Stone

“Di sana, Ai. Batunya ada di sebelah sana. Hati-hati yaa!” katanya mengingatkan.

Mataku kemudian mengarah ke batu yang tadi ia tunjukkan. Hmm.. Benarkah itu batu yang sama yang membuat kakiku tersandung dan menimbulkan luka? Kok tidak mirip? Ah, tepatnya, dulu aku terjatuh di tempat yang berbeda. Tapi setelah kuamati dengan baik, yaph, sepertinya memang itu batu yang sama.

Jika keledai saja tak ingin jatuh di lubang yang sama, maka aku pun tak mau batu itu membuatku jatuh. Tapi ada juga yang bilang, “Tak masalah berapa kali kau harus jatuh dan terluka. Yang terpenting, seberapa kau mampu bangkit setelah kau jatuh.”

Hei, tapi sepertinya beda konteks yaa?!
Lalu, bagaimana?
Hmm.. (lagi)

***
@office (gegayaan, padahal ga melakukan apa2 juga ^^”)
20 Des 11 pk. 11.50 wita
pakai kacamatanya kalo gitu.. Eheheu.

13 responses

  1. Kiki n mba noviyaa :pega, aku lagi di gorontalo neng :)mba heni, hohoho *ikut ketawa aja deh :pom hen, makasi makasi he he hepitri, eh, apa yg membuatmu terharu dgn tulisan ini? n_nmba pia, pak rifki, jadi, bagaimana? :Dtopan, ada juga doabatudanairmata :)mba jar, eh, kok ngaku :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s