S.U.S Untuk Konservasi Air di Wilayah Pesisir Indonesia

“Kalau musim kemarau airnya asin,” ujar seorang ibu saat saya berkunjung ke salah satu desa di pesisir Gorontalo Utara beberapa waktu lalu. Berkesempatan terlibat dalam sebuah proyek pengadaan air bersih yang diadakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberi kesadaran tersendiri betapa ketersediaan air bersih begitu langka di wilayah pesisir.

Apa yang akan kita lakukan jika ingin memasak air? Buka kran, masukkan air yang mengalir ke dalam teko, kemudian tunggu hingga air mendidih. Lalu bagaimana jika ingin mandi? Buka kran, isi bak mandi, dan biarkan air tertampung hingga penuh. Pun jika ingin mengambil air untuk kebutuhan lainnya. Cukup buka kran dan air akan keluar dari ujung kran tersebut.

Hidup di kota dengan segala kemudahan yang diberikan, termasuk kehadiran Perusahaan Air Minum (PAM) tentu membuat kita “lupa” untuk melakukan penghematan-penghematan. Semakin berkurangnya jumlah pohon membawa dampak pada berkurangnya air yang tersimpan di dalam tanah. Eksploitasi air di kota-kota besar juga semakin mengurangi ketersedian air yang sudah menipis. Krisis air kemudian menjadi ancaman yang mengerikan mengingat begitu bergantungnya kita pada sumber daya tersebut.

Nyatanya, tak perlu menunggu tahun-tahun ke depan yang dikhawatirkan akan mengalami krisis air. Jauh di pesisir Indonesia, terdapat begitu banyak daerah yang mengalami krisis air bersih. Lokasi dekat pantai tentu menjadi hambatan utama untuk memperoleh air tawar yang bersih, jernih, dan tak berbau.

Meski PAM sudah dapat menjangkau beberapa wilayah pesisir, namun minimnya pasokan listrik menjadi masalah lain yang harus dipecahkan. Mati lampu yang kerap terjadi membuat ketersediaan air bersih oleh PAM terhenti. Masyarakat kemudian kembali harus menggunakan air dalam sumur dengan tingkat salinitas tinggi. Beruntung jika musim penghujan datang. Air di dalam sumur akan berkurang kadar garamnya karena telah bercampur dengan air hujan.

sumur air payau milik bersama yang sering dipakai untuk kegiatan mencuci dan mandi


Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Konservasi atau upaya pelestarian air pada akhirnya bukan sekadar upaya menghemat air yang tersedia saat ini. Konservasi tentu memiliki makna yang jauh lebih luas namun tetap mencakup aspek nyata yang dapat dilakukan siapa saja. Setidaknya, terdapat tiga aspek dalam suatu upaya konservasi, yaitu save, use, dan study (S.U.S).

Dalam upaya pelestarian air di wilayah pesisir, aspek save (perlindungan) berarti mengelola air dan membuat kebijakan-kebijakan terkait pelestarian dan pengadaan air sebagai sumber kehidupan. Aspek use (pemanfaatan) dilakukan dengan cara menggunakan air secukupnya, menghemat penggunaannya. Dan aspek study (penelitian/kajian) bukan hanya melakukan penelitian tentang kelayakan air untuk dimanfaatkan atau inovasi-inovasi yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air tetapi juga memberikan informasi seluas-luasnya mengenai tantangan krisis air dan strategi untuk menghadapinya.

Save, Use, Study”. Ketiga aspek itu tentulah berkaitan satu dengan yang lain. Akan terasa kurang optimal jika ada salah satu aspek yang tak dijalankan. Semua saling terkait. Dan kita dapat menjadi bagian dari terwujudnya upaya pelestarian air di daerah pesisir tersebut. Kita dapat mendukung program pemerintah yang berupaya melakukan pengadaan air bersih di daerah-daerah pesisir yang minim air dan sebagian besar dihuni oleh penduduk miskin.

Upaya penghematan air juga tak hanya dibebankan pada daerah yang mengalami krisis air. Kita pun yang mungkin saat ini masih merasa ketersediaan air begitu melimpah perlu melakukan upaya penghematan air sejak dini. Menggunakan air secukupnya. Tak membiarkan tetes-tetes air terbuang sia-sia di kran rumah dan lingkungan sekitar kita merupakan langkah kecil untuk melakukan penghematan air.

