nangkep kodoknya?XDkalo aku di rumah emang bertugas jadi pawang kodok ato reptil yang masuk ke rumah buat dikeluarin (anggota keluarga takutan semua..), jadi begitu ada makhluk2 macam itu, namakulah yang dipanggil2.yah, ini salah satu keuntungan jadi anak bio,bisa diandelin, walopun cuma tuk hal2 kayak gini.. :Dnice post! ^^b

    Ezaaa…. Ingat, katak Ez, bukan kodok!!! :Dsebenernya aku mau tangkep, eh ragu2. jadilah dia keburu ke lompat ke langit2. trus aku liat dia diem aja. akhirnya kubiarkan aja dia disitu.Aku: Udah, biarin aja dia di situ.Adik: Gue cuma takut dia loncat ke idung guehahaha…*kali kedua pas aku mau tangkap, eh, dia lompat dengan lincahnya. nyerah deh.. bakat nangkep herpet udah lama ga diasah :))

  3. puritama said: Terus, apa bedanya katak sama kodok?

    pertanyaan bagus, dik vera. hehe… sekarang perhatikan dulu gambar berikut.gambar di samping adalah kodok Bufo melanostictus. Kira2 perbedaannya dengan gambar katak di jurnalku apa? *balik nanya ^^

  4. jampang said: ada pelajaran biologi di sini. makasih ilmunya, mbak

    hehe, sama2.. jadi nanti kalo ngajarin syaikhan jangan salah membedakan antara kodok dengan katak yaa.. #pesannogu

  5. ramarizana said: Kodok itu gembrot.Katak itu kagak.*menunggu dikasih nilai sama dosen biologi,Bu AI ting ting*

    gembrot atau nggak itu tergantung pola makan dan seberapa sering mereka olahraga ram #ehjawaban kurang tepat yah…. ^_^silakan coba lagi.

  6. yandrimahaldy said: baik banget sih bu guru :pmaksudnya klo ada “makhluk” yg masuk ke kamar malem2, biasanya bisa jd pengilang kantuk, gitu lho mbak :p

    hooo.. tambah 5 point deh..

  7. Kalo ttg katak yg nyasar ke kamar mandi, menurut analisis sy berdasarkan pengalaman sndri, bs jadi oknum katak tsb masuk melalui saluran air keluar, mengingat ukuran tubuhnya yang memungkinkan u melewati saluran air tsb. Penyebabnya, mungkin sang katak menyangka bhw di ujung saluran air itu terdapat sumber air yg lebih melimpah. Sekian dan terima kasih.

  8. hwwibntato said: wah, bagus nih …*Apakah Ai -tiiing tiiing- memelihara katak itu?

    ga boleh memelihara katak, om hen. apalagi memakannya ^^*tiiing tiing bukan permen, tiiing tiiing bukan biskuit😀

  9. faraziyya said: nyerah, ga bisa lah aku itu ngeliat katak lama2 & jarak dekat,

    yaaah… padahal kalo dipegang kataknya lebih seru lagi ziyy.. licin2 lembek gimanaaa gitu :))

  10. jejak2mimpi said: Pertanyaannya adalah: darimanakah katak tersebut berasal?? kenapa bisa nyasar di sono???😀

    pas aku tanya, kataknya ga mau jawab. dia diem aja. jangan2 dia kabur dari rumah? #apasih :))

  11. pianochenk said: Kalo ttg katak yg nyasar ke kamar mandi, menurut analisis sy berdasarkan pengalaman sndri, bs jadi oknum katak tsb masuk melalui saluran air keluar, mengingat ukuran tubuhnya yang memungkinkan u melewati saluran air tsb. Penyebabnya, mungkin sang katak menyangka bhw di ujung saluran air itu terdapat sumber air yg lebih melimpah. Sekian dan terima kasih.

    kalo masuk lewat saluran air di rumahku kayaknya sih agak2 ga mungkin, mba. tapi aku menduga dia masuk lewat celah jendela kamar mandi yang dilewati pipa air..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s