Rahasia yang Jujur

Xu Le, Xiao Ma, dan Ah Hao adalah tiga sekawan sejak duduk di bangku SMA. Xu Le si pendiam dan hobi menulis, Xiao Ma yang tampan dan setia kawan, serta Ah Hao si kaya yang loyal dan kadang keras kepala. Di sekolah, Xiao Ma menyukai Lu Yi, gadis cantik yang sering jadi bulan-bulanan Ah Hao.

Tahun demi tahun berlalu. Xiao Ma menjadi manager di hotel mewah milik abangnya. Xu Le menjadi penulis terkenal dengan nama pena Ye Zi. Xu Le lalu terlibat hubungan special dengan Neng Zhiang aka Nancy yang merupakan anak buah Xiao Ma. Lu Yi sendiri menjadi wartawan di sebuah majalah fashion dan masih tetap menjadi gadis pujaan di hati Xiao Ma sedangkan Ah Hao sejak lulus SMA pindah ke Amerika, kuliah sekaligus meneruskan bisnis ayahnya.

Demi mendapatkan inspirasi, Xu Le memutuskan bekerja sebagai supir taksi. Tak disangka, ternyata ia bertemu Ah Hao yang lama tak terdengar kabarnya. Xu Le dan Xiao Ma awalnya mengira Ah Hao masih tinggal di Amerika. Akhirnya diketahui bahwa bisnis ayah Ah Hao bangkrut dan ia memilih kembali ke Taiwan.

Tak ada yang tahu kehidupan Ah Hao selama di Amerika. Setelah kembali ke Taiwan pun Ah Hao cenderung menjauhi dua sahabatnya itu. Dan Xu Le menangkap ada sesuatu yang ganjil saat Ah Hao bertemu dengan Lu Yi. Setelah diselidiki, ternyata saat di Amerika, Ah Hao dan Lu Yi bertemu, saling menyukai, bahkan sempat bertunangan. Sayangnya, keadaan ekonomi Ah Hao yang kritis membuat ia memilih untuk meninggalkan Lu Yi dengan cara menyakiti hati gadis itu. Lebih baik menderita sendiri daripada harus melibatkan Lu Yi dalam masalahnya, pikir Ah Hao.

Suatu malam, Lu Yi mabuk-mabukan di kantor Xu Le. Lu Yi masih memendam rasa cintanya, tapi sekali lagi ia dicampakkan oleh Ah Hao. Xu Le kemudian memintanya pulang tapi gadis itu tidak mau. Akhirnya Xu Le membawa Lu Yi ke rumahnya. Esoknya, Nancy datang membawa sarapan untuk Xu Le. Saat itulah ia melihat Lu Yi keluar dari kamar kekasihnya itu. Nancy yang meminta penjelasan mengapa Lu Yi bisa ada di kamar Xu Le pada akhirnya tak mendapat jawaban apa-apa. Xu Le hanya berkata, “Percayalah, tidak terjadi apa-apa antara aku dan Lu Yi.”

“Bagaimana aku bisa percaya sedangkan kau tak memberitahukan alasannya. Berikan aku satu alasan, apapun itu. Pun jika kau membohongiku, itu tak masalah. Yang penting aku bisa tenang,” pinta Nancy. Xu Le tetap dengan pendiriannya. Memilih bungkam meski ia tahu Nancy sangat kecewa dengan sikapnya. Tapi alasan yang diberikannya hanya akan berujung pada masa lalu Ah Hao dan Lu Yi sedangkan Lu Yi memintanya untuk menjaga rahasia itu.

Lu Yi yang tidak tahu saat itu terjadi pertengkaran di antara Xu Le dan Nancy tetap menjadikan Xu Le sebagai teman curhatnya. Masalah kemudian berkembang saat Xiao Ma tanpa sengaja membaca SMS dari Lu Yi untuk Xu Le. Dalam pesan singkat itu Lu Yi menjelaskan bahwa ia tak bisa lagi membohongi perasaannya. Ia tak dapat meneruskan hubungannya dengan Xiao Ma.

Tentu saja Xiao Ma marah, bukan pada Lu Yi, tetapi pada Xu Le. Ia tak menyangka orang yang ia anggap sebagai sahabat tega merahasiakan hal sepenting ini darinya. Apalagi ia berpikir bahwa Xu Le menjalin affair dengan Lu Yi, mengingat beberapa waktu yang lalu Nancy cerita padanya bahwa ia sedang ada masalah dengan Xu Le. Tapi sekali lagi Xu Le tak memberi alasan kecuali meminta agar Xiao Ma percaya, “Tidak ada hubungan apa-apa di antara kami.”

Nancy kemudian menyarankan agar Xu Le meminta maaf pada Xiao Ma. Tapi Xu Le tidak mau. “Jika aku minta maaf padanya, itu sama saja aku membenarkan apa yang ada di pikirannya,” kata Xu Le. Pada akhirnya, baik Nancy, Xiao Ma, atau yang lain tidak benar-benar tahu tentang janji rahasia di antara Xu Le dan Lu Yi. Hanya satu hal yang dikatakan Xu Le pada Nancy, yang membuat gadis itu memutuskan untuk mempercayai Xu Le.

“Memang ada rahasia di antara aku dan Lu Yi. Tapi aku sungguh tak bisa mengatakannya padamu. Tapi percayalah, tidak ada apa-apa di antara kami. Aku menyebut ini sebagai rahasia yang jujur.”

Mungkin di antara kalian ada yang sudah mengetahui bahwa kisah di atas diambil dari salah satu bagian cerita dalam T-Drama Wish to See You Again. Beberapa waktu lalu aku pernah menulis sinopsis episode pertamanya. Drama ini sudah lama selesai diputar di salah satu stasiun televisi swasta, tapi cukup banyak kesan yang kudapat, termasuk di bagian ini.

Rahasia. Sampai sejauh manakah kita mampu menyimpan rahasia yang dipercayakan seseorang kepada kita? Apakah karena ia kawan dekat kita lantas dengan mudah rahasia itu terbongkar. Atau karena ketidakenakan kita menyimpan rahasia itu sendiri sedangkan ada orang lain yang sepertinya perlu mengetahui rahasia tersebut lantas membeberkannya? Atau ketika kita menganggap suatu perkara sudah menjadi rahasia umum padahal belum jelas dipaparkan oleh si pemilik rahasia kemudian kita ikut serta mengungkapnya?

Rahasia. Bukankah ia juga merupakan sebuah janji yang harus ditepati? Perkara rahasia tentu bukan suatu hal yang sepele. Sesungguhnya akan terasa berat dipikul jika kita sulit memegangnya. Dan biarlah rahasia menjadi rahasia. Karena rahasia bukan untuk dikatakan, bukan untuk disebarluaskan, tapi untuk disimpan.

***
Kwandang,
11 Desember 2011 pk. 17.47 wita
Entah kapan. Tapi jika dihadapkan pada persoalan yang relatif sama, aku mungkin akan melakukan apa yang Xu Le lakukan. Dan berharap kau mempercayaiku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s