Dan jika hal tersebut masih sulit untuk diterapkan, maka hal sederhana yang dapat kita lakukan adalah dengan menulis. Menulis tentang kepedulian kita akan air sebagai sumber kehidupan yang perlu dilestarikan. Hal ini tentu menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan terkait aspek study yang diharapkan dapat mendukung konservasi air. Mudah, kan? ^_^

***
Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Writing Competition:
Konservasi Sumber Daya Air di Mata Blogger

foto: koleksi pribadi (diambil di Desa Imana, Gorontalo Utara)

31 responses

  1. faraziyya said: siip^^dmoga lulus lombanya ai,dan tulisannya bermanfaat luas😀

    aamiin…moga bermanfaat yaa… agak2 menguras energi euy bikin tulisan kayak gini ^^v

  2. Wow…. Gorontalo membawa berkah rupanya….Jadi makin cinta sama gorontalo. :DKa ai, tim QC di gunung kidul (ikan, lulu, fajri), jumat besok pada mau balik ke lokasi loh. Kita cuma bisa kontrol via telpon ajah lewat Pak Manda dan Ayahanda.😦

  3. fightforfreedom said: Sharing pemikiran yg menarik.Semoga menang lombanya, mbak Ai.

    hwaa.. analisa saya tapi masih cetek, pak. hanya bermodal bab konservasi yg pernah saya dapatkan (dan melekat di ingatan :p)

  4. fightforfreedom said: AQUA yg pernah memicu masalah besar di kota Serang itu menjadi sponsor lomba ini ya🙂

    eh? masalah apa yaa pak? duh, saya kok ga tau yaa? ^^a*ketauan gagap berita nih (>_<)"

  5. indev said: Wow…. Gorontalo membawa berkah rupanya….Jadi makin cinta sama gorontalo. :DKa ai, tim QC di gunung kidul (ikan, lulu, fajri), jumat besok pada mau balik ke lokasi loh. Kita cuma bisa kontrol via telpon ajah lewat Pak Manda dan Ayahanda.😦

    iyaa, pas banget sama tema lombanya yaa vi. nanti kalo menang juara 1 bisa dipertimbangkan untuk balik ke sana lagi. hoho..andai jarak antara kita dengan gorut tak sejauh itu😦

  6. akuai said: eh? masalah apa yaa pak? duh, saya kok ga tau yaa? ^^a*ketauan gagap berita nih (>_<)"

    Dulu masalahnya rame banget lho, di penghujung th 2010, ada demo besar2an.Pembangunan pabrik Aqua di kota Serang itu telah mengancam ketersediaan air untuk keperluan pertanian di sekitar wilayah tsb karena disedot secara besar2an (di-eksploitasi habis) untuk kepentingan perusahaan PT Danone, sementara warga kota tsb yg akan menanggung semua resiko kerusakan alam.Akhirnya Pabrik Aqua tsb ditutup di bulan Feb 2011.Cekidot: http://www.walhi.or.id/id/ruang-media/siaran-pers/472-aqua-danone-hengkang-investasi-rakyat-aman-lingkungan-berkelanjutan

  7. fightforfreedom said: Dulu masalahnya rame banget lho, di penghujung th 2010, ada demo besar2an.Pembangunan pabrik Aqua di kota Serang itu telah mengancam ketersediaan air untuk keperluan pertanian di sekitar wilayah tsb karena disedot secara besar2an (di-eksploitasi habis) untuk kepentingan perusahaan PT Danone, sementara warga kota tsb yg akan menanggung semua resiko kerusakan alam.Akhirnya Pabrik Aqua tsb ditutup di bulan Feb 2011.Cekidot: http://www.walhi.or.id/id/ruang-media/siaran-pers/472-aqua-danone-hengkang-investasi-rakyat-aman-lingkungan-berkelanjutan

    wah.. kalo di penghujung 2010 itu saya lagi asyik2nya bercengkerama dengan skripsi, jadi ga terlalu update berita2 #alesaaaaan :phmm.. komersialisasi yaah.dalam program kali ini kelompok pengelola setempat juga mesti bersaing dengan depot2 yg udah ada. tantangan ke depan justru adalah jaminan ketersediaan air dari program yang dibuat utk warga sekitar karena saking krisisnya, mereka bisa berantem utk dapet air bersih karena distribusinya yang kurang merata.

  8. akunovi said: Sukses ya, Aiiii ;)Keren bisa bikin tulisan seperti ini ;)*jempooool

    makasih mba nooooov….malu ah sama gelar kalo ga bisa bikin tulisan yg sesuai dengan bidang peminatanku: ekologi. tsaaah.. gegayaan. padahal mah emang temanya pas aja dengan proyek yang baru saja kulewati. hoho..

