Aku, Kau, dan Novel Kita?

“Seberapa kita sering meledeki sinetron yang ceritanya kacangan, ternyata cerita hidup kita seringkali sinetron sekali, Ai. Hanya saja kita punya pilihan untuk mengakhirinya secara tak kacangan.”

Petikan di atas adalah ucapan seorang kawan melalui pesan singkatnya yang ia kirimkan padaku. Ah, yaa, benarlah! Cerita hidup kita sama saja. Penuh liku. Beraneka warna. Hanya bedanya, cerita hidup kita nyata adanya. Bukan sinetron yang dengan mudah ditentukan endingnya.

Aku sempat berpikir untuk membuat novel yang terinspirasi dari kisah hidupku. Meski belum banyak novel yang kubaca, tapi sepertinya belum ada yang bisa menandinginya. Kau pun mungkin akan berpikir demikian. Hanya, kemudian aku urungkan niatanku. Karena banyaknya kejutan-kejutan yang menyertai. Seolah tanpa jeda. Dan aku masih menikmati rangkaian kisah yang bergulir dalam hidupku. Sambil menunggu ending yang kuharapkan. Pasti seru!

***
Kwandang,
16 Des 11 pk. 22.27 wita
Yang terbaik untukmu lah pokoknya!

21 responses

  1. @kamunovibiskuit? :D@masjarawaydan ga pake memicingkan mata plus alis yang turun naik..@mbapianocenksilakan ditulis, mba. Mau tentang gempa atau mucus di pagi hari? #Eh

  2. @kamunovibiskuit? :D@masjarawaydan ga pake memicingkan mata plus alis yang turun naik..@mbapianocenksilakan ditulis, mba. Mau tentang gempa atau mucus di pagi hari? #Eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s