  9. akuai said: dalam program kali ini kelompok pengelola setempat juga mesti bersaing dengan depot2 yg udah ada. tantangan ke depan justru adalah jaminan ketersediaan air dari program yang dibuat utk warga sekitar karena saking krisisnya, mereka bisa berantem utk dapet air bersih karena distribusinya yang kurang merata.

    Nahh… itu dia, bertahun – tahun warga Serang di sekitar lokasi pabrik Aqua tsb kekeringan air, sumur – sumur penduduk kering, lahan pertanian tidak tercukupi suplai airnya, karena di-eksploitasi besar2an oleh perusahaan Perancis tsb. Ini yg membuat 10 ribu masyarakat setempat menyerang pabrik tsb, hingga ada 3 gudang besar milik Aqua yg dibakar massa.Karena kabar tsb selalu menghiasi berita di TV saat itu, makanya saya langsung teringat dg kasus tsb :)Kalo depot – depot sih mungkin tidak seberapa besar pengaruhnya, tapi kalo pabrik multinasional yg nyedot apalagi hasil olahan tsb di-ekspor ke mancanegara, maka gak tanggung-tanggung nyedotnya, bisa milyaran volume liter air.Menurut data di walhi.or.id: saat itu Aqua Danone memiliki 14 Pabrik & memonopoli puluhan mata air. Dari tahun 2001 ~ 2008, Aqua Danone telah menyedot lebih dari 30 Milyar liter dan menguasai 80% penjualan AMDK. Ini menyebabkan kerusakan alam di lokasi sekitarnya.

  10. fightforfreedom said: Karena kabar tsb selalu menghiasi berita di TV saat itu, makanya saya langsung teringat dg kasus tsb🙂

    yg saya tidak habis pikir, saya ke mana yaa saat isu2 itu mencuat? duh, parah beut… sepertinya semakin jauh dengan isu2 lingkungan euy!makasih sudah berbagi pak. jadi tau dan ingin leih aware lagi dengan berita2 yang ada ^^bbtw, kalo di wilayah pesisir pun sebagain besar air masih diambil dari pegunungan. karena jauh dan terbatas, maka harganya jadi mahal (bisa sampai Rp 5000 per galon) tapi program pemerintah ini ambil air dari laut yang difilter secara alami (sandfilter) di sumur2 bakunya. jadi beda sumber juga sih sebenernya.

  11. pianochenk said: Dkampung mama, kalo dulu terbiasa minum air yg payau, rada2 asin gmanaa gitu. Namanya juga di pesisir, susah dpat air tawar segar..

    hehe, iya betul mba pi. kalo udah biasa mah ga masalah juga. eapi aku pernah mandi pake air payau dan rasanya, euh.. sulit dijelaskan :pbtw, ini ceritanya pake sudut pandang orang kota yang ga nyangka kalo air segitu susahnya. apalagi denger cerita mereka yg bilang kalo daerahnya sering mati lampu. aduh..

  12. nisachem05 said: gunakan air sehemat mungkin tak ada air kita sengsarajagalah air jgn kotorislamatkan bumi kita.._lagu”air” d album walhi_

    dan aku belum pernah denger lagunya nis. hwaaa…

  13. cinderellazty said: Semoga menang ya IAku kok optimis ya kalo kamu akan menang? HehehE soalnya ai kan merasakan langsung keadaan disana °(^▿^)/°

    hwaa,, makasih anty.. aamiin yaa robbal ‘alamiin.. :petapi tulisanku belum dipublish panitia nih. haha.. masih deg2an juga naskahku diterima atau nggak. injury time euy! dan kalo liat tulisan peserta lain, weeeh, bagus2 nty… *dan pesertanya ada banyaaaak… -__-“

  14. cinderellazty said: @mylathief: sebelum desamu, desa2 di sukabumi (kota kelahiranku) juga dieksploitasi (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

    hwaa,, sabar juga yaa anty… *bingung komen apa ^^a

  15. dan di pesisir selatan di Ranah Minang ini pula air itu termasuk hal yang langka…..mosok sih?PDAMnya itu lo ndak tahu kenapa… padahal sungai2 dan mata air aja bejibun di sini dan juga jadi objek wisata ~_~a

  16. nanazh said: dan di pesisir selatan di Ranah Minang ini pula air itu termasuk hal yang langka…..mosok sih?PDAMnya itu lo ndak tahu kenapa… padahal sungai2 dan mata air aja bejibun di sini dan juga jadi objek wisata ~_~a

    waduh.. kok gitu? kebijakannya yang tersendat kali yaa? *kebijakan apa juga? haha.. komen asal :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s